Yo semua pertandingan itu sok kalah sok menang.Muhammad Ali kan sering menang 
kan padahal dia pakai Bismillah juga.jadi daya analisis Genduk Mus Mus ini 
memang perlu ditingkatkan,dan satu kurangnya kalau menyangkut Islam terus 
kurang obyektip.

Shalom,
Tawangalun.

--- In zamanku@yahoogroups.com, "muskitawati" <muskitaw...@...> wrote:
>
> Gara2 Mantera Bismillah Taufik Jadi Kalah !!!
>                                                
> Mereka muslimin yang mengucapkan mantera "Bismillah" secara sadar atau tidak 
> sadar sudah takabur, takabur karena menyombongkan diri sebagai orang yang 
> dipilih, ditunjuk, dibeking dan disayangi Allah.
> 
> Bismillah itu sendiri artinya bisa macem2, tapi selalu digunakan sebagai 
> mantera pembukaan, yaitu pembukaan untuk mengundang kekuatan supranatural 
> yang dalam Islam dimaksudkan kekuatan Allah itu sendiri.
> 
> Sebenarnya yang boleh mengucapkan mantera "Bismillah" ini hanyalah nabi 
> Muhammad, tapi sayang, semua muslimin merasa dirinya juga seperti nabi 
> Muhammad sehingga wajib meneladani apa yang dilakukan nabi Muhammad semasa 
> hidupnya yang kita kenal sebagai sunnah nabi.  Padahal, sunnah nabi itu 
> dilarang, tidak ada yang boleh meneladani dirinya jadi nabi seperti nabi 
> Muhammad, yaaa...  inilah yang namanya salah kaprah.
> 
> Gara2 Taufik itu takabur merasa pasti menang karena sudah membaca mantera 
> "Bismillah" sebagai kekuatan menang dari Allah kepada nabi Muhammad.  Apalagi 
> lawannya itu adalah Cina yang jelas2 dimusuhi Allah karena terbukti Allah 
> tidak pernah bisa menang di Cina.  Jadi kalo Allah saja kalah di Cina, mana 
> mungkin si Taufik yang meminjam tenaga Allah yang kalahan itu bisa jadi 
> menang ???
> 
> Taufik itu betul2 takabur, mentang2 si Cina itu bukan Islam sehingga dia 
> yakin dirinya yang Islam pasti bisa memenangkan Cina.  Oleh karena itulah 
> puncak ke takaburannya dia mengucapkan mantera keramat "Bismillah" dimuka tv 
> maupun wartawan2 padahal mantera itu hanya boleh diucapkan oleh nabi Muhammad 
> sendiri.  Yang hanya boleh diucapkan oleh Taufik berdasarkan Islam sebenarnya 
> hanayalah "insyaalah" dan itupun cukup diucapkan didalam hati saja, kalo 
> diexpresikan dalam ucapan kata2 sendiri juga merupakan ketakaburan.
> 
> Demikianlah, media di Indonesia malu memberitakan kekalahan team negeri 
> Syariah ini secara besar2an diseluruh Indonesia, beritanya hampir tidak bisa 
> ditemukan, dan kalopun ditemukan maka beritanya hanya singkat dan kecil2 saja 
> tulisannya.
> 
> Meskipun team regu bulutangkis RI ini tdd sebagian besar pemain2 yang 
> non-muslim, sebagian besar keturunan Cina, dan juga dicukongi 95% oleh 
> cukong2 pengusaha keturunan Cina, namun si taufik yang minoritas Islam dalam 
> regu bulutangkis RI ini harus jadi kapten, harus jadi pemimpin dari mereka 
> non-muslim karena berdasarkan Syariah Islam tidak boleh muslimin dipimpin 
> oleh orang2 kafir.  Demikianlah Taufik sebagai kapten regu bulutangkis 
> Indonesia tanpa meminta perkenan anggauta2 team nya yang lain dia langsung 
> mewakili regunya untuk membaca "bismillah", artinya mewakili regunya 
> mengundang kekuatan Allahnya yang justru tidak diyakini oleh teman2 seregunya.
> 
> Sebagai kapten regu bulutangkis seyogyanya si Taufik ini harusnya juga 
> mendukung mental dan moral teman2nya yang berbeda agamanya, tapi tanpa mau 
> memahami perasaan teman2nya dia langsung memaksakan mantera2nya sendiri yang 
> wajar akan membuat down teman2nya sendiri dengan lagak lagu yang begitu 
> arrogan mengabaikan dan merendahkan hak azasi teman2nya yang bukan Islam.
> 
> Padahal si Taufik ini khan dalam regu bulutangkis ini sebagai kapten mewakili 
> pemain2 lainnya bukan cuma mewakili dirinya sendiri, lalu kenapa dia 
> memaksakan diri dengan mantera "bismillah" yang jadi penyebab tersungkurnya 
> team Indonesia secara memalukan yaitu sekali tarik langsung 3-0 tanpa balas.
> 
> Semoga pesan saya dalam contoh disini bisa direnungkan arti pluralitas itu 
> bukan memaksakan mantera2 Islam untuk mewakili kelompok mayoritas dalam 
> lingkungan regunya.  Betul mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam, tapi 
> mayoritas regu bulutangkis Indonesia ini bukanlah Islam dan jangan dipaksa 
> harus juga Islam, antara anggauta regu bulu tangkis jangan disamakan dengan 
> keseluruhnan rakyatnya.
> 
> Jadi mayoritas rakyat seluruh dunia itu non-muslim yang sama sekali tidak 
> mengganggu hak2 muslimin, namun bukan berarti mayoritas rakyat di Indonesia 
> yang muslimin harus mengganggu minoritasnya, atau minoritas dalam regu 
> bulutangkis harus berkuasa meng-injak2 harga diri anggauta team yang 
> mayoritasnya bukan Islam.
> 
> Janganlah memaksakan kekuatan mayoritas diluar team regu bulutangkis ini 
> untuk membeking sesamanya yang menjadi minoritas didalam team ini sehingga 
> anggauta2 team yang bukan Islam yang didalam team ini adalah mayoritas 
> dipaksakan menerima untuk dipimpin oleh minoritas karena adanya kekuatan 
> mayoritas Islam diluar team ini.
> 
> Kalo sampean enggak senang Amerika membantu Israel, maka jangan memaksakan 
> Islam untuk menguasai perbulu tangkisan yang mayoritasnya non-muslimin.
> 
> Demikianlah, mantera2 setan seperti "Bismillah" ini dimanapun telah terbukti 
> menjadi tumbal kekalahan.  Coba tunjukkan satu aja contoh pengucap mantera 
> "Bismillah" ini pernah ada yang menang ????  Bahkan nabi Muhammad sendiripun 
> pernah kalah perang dan luka2 parah gara2 mengucapkan mantera "Bismillah", 
> namun setelah dia berperang lagi tanpa mengucapkan mantera "Bismillah" ini 
> ternyata berhasil menang.
> 
> http://www.badzine.info/index.php/news/major-events/2010-thomas-a-uber-cups/2512-thomas-cup-2010-final-indonesia-extend-8-year-drought-as-china-capture-8th-title-.html
> 
> Berita diwebsite diatas memberitakan secara besar2an tentang keberhasilan 
> Cina kafir dalam mencukur gundul wakil2 para penyembah Allah.
> 
> Akhirnya si Taufik mau mengakui juga, katanya, "Yaa...Allah, aku kalah karena 
> menyembah engkau, seharusnya aku percaya kepada kemampuan sendiri bukan bukan 
> mempercayai kemenangan ini kepada dikau karena engkau bukan pemain bulu 
> tangkis".
> 
> Tentu dapat dipahami, si Taufik kalah gara2 menggantungkan kemenangannya 
> bukan kepada hasil latihannya, tetapi menggantungkan kepada kemampuan Allah 
> yang akan memberi bantuan kekuatan melalui mantera bacaan "Bismillah" nya.  
> Padahal kapan pernah Allah berlatih bulu tangkis hingga bisa membantu si 
> Taufik jadi menang ????  Menang kalah dalam pertandingan bulutangkis 
> bergantung kepada latihan dan bakat masing2, bukan bergantung kepada doa2, 
> mantera2, atau banyaknya tahajut ditengah malam buta.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>


Kirim email ke