Asalamualaikum ww. Sebagai tambahan informasi bahwa: Harta waris yg ditinggalkan adalah harta yg diperoleh Fulan A selaku pengusaha. Adapun modal dari pinjaman orang tua. Saat Fulan A meninggal, orang tua masih lengkap dg 6 orang saudara semua lelaki seibu, namun 4 diantaranya lain ayah. Secara definitif tidak Ada penunjukan wali.
Saat Fulanah meninggal, masih ada Suami ke 3 (Fulan C) Dan anak Dari tiga Suami. Orang tua masih lengkap Dan saudara seayah seibu 2 orang laki laki semua, seayah saja 4 orang perempuan, seibu saja 3 laki laki. Wa salamualaikum ww. Sent from my iPad On 29 Okt 2012, at 13:07, Mohamad Sidiqi <[email protected]> wrote: > wa'alaikumsalam warahmatullaahi wa barokaatuh > > Informasi yg Pak Dawam berikan masih sangat kurang untuk membagi harta waris > si mayit secara hukum Islam, mungkin Pak Dawam bisa memberikan informasi > tambahan sbb: > > Ketika Fulan A meninggal ahli waris yg ditinggalkan siapa saja (anak, istri, > ortu, saudara kandung dst)? > > dan ketika Fulan A meninggal harta yg ditinggalkan Rp 5 Miliar apakah murni > milik Fulan A sendiri atau gabungan dg Fulanah? kalau gabungan berapa > prosentasenya? > > Ketika Fulanah meninggal siapa saja ahli warisnya (anak2, suami,ortu dst) ? > > wassalam > > أبو عالية > > --- On Thu, 10/25/12, Dawam AtmosudiroDawam <[email protected]> wrote: > > From: Dawam AtmosudiroDawam <[email protected]> > Subject: [assunnah] Pembagian harta waris. > To: "[email protected]" <[email protected]> > Date: Thursday, October 25, 2012, 11:03 PM > > > Asalamualaikum wa rokhmatullahi wa barokatuh. > > Mohon bantuanya untuk memecahkan persoalan berikut: > Fulanah Nikah sebanyak 3 kali dengan urutan sbb: > > Perkawinan pertama dg Fulan A dikaruniai 2 orang anak lelaki. Kala anak > pertama usia 3th, dan anak kedua berusia 1th, Fulan A meninggal. Adapun harta > yg ditinggalkan saat itu th 1990 kurang lebih bernilai Rp 5 miliar berupa : > - 2 buah toko beserta isinya > - 1 buah perusahaan dengan 20 truk baru. > - 1 buah rumah ukuran 400m dg pekarangan 15.000m yg digunakan untuk garasi > truk. > > Pada th 1992 Fulanah Nikah lagi dengan Fulan B (perjaka pegawainya) > Pada perkawinan yg kedua ini perkembangan bisnis Fulanah bertambah pesat . > Pada tabun 2000 Fulan B meninggal dengan meninggalkan 2 orang anak kandung, > Dan dua orang anak tiri ( anak Fulan A) > Adapun harta Fulanah saat Suami ke dua meninggal kurang lebih bernilai Rp 150 > miliar, berupa: > - 4 buah toko beserta isinya > - 2 buah perusahaan angkutan dengan 100 truk > - 1 buah depo petikemas seluas 25.000m > - 1 buah rumah 400m, namun pekarangan bertambah menjadi 20.000m. > > Pada tabun 2004 Fulanah menikah lagi dg Fulan C (pegawainya). > Dari perkawinan ini dikaruniai seorang anak perempuan. Namun bisnis tidak > berkembang tetapi menyusut Dan pendapatan kian menurun. > Pada tahun 2012 Fulanah meninggal dengan posisi harta tetap kurang lebih > bernilai sebesar 125 miliar, dengan rincian sbb: > - 3 buah toko > - 2 buah perusahaan dengan 60 truk yg masih berjalan Dan yg 40 lain ya sdh > mogok. > - 1 buah depo kosong > - 1 buah rumah dengan pekarangan yg menyusut menjadi 18.000m > > Mohon bantuan ikhwan semua untuk membagi harta ini dengan landasan hukum > Islam. > > Terimakasih. > > - 4 buah toko > > > Sent from my iPad >
