Sampai saat ini film di bioskop masih pakai beberapa roll untuk satu film. Soalnya masih ada cigarette burn setiap kali saya nonton di bioskop dan berasa perpindahan projectornya.
Jika nonton bioskop disini satu kali 25 ribu, beli 1 keping BD bisa untuk nonton belasan kali. Mungkin ini alasan saya masih suka nonton bioskop karena bioskop disini masih murah dan menyenangkan. Kalau urusan kualitas gambar saya sih tidak berani bilang BD jauh lebih bagus dari bioskop. Wiyono ----- Original Message ----- From: Daniel H.T. To: [email protected] Sent: Tuesday, January 27, 2009 11:32 PM Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop Pak Wiyono, pertunjukan film yg terputus karena alasan tukang antar film yang terlambat, bukankah cerita lama? Khususnya untuk bioskop2 modern saat ini? Kalau saya tidak salah, bioskop2 modern kelas atas sekarang ini hanya menggunakan satu rol film, atau palingbanyak untuk satu film. Jadi tidak perlu ganti2 rol film untuk satu film yg terbagi atas beberapa rol?? Tolong koreksi kalau saya salah. Ya, memeng betul, ke bioskop untuk nonton film baru, yang belum ada format DVD/BD original-nya, tetapi kalau mau sabar, 'kan bisa menontonnya DVD/BD originalnya sekitar 3-4 bulan sesudah main di bioskop? Itu tidak terasa karena sepanjang waktu tunngu tsb telah antri film2 lainnya format DVD/BD yg kita tonton di rumah. Yang kita dapatkan adalah kualitas gambarnya yang jauh di atas bioskop. Kecuali kalau memang tidak sabar, ya, "terpaksa" nonton di bioskop..:-) Maka itu untuk film2 tertentu, saya nonton di bioskop. Kalau bagus, ketika BD-nya dirilis saya beli untuk koleksi pribadi. Terma kasih ----- Original Message ----- From: Wiyono To: [email protected] Sent: Tuesday, January 27, 2009 10:59 AM Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop Bioskop kan untuk nonton film baru pak Daniel. Kalau mau nonton film baru di rumah kan cuma ada bajakannya. Home theater saya kebanyakan untuk mengulang film yang lagi pingin ditonton. Film jaman dulu memang ada intermissionnya kadang diawal dan ditengah film. Biasanya intermision dibuat selain untuk istirahat ke wc juga untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan penjualan snack dan minuman. Kalau di indonesia intermision mungkin dibuat untuk menunggu tukang antar film yang kena macet dijalan. Wiyono
