Gara2 Mantera Bismillah Taufik Jadi Kalah !!!
Mereka muslimin yang mengucapkan mantera "Bismillah" secara sadar atau tidak
sadar sudah takabur, takabur karena menyombongkan diri sebagai orang yang
dipilih, ditunjuk, dibeking dan disayangi Allah.
Bismillah itu sendiri artinya bisa macem2, tapi selalu digunakan sebagai
mantera pembukaan, yaitu pembukaan untuk mengundang kekuatan supranatural yang
dalam Islam dimaksudkan kekuatan Allah itu sendiri.
Sebenarnya yang boleh mengucapkan mantera "Bismillah" ini hanyalah nabi
Muhammad, tapi sayang, semua muslimin merasa dirinya juga seperti nabi Muhammad
sehingga wajib meneladani apa yang dilakukan nabi Muhammad semasa hidupnya yang
kita kenal sebagai sunnah nabi. Padahal, sunnah nabi itu dilarang, tidak ada
yang boleh meneladani dirinya jadi nabi seperti nabi Muhammad, yaaa... inilah
yang namanya salah kaprah.
Gara2 Taufik itu takabur merasa pasti menang karena sudah membaca mantera
"Bismillah" sebagai kekuatan menang dari Allah kepada nabi Muhammad. Apalagi
lawannya itu adalah Cina yang jelas2 dimusuhi Allah karena terbukti Allah tidak
pernah bisa menang di Cina. Jadi kalo Allah saja kalah di Cina, mana mungkin
si Taufik yang meminjam tenaga Allah yang kalahan itu bisa jadi menang ???
Taufik itu betul2 takabur, mentang2 si Cina itu bukan Islam sehingga dia yakin
dirinya yang Islam pasti bisa memenangkan Cina. Oleh karena itulah puncak ke
takaburannya dia mengucapkan mantera keramat "Bismillah" dimuka tv maupun
wartawan2 padahal mantera itu hanya boleh diucapkan oleh nabi Muhammad sendiri.
Yang hanya boleh diucapkan oleh Taufik berdasarkan Islam sebenarnya hanayalah
"insyaalah" dan itupun cukup diucapkan didalam hati saja, kalo diexpresikan
dalam ucapan kata2 sendiri juga merupakan ketakaburan.
Demikianlah, media di Indonesia malu memberitakan kekalahan team negeri Syariah
ini secara besar2an diseluruh Indonesia, beritanya hampir tidak bisa ditemukan,
dan kalopun ditemukan maka beritanya hanya singkat dan kecil2 saja tulisannya.
Meskipun team regu bulutangkis RI ini tdd sebagian besar pemain2 yang
non-muslim, sebagian besar keturunan Cina, dan juga dicukongi 95% oleh cukong2
pengusaha keturunan Cina, namun si taufik yang minoritas Islam dalam regu
bulutangkis RI ini harus jadi kapten, harus jadi pemimpin dari mereka
non-muslim karena berdasarkan Syariah Islam tidak boleh muslimin dipimpin oleh
orang2 kafir. Demikianlah Taufik sebagai kapten regu bulutangkis Indonesia
tanpa meminta perkenan anggauta2 team nya yang lain dia langsung mewakili
regunya untuk membaca "bismillah", artinya mewakili regunya mengundang kekuatan
Allahnya yang justru tidak diyakini oleh teman2 seregunya.
Sebagai kapten regu bulutangkis seyogyanya si Taufik ini harusnya juga
mendukung mental dan moral teman2nya yang berbeda agamanya, tapi tanpa mau
memahami perasaan teman2nya dia langsung memaksakan mantera2nya sendiri yang
wajar akan membuat down teman2nya sendiri dengan lagak lagu yang begitu arrogan
mengabaikan dan merendahkan hak azasi teman2nya yang bukan Islam.
Padahal si Taufik ini khan dalam regu bulutangkis ini sebagai kapten mewakili
pemain2 lainnya bukan cuma mewakili dirinya sendiri, lalu kenapa dia memaksakan
diri dengan mantera "bismillah" yang jadi penyebab tersungkurnya team Indonesia
secara memalukan yaitu sekali tarik langsung 3-0 tanpa balas.
Semoga pesan saya dalam contoh disini bisa direnungkan arti pluralitas itu
bukan memaksakan mantera2 Islam untuk mewakili kelompok mayoritas dalam
lingkungan regunya. Betul mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam, tapi
mayoritas regu bulutangkis Indonesia ini bukanlah Islam dan jangan dipaksa
harus juga Islam, antara anggauta regu bulu tangkis jangan disamakan dengan
keseluruhnan rakyatnya.
Jadi mayoritas rakyat seluruh dunia itu non-muslim yang sama sekali tidak
mengganggu hak2 muslimin, namun bukan berarti mayoritas rakyat di Indonesia
yang muslimin harus mengganggu minoritasnya, atau minoritas dalam regu
bulutangkis harus berkuasa meng-injak2 harga diri anggauta team yang
mayoritasnya bukan Islam.
Janganlah memaksakan kekuatan mayoritas diluar team regu bulutangkis ini untuk
membeking sesamanya yang menjadi minoritas didalam team ini sehingga anggauta2
team yang bukan Islam yang didalam team ini adalah mayoritas dipaksakan
menerima untuk dipimpin oleh minoritas karena adanya kekuatan mayoritas Islam
diluar team ini.
Kalo sampean enggak senang Amerika membantu Israel, maka jangan memaksakan
Islam untuk menguasai perbulu tangkisan yang mayoritasnya non-muslimin.
Demikianlah, mantera2 setan seperti "Bismillah" ini dimanapun telah terbukti
menjadi tumbal kekalahan. Coba tunjukkan satu aja contoh pengucap mantera
"Bismillah" ini pernah ada yang menang ???? Bahkan nabi Muhammad sendiripun
pernah kalah perang dan luka2 parah gara2 mengucapkan mantera "Bismillah",
namun setelah dia berperang lagi tanpa mengucapkan mantera "Bismillah" ini
ternyata berhasil menang.
http://www.badzine.info/index.php/news/major-events/2010-thomas-a-uber-cups/2512-thomas-cup-2010-final-indonesia-extend-8-year-drought-as-china-capture-8th-title-.html
Berita diwebsite diatas memberitakan secara besar2an tentang keberhasilan Cina
kafir dalam mencukur gundul wakil2 para penyembah Allah.
Akhirnya si Taufik mau mengakui juga, katanya, "Yaa...Allah, aku kalah karena
menyembah engkau, seharusnya aku percaya kepada kemampuan sendiri bukan bukan
mempercayai kemenangan ini kepada dikau karena engkau bukan pemain bulu
tangkis".
Tentu dapat dipahami, si Taufik kalah gara2 menggantungkan kemenangannya bukan
kepada hasil latihannya, tetapi menggantungkan kepada kemampuan Allah yang akan
memberi bantuan kekuatan melalui mantera bacaan "Bismillah" nya. Padahal kapan
pernah Allah berlatih bulu tangkis hingga bisa membantu si Taufik jadi menang
???? Menang kalah dalam pertandingan bulutangkis bergantung kepada latihan dan
bakat masing2, bukan bergantung kepada doa2, mantera2, atau banyaknya tahajut
ditengah malam buta.
Ny. Muslim binti Muskitawati.