Yth pak Ketut, Pak Wayansa, pak Bangsing and all, jangan khawatir saya akan kehabisan nafas, tapi emang support itu perlu. Paling nggak teriak2 kalau pas Clean up "Widi!..Widi!..Widi!.." eh..salah ya? he..he....he..becanda.
Ini cerita sedih dibalik serunya Clean up Lempuyang (supporter Clean up lagi susah....semua). Seorang teman dan seluruh keluarga serta karyawannya, (dia punya beberapa bisnis hospitality/WAKA) menjadi partisipan setia Clean up Bali, walaupun mereka sedang susah (karena pariwisata collapse) tetap mendukung lewat nyumbang pohon, teman2 BTDC juga nyumbang bibit pohon kelapa untuk desa adat Tanjung Bungkak, walau untuk berangkat ke Lempuyang mereka tidak bisa karena manajemen tidak ada biaya. Juga GM hotel2 yang biasanya mendukung,juga lagi susah. Saya sangat sedih melihat teman2 seperjuangan dalam kondisi kayak gini. Sedih sekali, melihat kondisi pariwisata Bali ya? Semalam saya ngobrol ngalur ngidul sampai jam 11 dengan Gus Ngurah Wijaya (Bali Village), saya bilang, teman2 pariwisata cobalah untuk melirik peluang bisnis lain yang jauh lebih potensial, jangan terpaku dengan bisnis yang selalu menampilkan orang "Kiwis2/rapi" dan "ganteng/cantik" ini tapi sangat "fragile". Ya susah kalau teman2 sudah biasa tampil rapi dan dapat duit, siapa yang mau tampil berlepotan/berkeringat, walaupun duitnya lebih banyak. Pertanian, perikanan, dll sebagai contoh. Anak-anak muda di Balipun sudah terhipnotis dengan nimatnya bisnis pariwisata, kalau nggak di kapal pesiar, mereka mikir ribuan kali kerja lain. Ya, saya hanya sedih dan berusaha memberi masukan buat semua teman-teman di BTB, akhirnya semua kembali kepada diri masing-masing. Masihkah kita gengsi ngambil pisang/busung di Banyuwangi/Jawa timur, menjelang rahinan ini, padahal keuntungannya jelas di depan mata. Ya..perlu waktu emang, walau sudah 8 bulan bom meledak, tapi kesigapan kita untuk mencari peluang lain belum muncul, karena terus bermimpi besok akan ada perbaikan. Nanti setelah sadar kita nggak bisa makan mimpi, mungkin baru kita akan ajak karyawan mengerjakan alternatif bisnis ya? Semoga kita semua kuat dan kreatif bertahan. Saya nulis begini karena pedih banget, saya sayang teman2 semua yang selama ini sangat baik, saya akan tetap jadi sahabat, walaupun kalian jatuh "lacur". Swear.... salam : Widi --- ketut arthana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear Bangsing, > > Selamat ber conference ria lah, tidak usah khawatir > ama SARS, aku bolak- balik ke Taiwan dari tiga bulan > yang lalu ampe sekarang, toh tetap sehat-sehat aja, > ingat sering-sering cuci tangan aja. > > Bangsing, saya cuman salut ama junior kita neng > Widi, saya udah bicara ama dia lewat telephone ( > thanks for the call), ternyata dia masih gila. Lewat > forum ini saya cuman ingin menyerukan untuk support > orang gila satu ini, jangan sampai dia kehabisan > nafas. > Ya seperti Widi katakan, dulu saya juga raja protes, > apalagi saat baru pulang ke Bali, menggerutu melulu > kerjanya. Tapi akhirnya capek dan akhirnya hanya > diterapkan di keluarga kecil saya saja, masalah saya > adalah takut kepada komitmen. > > Widi, kemarin sebenarnya saya mau datang hari > minggu, cuman ada meeting di sekolah anak saya ( > Dyatmika ), biasa mencoba untuk membuat pendidikan > yang lebih problem solving oriented dan bukan worker > bee oriented. > Lain kali, saya usahakan ikut. > > > ketut arthana > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Free online calendar with sync to Outlook(TM). __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Calendar - Free online calendar with sync to Outlook(TM). http://calendar.yahoo.com -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
