Kalau nonton bioskop di Canada seperti nonton bioskop di Indonesia, mungkin 
saya akan lebih mending nonton di bioskop.  Sayangnya kalau nonton bioskop di 
Canada akhirnya keluar duit sama atau lebih banyak daripada beli BD.  Bioskop 
average harganya $12 per orang, kalau bioskop bagus harganya $18 per orang.  
Tapi nggak ada yang sebagus Premier XXI.
 
 

Coming to Indonesia in October 2009
Book Your ISF Calibration Seminar Today
3-day seminar/exam
hosted by Joel Silver (ISF Founder) & David Susilo (Calibrator / Photographer)
 
 
[total solutions] for your home cinema and marketing needs
[email protected]
 
take a gander atwww.davidsusilo.com 
 
 
 

To: [email protected]: [email protected]: Wed, 28 Jan 2009 
12:52:24 +0700Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop
Sampai saat ini film di bioskop masih pakai beberapa roll untuk satu film.
Soalnya masih ada cigarette burn setiap kali saya nonton di bioskop dan berasa 
perpindahan projectornya.
 
Jika nonton bioskop disini satu kali 25 ribu, beli 1 keping BD bisa untuk 
nonton belasan kali.
Mungkin ini alasan saya masih suka nonton bioskop karena bioskop disini masih 
murah dan menyenangkan.
Kalau urusan kualitas gambar saya sih tidak berani bilang BD jauh lebih bagus 
dari bioskop.
 
Wiyono
 
 
 

----- Original Message ----- 
From: Daniel H.T. 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, January 27, 2009 11:32 PM
Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop



Pak Wiyono, pertunjukan film yg terputus karena alasan tukang antar film yang 
terlambat, bukankah cerita lama? Khususnya untuk bioskop2 modern saat ini? 
Kalau saya tidak salah, bioskop2 modern kelas atas sekarang ini hanya 
menggunakan satu rol film, atau palingbanyak  untuk satu film. Jadi tidak perlu 
ganti2 rol film untuk satu film yg terbagi atas beberapa rol??
Tolong koreksi kalau saya salah.
 
Ya, memeng betul, ke bioskop untuk nonton film baru, yang belum ada format 
DVD/BD original-nya, tetapi kalau mau sabar, 'kan bisa menontonnya DVD/BD 
originalnya sekitar 3-4 bulan sesudah main di bioskop? Itu tidak terasa karena 
sepanjang waktu tunngu tsb telah antri film2 lainnya format DVD/BD yg kita 
tonton di rumah. Yang kita dapatkan adalah kualitas gambarnya yang jauh di atas 
bioskop. Kecuali kalau memang tidak sabar, ya, "terpaksa" nonton di bioskop..:-)
 
Maka itu untuk film2 tertentu, saya nonton di bioskop. Kalau bagus, ketika 
BD-nya dirilis saya beli untuk koleksi pribadi.
 
 
Terma kasih

----- Original Message ----- 
From: Wiyono 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, January 27, 2009 10:59 AM
Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop

Bioskop kan untuk nonton film baru pak Daniel.
Kalau mau nonton film baru di rumah kan cuma ada bajakannya.
Home theater saya kebanyakan untuk mengulang film yang lagi pingin ditonton.
 
Film jaman dulu memang ada intermissionnya kadang diawal dan ditengah film.
Biasanya intermision dibuat selain untuk istirahat ke wc juga untuk mendapatkan 
penghasilan tambahan dengan penjualan snack dan minuman.
Kalau di indonesia intermision mungkin dibuat untuk menunggu tukang antar film 
yang kena macet dijalan.
 
Wiyono
 

Kirim email ke