Memang jaman dulu ( tahun 80 an ) penilaian angka kredit masih sangat sederhana , kalau kta ikut seminar ( pasif dapat sertifikat atau malah cuma name tag dpt angka kredit 1-2 point , kalau nulis makalah sendiri dan mempresentasikan bisa dapat 15 , Kalau makalah ditulis ramai ramai ( 2-3 orang ) angka kreditnya dibagi bagi ( kadang kadang ada yang cuma "nitip" namanya dicantumkan ). bahkan kalau tidak salah nulis di koranpun juga ada angka kreditnya .Kadang kadang krn untuk memenuhi persasaratan si Penulis bikin Proceding sendiri , bahkan kaalau paitia seminar Tidak menyediakan serifikat , sipembawa makalah memprakarsai bikin sertifikat sendiri , dan lain lain kiat untuk memperoleh sertifikat maupun procedinnya sbgai " barang bukti" untuk di mintakan angka kreditnya , ( kadang kadang tidak semua penyelenggara seminar siap dg serifikat dan proceding ) , Dulu itu bermodalkan Ijasah S-2 saja langsung dapat angka kredit ( 100 ? ) . Jaman dulu komputer masih "susah" bagi sebagaian orang , makanya kalau bikin tulisan biasanya modal Gunting dan lem serta copyan gambar gambar / tabel , karena makalah komplit harus disertakan dalam pengajuan angka kredit beserta sertifikat dan procedingnya kalau mau dapat angka kreditk maksimal. Sekarang ini disamping angka kredit untuk akademik untuk pendidik dan peneliti untuk periset ada juga untuk perekayasa bagi yang bekerja di kajian dan aplikasinya , penilaian thd makalah sedikit berbeda lebih jlimet seperti laporan kerja , lebih ke bobot keteknikannya. Sekarang ini dg banyaknya jenis jabatan fungsional maka penilaian thd karya tulis itu jlimet sesuai jenis jabatannya ( berbeda beda ) , belum lagi "gelar" yg diperoleh , Ada Profesor Riset ada Profesor di akademik , ( kalau dulu kan yang namanya Profesor itu pasti keluaran dari PT ) Banyak temen temen yang sudah punya ratusan angka kredit karena sering nulis dan sbg pembicara, namun karena sulitnya birokrasi untuk mendaftarkanya spy dapat angka kredit yang diakui akhirnya cuma didiamkan saja ( dicuekin saja Tidak diurus ) , Tapi sebaliknya ada yang Rajin dan telaten sekali mngurusnya / mengumpulkannya dan sekarang memperoleh Gelar Profesor meskipun tanpa mengajar.

----- Original Message ----- From: "wahyu budi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <iagi-net@iagi.or.id>
Sent: Saturday, April 26, 2008 6:20 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Nilai Majalah Ilmiah dan Saran untuk MGI [iagi-net-l] Re: Poster vs Oral Presentation


Pak Awang,

Tentang prosiding ada sedikit cerita. Sampai akhir tahun 1980-an, kalau saya tidak salah, orang (penilai) masih membedakan antara prosiding dan kumpulan makalah.

Kumpulan makalah biasanya dibuat sebelum atau setelah acara seminar (atau lainnya) dengan menjilid / mengumpulkan makalah itu apa adanya tanpa review dan tanpa editing (yang berarti). Sementara itu, prosiding dibuat setelah acara seminar selesai. Makalah yang dimasukkan ke dalam prosiding telah mengalami ediing / review dan di bagian akhir makalah harus disertakan tanya jawab yang berlangsung tentang makalah tersebut. Dalam penilaian, ketika itu untuk kumulan makalah bernilai 10 dan prosiding bernilai 25 (sama dengan penulisan di majalah ilmiah). Ketika itu, untuk majalah ilmiah juga belum ada sistem akreditasi.

Ternyata kemudian keadaan berubah. Orang tidak memperdulikan lagi perbedaan antara Kumpulan Makalah dan Prosiding, dan cenderung membuat kumpulan makalah yang kemudian disebutnya sebagai prosiding (pada hal bukan). Pada awalnya, keadaan itu tampak menguntungkan, karena nilai kumpulan makalah menjadi sama dengan prosiding. Tetapi kemudian, kondisi itu ternyata merugikan prosiding, karena membuat nilai prosiding mengalami degradasi, disamakan dengan kumpulan makalah. Perkembangan itulah yang sekarang membuat nilai prosiding (meski direview) menjadi berbeda dengan majalah ilmiah yang terakreditasi. Meskipun demikian, nilai prosiding sekarang 10, masih lebih tinggi daripada majalah ilmiah yang tak terakreditasi yang bernilai 5 (setara dengan makalah yang hanya dipresentasikan dan tidak masuk prosiding).

Tentang PIT, menurut saya, sebaiknya cukup menerbitkan Kumpulan Abstrak. Memang manfaatknya sedikit kurang dibandingkan dengan prosiding seperti selama ini. Namun, bila abstrak itu dibuat dengan baik oleh penulisnya (mencerminkan isi makalahnya), saya kira tetap bermanfaat.

Menurut pengamatan saya, prosiding yang diterbitkan IAGI pada saat PTI memiliki kelemahan (pengamatan sampai 3 tahun yang lalu, karena 3 tahun terakhir saya absen). Kualitas makalah yang dihimpun sangat bervariasi, mulai dari yang belum selesai (tidak ada gambarnya sementara disebutkan di dalam teks mengacu ke suatu gambar) sampai yang baik (serius). Mungkin ini karena faktor waktu yang mendesak.

Kita bisa merubah kondisi itu dengan menerbitkan prosiding setelah PIT selesai, dan Prosiding itu diterbitkan sebagai bagian dari MGI (bila telah terakreditasi).

Untuk makalah yang dipandang baik dan telah selesai (tidak perlu lagi perbaikan), bisa langsung ditarik dan diterbitkan dalam penerbitan reguler MGI. Sementara itu, bagi makalah yang masih memerlukan perbaikan bisa diterbitkan kemudian sebagai Publikasi Khusus MGI (sebagai prosiding). Jadi, dalam bayangan saya, MGI nantinya akan memiliki edisi reguler dan edisi publikasi khusus. Kepada para penulis yang makalahnya akan masuk publikasi khusus diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalahnya dengan baik selama satu, dua atau tiga bulan. Dan, kepada mereka tetap diberi kesempatan untuk mengalihkannya ke edisi reguler (dengan memperbaiki makalahnya itu).

Memang ada kelemahan pada pola yang saya sarankan itu, yaitu bertambahnya waktu kerja dan biaya, dan kelambatan penerbitan prosiding, serta masalah distribusi. (Distribusinya nanti bisa melalui pos bagi yang memesan atau pada saat PIT yang akan datang).

Namun, saya kira kelemahan itu akan tergantikan dengan kualitas publikasi IAGI (MGI dan Prosiding) yang lebih baik.

Salam,
WBS




--- On Sat, 4/26/08, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Nilai Majalah Ilmiah dan Saran untuk MGI [iagi-net-l] Re: Poster vs Oral Presentation To: iagi-net@iagi.or.id, "Geo Unpad" <[EMAIL PROTECTED]>, "Forum HAGI" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, April 26, 2008, 9:48 PM

Pak Wahyu,

Saran yang baik, akan kami pertimbangkan dan diskusikan dengan PP-IAGI. MGI
telah ber-ISSN, hanya belum diakreditasi sebagai majalah ilmiah, meskipun
isinya kita tahu adalah artikel2 ilmiah (populer maupun serius).

 Pernah ada usulan memang bahwa paper2 di PIT cukup abstrak atau extended
abstract, untuk yang menarik, papernya diusulkan ditulis sebagai full paper dan
dimasukkan di MGI. Cara ini telah berlaku lama di PIT AAPG (The American
Association of Petroleum Geologists)  dan AAPG Bulletin.

Tetapi, bila di proceedings PIT sudah ada full papernya itu jelas jauh lebih bermanfaat daripada sekedar abstrak atau extended abstract. Seharusnya, paper2
di proceedings PIT pun dinilai lebih tak jauh dari yang di jurnal ilmiah.
Mengapa, sebab paper2 di proceedings itu sudah melalui seleksi dan peer review
juga oleh para editornya. Memang tak semua proceedings ada peer reviewnya,
tetapi proceedings PIT IAGI dan IPA ada tim peer review-nya (a.l. saya sering
diminta sebagai peer review di kedua proceedings itu). Sistem penilaian
mestinya telah berubah, seperti kita juga harus menghargai poster sama dengan
oral presentation.

 salam,
 awang

wahyu budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 Pak Awang,

Melihat perjalanan MGI (dari jauh), rasanya tinggal selangkah lagi yang
diperlukan untuk merubah MGI dari sekedar tempat berekspresi menjadi media yang juga bernilai akademik, yaitu dengan mengajukan akreditasi. Saya yakin, bila
telah terakreditasi, maka MGI akan diminati juga oleh para penulis yang
membutuhkan penilaian untuk tulisannya. Dan, MGI tetap dapat dapat terbuka
untuk kalangan manapun dengan berbagai latar belakang pekerjaan, karena
akreditasi tidak membatasi seseorang untuk menulis berdasarkan latar belakang
pekerjaan.

Kiranya perlu juga diketahui bahwa nilai karya ilmiah yang dipublikasikan dalam bentuk prosiding berbeda nilainya dengan yang dipublikasikan di dalam majalah
ilmiah terakreditasi. Untuk institusi penelitian, nilai tulisan di dalam
prosiding adalah 10 poin, sedang di dalam majalah ilmiah terakreditasi nilainya 25. Apabila majalah ilmiah internasional nilainya 40. Sedang untuk tulisan yang
hanya diseminarkan nilainya 5. (untuk perguruan tinggi saya tidak tahu
bagaimana penilaiannya). Kondisi penilaian yang demikian akan membuat MGI
sangat kompetitif bila terakreditasi.

Apabila MGI terakreditasi, maka pada setiap PIT IAGI dapat ditawarkan pilihan kepada para peserta, apakah tulisannya akan dipublikasikan di dalam prosiding
atau di dalam MGI. Memang akan ada pekerjaan tambahan untuk meng-improve
makalah yang masuk agar sesuai untuk diterbitkan di dalam MGI (majalah ilmiah). Namun, mengingat nilainya (1 banding 2,5), saya kira akan banyak yang mau untuk
diterbitkan di MGI. Apalagi sekarang biaya yang diperlukan untuk ikut PIT
semakin tinggi, tentu penulis makalah juga mengharapan reward yang tinggi (bagi yang membutuhkan penilaian). Mengingat banyaknya makalah yang masuk pada setiap PIT, saya optimis MGI (yang terakreditasi) akan banyak diminati bila kepada
penyumbang makalah diberikan tawaran seperti di atas.

Mengenai ISSN, sekarang untuk mendapatkan ISSN sudah dapat dilakukan secara online melalui situs LIPI di http://www.lipi.go.id, di bagian layanan publik. Selain itu juga telah ada ISSN untuk serial yang diterbitkan secara digital. Jadi, berbeda nomor ISSN antara serial yang dicetak dan serial yang digital.
Hanya, untuk serial digital diperlukan adanya situs dari serial itu.

Salam,
WBS

--- On Fri, 4/25/08, Awang Satyana wrote:
From: Awang Satyana
Subject: Re: [iagi-net-l] Nilai Majalah Ilmiah dan Saran untuk MGI [iagi-net-l]
Re: Poster vs Oral Presentation
To: iagi-net@iagi.or.id
Date: Friday, April 25, 2008, 11:47 PM

Pak Wahyu,

Penjelasan yang rinci dan lugas tentang nilai jurnal serta saran yang baik
untuk MGI, terima kasih.

Kalau kita perhatikan terbitan-terbitan MGI sejak awal-terakhir ini,
kelihatannya MGI tidak disiapkan secara khusus untuk bisa menjadi jurnal ilmiah yang bisa memberikan nilai akademik tinggi kepada para penulisnya. Ia lebih disiapkan sebagai media ekspresi berkarya para anggota IAGI. Artikel-artikel di
dalamnya pun dikontribusi oleh para penulis dengan berbagai latar belakang
pekerjaan.

Dengan hadirnya beberapa jurnal sejenis di perguruan tinggi (misalnya
"Scientific Contribution" di Lemigas, "Warta Geologi" di
Badan Geologi), dan rutinnya pertemuan-pertemuan ilmiah tahunan yang dapat
menghadirkan 100-150 makalah; maka kontribusi ke MGI sangat minimal; apalagi kalau penulisnya memikirkan nilai akademik yang akan diperoleh bila menulis di
MGI kecil saja.

Asalkan ada empat artikel saja yang masuk, MGI bisa diterbitkan. Saat ini
hanya ada dua draft artikel, dan tak bertambah lagi sejak awal tahun 2008.
Beberapa calon penulis potensial berencana berkontribusi, tetapi tak kunjung
datang artikelnya.

salam,
awang

wahyu budi wrote:
Memang benar, bagi kalangan perguruan tinggi, lembaga penelitian dan
litbang-litbang yang ada di berbagai departemen tulisan yang dipublikasikan dalam jurnal / majalah ilmiah itu memiliki nilai yang berbeda, tergantung pada
jurnalnya.

Hirarkinya saya kira sebagai berikut (dari yang paling rendah sampai yang
paling tinggi):
(1) Majalah ilmiah yang tidak ber-ISSN
(2) Majalah ilmiah yang ber-ISSN dan tidak terakreditasi
(3) Majalah ilmiah yang ber-ISSN dan terakreditasi (boleh oleh DIKNAS, LIPI
atau lembaga akreditasi lain).

Majalah ilmiah dibedakan lagi menjadi: (1) ilmiah dan (2) ilmiah populer. Nilai
di majalah ilmiah lebih tinggi.

Majalah ilmiah juga dapat dibedakan lagi menjadi: (1) majalah ilmiah
internasional, (2) nasional, dan (3) lokal. Nilai majalah ilmiah internasional
paling tinggi nilainya.

Kemudian, akreditasi majalah ilmiah itupun bertingkat menjadi Terakreditasi A,
B, dan C. Majalah yang terakreditasi A nilainya tertnggi.

Akreditasi suatu majalah ilmiah ditentukan oleh banyak faktor, antara lain
mulai dari tampilan fisik majalah, kejelasan alamat, editor (termasuk
stabilitasnya / tidak cepat berganti) dan reviewer, keteraturan jadwal terbit,
distribusi sampai jumlah cadangan naskah yang siap terbit.

Akreditasi suatu majalah ilmiah berlaku untuk 3 (tiga) tahun. Setelah itu harus
diakreditasikan lagi.

Akhir-akhir ini sudah muncul wacana memberi nilai yang tinggi bagi najalah
ilmiah yang diterbitkan oleh organisasi profesi, seperti IAGI.

Berkaitan dengan kondisi seperti itu, maka majalah ilmiah yang baru lahir atau
belum terakreditasi menghadapi kondisi yang berat dalam hal menarik para
penulis untuk mempublikasikan tulisannya di dalam majalah itu. Karena, tulisan
yang dipublikasikan di dalam majalah yang belum terakreditasi akan dinilai
rendah. Saya kira, kondisi inilah yang sekarang dihadapi oleh MGI bila MGI
belum diakreditasikan (berkaitan dengan langkanya naskah yang masuk).

BIla suatu majalah ilmiah telah terakreditasi, maka kondisi itu akan menjadi
daya tarik bagi para penulis untuk mempublikasikan tulisannya. Pengalaman
menunjukkan, banyak penulis bersedia antri dan membayar biaya untuk dapat
menerbitkan tulisannya di majalah yang telah terakreditasi.

Jadi, saran saya untuk MGI:

(1) yang perlu dilakukan agar MGI memiliki daya tarik adalah dengan
mengajukannya untuk akreditasi. Rasanya kelengkapan bahan untuk pengajuan
akreditasi telah ada.

(2) agar menginternasional, deklarasikan MGI menjadi majalah dwi bahasa
(Indonesia dan Ingris). Selain menerima naskah berbahas Inggris, tindakan
teknis yang diperlukan a.l. nama majalah ditulis dalam dua bahasa, juga daftar isi, judul makalah, abstrak, keterangan gambar dan tabel. Bila dirasa perlu, tulisan berbahasa Indonesia dilengkapi dengan ringkasan (bukan abstrak) dalam
Bahasa Indonesia.

(3) jadikan MGI sebagai bagian dari reward yang diperoleh dari organisasi bagi para anggotanya. Maksudnya MI didistribusikan kepada seluruh anggota IAGI yang aktif membayar iuran keanggotaan. Kebijakan ini akan saling menguntungkan bagi
Anggota, MGI dan IAGI.

(4) pengelola MGI hendaknya dibuat terlepas dari kepengurusan IAGI dan
alamatnya dibuat tetap. Maksudnya tidak terpengaruh oleh perubahan kepemimpinan
IAGI, meskipun tetap harus bertanggungjawab kepada Ketua IAGI. Selama
berkinerja
baik, biarlah pengelola MGI bekerja terus selama mungkin sesanggupnya. Dalam
hal
ini perlu disepakati dahulu mekanisme pergantian pengelola, antara lain,
pergantian pengelola jangan dilakukan sekaligus semuanya melainkan satu
persatu, atau dengan menanyakan berapa lama seseorang bersedia menyumbangkan
tenaganya untuk mengelola MGI.

Salam,
WBS




--- On Fri, 4/25/08, Awang Harun Satyana wrote:
From: Awang Harun Satyana
Subject: RE: RE: [iagi-net-l] Re: Poster vs Oral Presentation
To: "iagi-net@iagi.or.id"
Date: Friday, April 25, 2008, 3:09 PM

Nah, itu juga alasan yang selalu dikemukakan kebanyakan teman akademisi saat saya minta menyumbang tulisan untuk Majalah Geologi Indonesia (MGI). Saat ini
MGI punya no. ISSN 0216-1061. "Wah, kalau hanya ISSN malas-lah, coba
naikkan dulu ke status ISBN, baru nanti saya kontribusi tulisan" begitu
kata seorang teman dari Perguruan Tinggi. Nilai kum jurnal ber-ISBN lebih
tinggi daripada nilai kum jurnal ber-ISSN. Hm...ada maksud lain rupanya dengan
menyumbang tulisan itu, tadinya saya hanya berpikir "scientist must
write" Maka MGI pun sangat sepi dikontribusi...

Seorang kandidat doktor pernah menghubungi saya bertanya bagaimana caranya
memasukkan paper ke jurnal internasional, bila masuk, maka predikat
judicium-nya akan naik. Memang begitulah aturan2 di akademik kelihatannya,
semua ada perhitungannya. Berapa paper di simposium, berapa paper di jurnal (jurnal mana dulu nih; jurnal internasional dengan ISBN, yang terkenal, yang ada peer review-nya tentu akan dinilai tinggi kreditnya); semua ada nilainya
(untuk jadi profesor atau menduduki jenjang2 akademik).

Di dunia akademik internasional pun mungkin kelihatannya begitu. Maka Robert Hall yang duduk bersebelahan dengan saya saat pertemuan IPA 2007 (kami saat itu sebagai dua pembicara yang berurutan tentang tektonik Jawa) tercenung melihat kartu nama saya bukan dari afiliasi pusat riset atau perguruan tinggi, tetapi
dari BPMIGAS. "You did your research as a hobby ?", begitu tanyanya.
"Yes, I did", jawab saya. Sebenarnya bukan hobi, tetapi ekspresi
cinta. Orang yang jatuh cinta tak akan pernah berhitung, "just do it"
(kata Abah), walaupun dengan nilai kum : 0.

Siapapun bisa dan boleh melakukan riset, syaratnya hanya : cinta, tekad, tekun, berani. Cinta menjadi pendorong utamanya. Tekad dan tekun menjadi bahan bakar perjalanan risetnya. Berani menjadi pijakannya saat ia bertemu dan berdebat dengan periset lain. Benar atau tidak risetnya (karena ia bukan seorang doktor
riset atau bukan doktor akademik) akan ditentukan dengan pertemuan dan
perdebatan melalui forum-forum ilmiah.

Mari meneliti dan menulis walaupun tanpa apresiasi apa pun !

Salam,
awang

-------------------------------------------------


____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ


--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.


____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ


--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.



____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ


--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------






--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke