Wa'alaikumussalam wa rakhmatullahi wa barakaatuh wa maghfiratuh
waffaqakallahu wa iyyana likulli khoir

Apa yang anda ceritakan itu adalah pengalaman pribadi anda yang kebetulan 
sedikit "manis". Kalau anda survey langsung ke lapangan dan membuat sensus soal 
pengalaman ikhwah salafiyin dengan jam'aat hizbiyah anda akan menemui banyak 
pengalaman yang mungkin sangat menyedihkan. Dan anda perlu ingat, bahwa 
masalahnya bukan kita tidak mau memperkecil friksi antar jama'ah, tapi 
jelas-jelas manhaj mereka itu menyebabkan mereka bermu'amalah dengan kita 
seperti itu. Bagaimana kisah Syaikh al-Albany di Yordan dengan mereka anda 
sudah tahu kan? Kalo anda punya kaset silsilatul huda wan nuur (kumpulan 
ceramah beliau) coba dengarkan kaset nomer 699 anda akan tahu. Kemudian 
bagaimana Syaikh Jamilurrahmaan al-Afghany rahimahullah meninggal dunia anda 
tahu kan? Baca bayan tentang ini di web nya Syaikh Muqbil (kalo masih ada) atau 
dengarkan silsilatul huda kaset nomer 500, dan siapa pembunuhnya, coba tanyakan 
kawan-kawan anda yang veteran afghan! Belum lagi perlakuan mereka kepada 
kawan-kawan saya disini yang dengan tulus ingin menuntut ilmu ke masyayikh. 
Anda tidak bisa abaikan itu. kemudian bagaimana sikap jamaah IM di Yordan 
ketika ada 2 anggotanya yang mengundang Syaikh al-Albany untuk menyampaikan 
ceramah di rumahnya?

Saya dengan ini semua bukannya ingin memecah belah ummat, tapi hanya ingin 
mengingatkan anda bahwa, ummat ini bersatu bukan di bawah da'wah taqriib atau 
tauhidus shufuuf dengan memperkecil friksi antar jama'ah, tapi dengan belajar 
dan mengamalkan ilmu yang kita warisi dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 
sallam dan generasi al-quruun al-mufaddhalah. Dan anda harus ingat, ketika anda 
ingin saling mendekatkan antar jama'ah, anda harus tau... siapakah yang harus 
meninggalkan KHUZA'BALAAT dan BALA' serta THAAMMAH nya untuk mendekat ke yang 
lain ?!! Di sini, ada seorang doktor syari'ah dari Cairo University yang ingin 
menulis buku tentang syi'ah untuk keperluan "taqriib" (mendekatkan antar 
firqah), tapi kemudian setelah beliau meneliti langsung buku-buku mereka beliau 
akhirnya tahu, bahwa soal aqidah itu gak bisa ditolerir, dan beliau tahu 
siapakah yang harus meninggalkan pendapatnya dan harus mendekat ke yang lain.

Dan saya juga tidak ingin kita meninggalkan mereka (jama'aat) begitu saja tanpa 
mengajak mereka kepada kebenaran. Tapi saya ingin mengingatkan anda yang anda 
juga bilang bahwa anda kader PKS, perlakuan-perlakuan tidak menyenangkan kepada 
salafiyin dari individual anggota jama'at hizbiyah adalah karena MANHAJ mereka 
juga, jadi tidak bisa diabaikan ketika kita mengingatkan mereka kemudian kita 
melupakan manhaj dan partai mereka. Ingat, Rasulullah bersabda: TARAKTUKUM 
'ALAL BAIDHAA', LAILUHA KA NAHAARIHAA, LAA YAZIIGHU 'ANHA ILLA HAALIK. Kalau 
anda ingin memepersatukan ummat Islam dan ingin MENITI JEJAK SALAFUS SALIH 
(copy paste dari penutup tulisan anda), silakan tanggalkan hizbiyah anda dan 
ajaklah orang lain untuk belajar ilmu yang kita warisi dari Rasulullah. Ingin 
bersatu tetapi tetap berhizbiyah ria adalah sesuatu yang tanaqudh 
(bertentangan).
Fallahul Musta'aan Wal Haadi Ilaa Sawaa'i al-Sabiil.
Wassalamu'alaikum warakhmatullah wabarakaatuh



hanif hanif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalaamu 'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,
bismillah wash shalatu was salaamu 'ala rasuulillah,

Perkenalkan, nama lengkap saya adalah Hanif (nama di KTP/pasport) alias Hanif 
HANIF (nama di prancis) alias Hanif s/o Muhammad Ihsan (nama di UAE). Inilah 
akibatnya kalau cuma punya satu kata dalam nama. Akhirnya nama saya jadi 
bermetamorfosis ketika ke negri lain. Mulai kenal tarbiyah/ikhwan/PK/PKS sejak 
1997.

Meski saya seorang engineer, Saya suka sekali buku sejarah Nabi sampai khilafah 
terakhir, politik internasional dan akhlak para sahabat dan salafus salih. 
Ketika di ITS, saya rajin baca assunnah, sabili, sahid, etc sebagai refreshing 
kuliah. Cara solat saya, insya Allah sama persis dengan yang di buku syaikh Al 
albani. Untuk dzikir, saya pakai hisnul muslim semenjak saya tahu bahwa al 
ma'tsurat ada hadist lemahnya. Kan lebih baik pakai yang lebih kuat riwayatnya. 
Moroever buku hisnul muslim ini sangat terkenal lho di london.

Akrab dengan para salafiyyin, ikhwan dan tabligh di paris (baik indo maupun non 
indo), pernah tinggal sekamar dengan mantan ketua HT dari negara X waktu di 
london, dan sekarang tinggal dengan tabligh dari suku pattan (perbatasan 
pakistan-afghan) di UAE. FYI, sebagian tabligh di paris itu memakai riyadhus 
salihin rather than fadhailul a'mal sebagai bayan ba'da solat. Dan tabligh 
pattan teman saya yang sekarang itu ternyata pendukung berat taliban. Pokoknya 
beda dengan tabligh yang di indo dan malaysia. Saya sendiri sangat terbuka 
dengan semua jamaah. Semua buku dari semua jamaah saya baca karena memang saya 
suka baca. Saya selalu mencoba berusaha agar friksi antar jamaah itu kian 
mengecil.

Alhamdulillah, meski saya kader PKS, saya selalu mencoba meluruskan berita yang 
gak benar tentang semua jamaah (baik ikhwan, ht, salafy, jt, atau yang lain). 
Ini dikarenakan banyaknya muslim yang misunderstand tentang jamaah yang lain, 
misinformation, dan terlalu ta'ashshub terhadap golongannya. Pernah ada British 
muslim dari HT yang mengatakan bahwa syaikh di saudi itu gak pernah mendoakan 
umat islam dan paling2 cuman mendoakan secara global dan tanpa menyebut nama 
negaranya dan si british itu juga bencinya setengah mati sama syekh di saudi. 
Saya faham dia lagi mengolok2 salafy. Langsung saya tanya, "do u understand 
arabic". Dia jawab, "no". Langsung saya bilang kalau saya ini faham bahasa arab 
dan melihat dan mendengar ke mata dan telinga saya bahwa syaikh di saudi itu 
mendoakan mujahidin di palestina, chechnya, kashmir, dan di mana2. Tahu nggak, 
setelah kejadian itu, si british ssekarang belajar private bahasa arab lho sama 
seorang lulusan madinah.

Kalau ada personal PKS atau siapapun muslim yang berbuat salah, maka hadapilah 
dia sebagai muslim yang perlu dinasehati bukan sebagai jamaah tertentu. Itulah 
yang insya Allah selalu saya lakukan sehingga saya bisa akrab dengan semuanya 
walau beda warna kulit dan warna rambut, beda bahasa, beda negara, etc. Ketika 
ada jamaah X dari negara Y yang salah, maka saya nasehati dengan dalil yang 
sahih. Ikut ya syukur, kalau nggak ya gak apa2. Saya pribadi masih sangat 
hormat kepada guru ngaji saya yang orang NU meski dia suka tahlilan. Dari dia 
lah saya tahu tajwid yang benar dan baca quran. Semua orang muda di kampung 
kalau ketemu dia, selalu cium tangan kecuali saya. Dia juga tahu saya nggak 
tahlilan, tapi dia juga sayang pada saya sebagai seorang yang pernah jadi 
muridnya waktu saya berumur 6 tahun. Teman2 NU saya juga gak masalah dengan 
saya meski saya nggak qunut dan nggak tahlilan. Bahkan makin akrab. Bahkan saya 
pernah ditunjuk sebagai imam solat mereka di masjid mereka.
Rahasianya cuman satu. Ketika ketemu, saya suka mendahului mengucapkan salam 
dan suka solat berjamaah. Alhamdulillah, rasanya saya pusing kalau nggak solat 
berjamaah karena sudah mejadi sindariom ketagihan. Ketika telah menjadi 
sindariom ketagian ini, Alhamdulillah Allah selalu menganugerahkan kepada saya 
tempat yang hampir selalu dekat masjid ketika saya hidup di prancis dan UK. 
Memang benar pepatah yang mengatakan, bisa itu karena terbiasa.

Saran saya kepada milister assunnah. Hendaknya apabila ada kesalahan pada 
seorang muslim, perlakukanlah dia sebagai muslim pribadi dan bukan jamaahnya. 
Lupakanlah barrier/penghalang jamaah. Kalau ada yang salah, marilah saling 
mengingatkan dengan cara yang santun sebagaimana salafus salih. Mungkin si 
pelaku itu memang gak faham, atau gak tahu atau lupa atau yang lain. Nggak 
usahlah berantem karena perbedaan status jamaah. Kalau ada yang solatnya gak 
bener, ya diingatkan yang baik. Kalau ada yang suka bid'ah, ya diberitahu.

Salam,

Hanif
seorang muslim yang ingin meniti jejak salafus salih



---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/hOt0.A/lOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://www.assunnah.or.id/ragam/aturanmilis.php 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke