Yth. Pak Nengah Sudja,
saya masih ingat Bapak di LMK yang sekarang jadi PLN Litbang. Ini di Jakarta
atau di Denpasar?
Ringkasnaya ditahun tahun 1993 s/d 1998 banyak sekali terjadi perebutan Role
of R&D antara Public Sector, Private Sector dan Cooperative R&D. Dalam
perebutan ini Private Sector minta Bappenas di bubarkan. Agar tidak bubar
Bappenas harus mengadakan Jabatan Fungsional Perencana dan Public and Private
Partnerships dilanjutkan dan kendali harus ada di otonomi daerah untuk
membuktikan siapa yang berhak menguasai R&D.
Sekarang Planning Process sudah menjadi UU Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional dan diperkuat dengan adanya Asosiasi Perencana Pemerintah Indonesia.
Sehingga terbentuklah Public and Private Partnerships.
Tugas saya sebagai aktifist di Asosiasi adalah:
1. Mendorong Planning Process
2. Mengembangkan SDM Perencana
Tapi saya sebagai national planner (perencana madya) telah siap dengan multi
sector partnerships (Dep. ESDM, Dep. PU, Dep. KomInfo dan LIPI).
Sehubungan dengan Java-Bali Systems, seyogianya Planning Process dimulai di
Bali. Mohon saya dibantu, seyogianya Bapak menjadi International Planner saya
untuk merealisasikan Bali Planning Process
Wass: Tjahjo-
NSudja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yth. Pak Tjahjo,
Alangkah baiknya apa yang dimaksud dengan Bali Planning Process dapat diberi
rincian.
Apakah Planning Process tersebut pernah diterapkan untuk daerah lain.
Terima kasih banyak.
SALAM.
Nengah Sudja.
----- Original Message -----
From: CHPStar
To: [email protected]
Sent: Monday, November 12, 2007 3:15 PM
Subject: [bali] Re: CLIMATE CHANGE
Dear Vieb,
seyogianya saya hadir. Tapi mendadak komunikasi dengan Panitia Nasional lagi
macet. Mungkin karena LP3B dan DPR benar benar lebih jitu ya?
Apakah mungkin UN dan www.ica,coop lagi saingan? Sementara ini rencana saya
tetap untuk bikin Bali Planning Process. Aman kan?
Kyoto 2 (Bali Protocol) seyogianya menunggu Bali Planning Process. Masalahnya
kita/ mereka belum punya International Planner.
Mohon perkembangan. Trimakasih
Wass: Tjahjo-
Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Tjahyo,
Apa akan hadir di UNFCCC? Penting sekali agar hasil convensi di Bali itu
naik peringkat ke BALI PROTOCOL, itu yang harus di perjuangkan jadi core
mission UN di obok obok sedikit jadi nggak sekedar ngomong ngomong doang, dan
upaya bisa secara global di perjuangkan kalau sudah ada peringkat ke protocol
atau piagam sekalian.....
Pemda Bali kelihatannya terbelenggu dengan birokrasi pusat, jadi tidak
bergerak karena secara protocol di coordinasi oleh DEPLU, jadi karena propinsi
masih di bawah kementrian, ya hasilnya bengong aja.... gubernur juga kurang
kreatif.... ya beginilah sistem di negeri yang kucintai ini..... tapi tidak ada
salahnya kalau lewat jalur lain yang bisa dorong dorong sedikit kan....
tahun 2002 ketika prepcom di bali, saya masuk dalam fgd lingkungan proyek
proyek jepang dan disana bikin kisruh sedikit kedengan kementrian keuangan
jepang tentang proyek penanganan pantai di bali terutama di kuta... dan
berhasil lo... di dukung oleh ngo jepang ntuk demokrasi indonesia, akhirnya
proyek penanganan pantai yang tadinya mau di samakan dengan apa yang telah dan
tengah di bangun di nusa dua dan sanur tidak jadi dan beralih ke proyek yang
cocok untuk kuta melalui participatory proses dengan masyarakat kuta....
jadi mungkin kita harus sanggup untuk bisa bersuara.... ayo perjuangkan BALI
PROTOCOL atau ke masuk ke UN CHARTER nya sekalian..... jadi upaya untuk
mencegah global warming di south east asia bisa lebih pakem.... gitu lo.
salam global warming,
vieb
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.