Mas Tjahyo, Apa akan hadir di UNFCCC? Penting sekali agar hasil convensi di Bali itu naik peringkat ke BALI PROTOCOL, itu yang harus di perjuangkan jadi core mission UN di obok obok sedikit jadi nggak sekedar ngomong ngomong doang, dan upaya bisa secara global di perjuangkan kalau sudah ada peringkat ke protocol atau piagam sekalian.....
Pemda Bali kelihatannya terbelenggu dengan birokrasi pusat, jadi tidak bergerak karena secara protocol di coordinasi oleh DEPLU, jadi karena propinsi masih di bawah kementrian, ya hasilnya bengong aja.... gubernur juga kurang kreatif.... ya beginilah sistem di negeri yang kucintai ini..... tapi tidak ada salahnya kalau lewat jalur lain yang bisa dorong dorong sedikit kan.... tahun 2002 ketika prepcom di bali, saya masuk dalam fgd lingkungan proyek proyek jepang dan disana bikin kisruh sedikit kedengan kementrian keuangan jepang tentang proyek penanganan pantai di bali terutama di kuta... dan berhasil lo... di dukung oleh ngo jepang ntuk demokrasi indonesia, akhirnya proyek penanganan pantai yang tadinya mau di samakan dengan apa yang telah dan tengah di bangun di nusa dua dan sanur tidak jadi dan beralih ke proyek yang cocok untuk kuta melalui participatory proses dengan masyarakat kuta.... jadi mungkin kita harus sanggup untuk bisa bersuara.... ayo perjuangkan BALI PROTOCOL atau ke masuk ke UN CHARTER nya sekalian..... jadi upaya untuk mencegah global warming di south east asia bisa lebih pakem.... gitu lo. salam global warming, vieb
