Ada perlu kalibrasinya, Pak.  Bukan di warna, tapi di brightness level yang 
harus 16 ftL pada clear-frame.
 
Salam,
DS

Coming to Indonesia in October 2009
Book Your ISF Calibration Seminar Today
3-day seminar/exam
hosted by Joel Silver (ISF Founder) & David Susilo (Calibrator / Photographer)
 
 
[total solutions] for your home cinema and marketing needs
[email protected]
 
take a gander atwww.davidsusilo.com 
 
 
 

To: [email protected]: [email protected]: Mon, 2 Feb 2009 
22:17:49 +0700Subject: RE: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop

>>>> kalibrasi/focus proyektor di bioskop indonesia tidak benar..Kalau yg 
>>>> dimaksud dgn kalibrasi adalah pada susunan/komposisi warna..... proyektor 
>>>> seluloid (analog) tidak bisa dikalibrasi di bidang ini. Yg bisa 
>>>> dikalibrasi lab-nya.Kalau utk fokus, ga perlu dikalibrasi...cukup disetel 
>>>> sesuia mata saja...kan kelihatan kalau ga fokus. Asal patokannya jangan 
>>>> pada teksnya (subtitle)cheers,winbertTo: [email protected]: 
>>>> [email protected]: Mon, 2 Feb 2009 18:03:28 +0700Subject: Re: 
>>>> [avifans] Re: Problem menonton di bioskop


setuju..mungkin HD di rumah terasa lebih baik dari bioskop di indonesia 
karena:- layar di rumah tidak sebesar layar bioskop, jadi masih terasa 
"padatnya" gambar HD- kalibrasi/focus proyektor di bioskop indonesia tidak 
benar..Iponxonik wrote:> Mau nambahin sedikit soal perbandingan kualitas gambar 
di BluRay dan di bioskop..> Tentu saja kualitas gambar di bioskop JAUH lebih 
bagus dari BluRay jika dilihat dari resolusinya..> > Resolusi video di dunia 
broadcast berdasarkan resolusi dibagi menjadi 3..> SD (Standard Definiton), HD 
(High Definition) dan DATA.> > Resolusi SD:> NTSC 720 x 480> PAL 768 x 576> > 
Resolusi HD:> 1280 x 720> 1440 x 1080> 1920 x 1080> > Resolusi DATA> 2K 2048 x 
1365> 4K 4096 x 2731> 6K 6144 x 4668> 8K 8192 x 5462> > Mengapa resolusi 2K-8K 
disebut DATA, karena hasil scan pd resolusi tersebut hanya bisa di output dalam 
bentuk sequence file (Targa Sequence, Cineon Sequence dll), sementara resolusi 
SD dan HD masih bisa di output ke tape digital..> > Resolusi 2K biasa dipakai 
untuk film yg di shoot menggunakan Super 16mm dan 35mm..> Resolusi 4K dipakai 
untuk 35mm..> Untuk merekam semua informasi yang ada di frame 35mm, dibutuhkan 
resolusi 6K.. Tapi masih jarang film yg menggunakan resolusi ini untuk 
pengerjaan post-productionnya, karena msh terlalu mahal.> Hampir semua film 
hollywood yang menggunakan teknik Digital Intermediate dikerjakan dan di output 
pada resolusi 4K..> Digital Intermediate adalah istilah dimana sebuah film di 
shoot dengan film 35mm, lalu hasil shooting tsb di scan untuk di color correct 
diberi efek visual dll, dan di record ke 35mm negative.> Untuk sequence IMAX 
film The Dark Knight, digunakan resolusi 6.5K> > Resolusi tertinggi kamera 
video digital saat ini adalah 4K..> Kamera2 itu antara lain Arriflex D-21, 
Panavision Genesis, Dalsa Origin dan Red Camera.> > Selain resolusi, kualitas 
gambar digital jg dipengaruhi oleh kompresi..> Jika kita bekerja sepenuhnya 
pada format analog, tentu tidak ada yg namanya digital compression.. Tidak akan 
ada penurunan kualitas.> Tapi jika kita bekerja pada format digital, kita harus 
berurusan dengan yang namanya digital compression. > Pada dunia digital, 
apabila kita menginginkan kualitas yang sama dgn materi aslinya, maka kita akan 
membutuhkan data yang sangat besar.> Pada pengerjaan post-production sebuah 
film, kita bekerja dengan materi gambar digital uncompressed. 1 frame dgn 
resolusi 4K bisa berukuran 170MB.. Ini dilakukan agar tidak terjadi penurunan 
kualitas pada hasil akhirnya, yaitu ke print 35mm..> Untuk kebutuhan rilis 
BluRay dan DVD, tentu harus dilakukan penurunan resolusi (down-convert) agar 
film itu cukup untuk disimpan pada keping DVD/BluRay.. Salah satu prosesnya 
adalah dgn melakukan digital compression..> Sementara gambar yang kita lihat di 
bioskop adalah hasil print langsung dr materi 4K uncompressed, jadi gak mungkin 
lah kita bilang bahwa gambar BluRay lbh baik dari gambar di bioskop...> > ----- 
Original Message ----- > From: Winbert Hutahaean > To: [email protected] 
> Sent: Wednesday, January 28, 2009 1:11 PM> Subject: Re: [avifans] Re: Problem 
menonton di bioskop> > > > Proyektor yg pakai Pedastial (berdiri dan ditanam) 
memang bisa menampung satu rol film penuh, dengan extended arm. Tapi bisa 
dibayangkan lingkar rolnya akan sangat besaaaaarrr...> > Namun inti dari 
pemecahan menjadi beberapa rol kecil, bukan hanya karena hal di atas, tapi 
lebih kepada faktor ekonomis, karena bisa diputar bersamaan oleh 3 bioskop.> > 
Jangan bayangkan bahwa 1 copy film itu sama atau sedikit di atas harga keping 
BluRay disc. Jauh sekali.... !> > Untuk film 8mm saja (yang saya pakai), 1 kopi 
film (durasi 90 menit) berharga 3 juta. Maka utk 35mm, kasarnya adalah 4.5 x 
lipat (karena memang ukuran filmnya 4.5x lipat). Kemudian ada biaya untuk 
soundtrack. Mungkin untuk harga sekarang, 1 kopi film bisa sekitar 20-30jt 
belum termasuk dengan penambahan teks, yang dilakukan per-copy film (tidak 
menggunakan negative) dengan hitungan per-karakter (termasuk spasi)!!> > Karena 
itu, cara paling ekonomis adalah dengan memutar bersama 2-3 bioskop. Sehingga 
idle time dari kopi tersebut berkurang. Karena itu, waktu tayang bioskop selalu 
berselisih 20-30 menit. Karena durasi ini sama dengan 2 rol ukuran kecil 
(sebesar tas ransel). > > Inilah rol yg dibawa putar-putar dengan motor. 
Kayanya Pa Polisi sudah ada komitmen tidak tertulis untuk tidak menilang motor 
ini kalau berlaku "bajingan" di jalan.> > BTW, soal nonton di rumah...memang 
cara paling ekonomis dan nyaman (tergantung orangnya sih...). Tapi menurut 
saya, kalau kita tidak mendukung denyut nadi bioskop, maka bioskop itu yg akan 
mati. > > Makanya kita yg harus lebih kritis kpd projectionist utnuk 
menampilkan yg terbaik. Karena sebenarnya, belum ada HDTV atau apapun yg 
mengalahkan tayangan bioskop (yg dilkaukan dgn benar) jika menilik kpd resolusi 
yg ditampilkan.> > Ok...ini akan mengarah kepada debat klasik "Analog vs 
Digital"..he...he...> > > cheers,> > winbert> > _________________> Mencari 
Piringan Hitam (PH) Rock, Progressive, Metal, Blues, Jazz, Country, Pop, Punk, 
New Age, New Wave, dll? kunjungi www.piringanhitam.co.cc utk koleksi langka. 
List tersedia!!> ----- Original Message ----- > From: Daniel H.T. > To: 
[email protected] > Sent: Tuesday, January 27, 2009 11:32 PM> Subject: 
Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop> > > > Pak Wiyono, pertunjukan 
film yg terputus karena alasan tukang antar film yang terlambat, bukankah 
cerita lama? Khususnya untuk bioskop2 modern saat ini? Kalau saya tidak salah, 
bioskop2 modern kelas atas sekarang ini hanya menggunakan satu rol film, atau 
palingbanyak untuk satu film. Jadi tidak perlu ganti2 rol film untuk satu film 
yg terbagi atas beberapa rol??> Tolong koreksi kalau saya salah.> > Ya, memeng 
betul, ke bioskop untuk nonton film baru, yang belum ada format DVD/BD 
original-nya, tetapi kalau mau sabar, 'kan bisa menontonnya DVD/BD originalnya 
sekitar 3-4 bulan sesudah main di bioskop? Itu tidak terasa karena sepanjang 
waktu tunngu tsb telah antri film2 lainnya format DVD/BD yg kita tonton di 
rumah. Yang kita dapatkan adalah kualitas gambarnya yang jauh di atas bioskop. 
Kecuali kalau memang tidak sabar, ya, "terpaksa" nonton di bioskop..:-)> > Maka 
itu untuk film2 tertentu, saya nonton di bioskop. Kalau bagus, ketika BD-nya 
dirilis saya beli untuk koleksi pribadi.> > > Terma kasih> ----- Original 
Message ----- > From: Wiyono > To: [email protected] > Sent: Tuesday, 
January 27, 2009 10:59 AM> Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di 
bioskop> > > Bioskop kan untuk nonton film baru pak Daniel.> Kalau mau nonton 
film baru di rumah kan cuma ada bajakannya.> Home theater saya kebanyakan untuk 
mengulang film yang lagi pingin ditonton.> > Film jaman dulu memang ada 
intermissionnya kadang diawal dan ditengah film.> Biasanya intermision dibuat 
selain untuk istirahat ke wc juga untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan 
penjualan snack dan minuman.> Kalau di indonesia intermision mungkin dibuat 
untuk menunggu tukang antar film yang kena macet dijalan.> > Wiyono> > > > -- 
Eep S. Maqdir--------------------------------www.eepinside.com, 
www.inifotoku.comYM: esmaqdir, Powered by Thunderbird & MacBook Pro







Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you want. 
Windows Live 

Kirim email ke