Dear Pan Bima,
Saya jeg setuju, sebab GemaBali climate change sudah seru
di dunia, khususnya disini di UK. Media2 pada getol
ngomongin global warming sampai anak saya yg year 3 dan 5
jeg hot topic.
saya juga akan terus mengirimkan artikel2 ke balipost ttg
climate change ini
salam
ketut
CREST (Center for Renwable Energy System and Technology)
mungkin ada yg belum baca artikel ttg Global warming yg
terakhir?
kamis minggu lalu (8 November?)
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2007/11/8/o2.htm
On Tue, 13 Nov 2007 07:17:18 -0800
"Pan Bima" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mbak Vieb,
Senin dinihari (jam 4 pagi s.d jam 6 pagi) 12/11/07 saya
interaktif di
PRO 3 RRI, melalui RRI singaraja. Saya bersama Bagawan
Dwija (mantan
Ketua PHDI Buleleng) sebagai narasumber, tentang Global
Warming. Wah
seru dan rame penanya dari banyak kota di Indonesia.
Saya pikir,
pagi-pagi buta ada juga yang mendengar ocehan kami. Saya
harus bangun
jam 3 pagi waktu itu.
Saat itu Bagawan Dwija mengatakan, bahwa sedang
diusulkan namanya
bukan BALI PROTOCOL , tetapi BHISAMA BALI. Keren juga
namanya ya.
Mudah2an dengan nama tsb, USA dan Australia menjadi
segan dan akhirnya
mau ikut meratifikasi hasil2 UNFCCC tsb. Sampai sekarang
kan mereka
nggak mau ratifikasi Kyoto Protocol.
salam
wisnaya
On 11/11/07, Asana Viebeke Lengkong
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Tjahyo,
Apa akan hadir di UNFCCC? Penting sekali agar hasil
convensi di Bali itu
naik peringkat ke BALI PROTOCOL, itu yang harus di
perjuangkan jadi core
mission UN di obok obok sedikit jadi nggak sekedar
ngomong ngomong doang,
dan upaya bisa secara global di perjuangkan kalau sudah
ada peringkat ke
protocol atau piagam sekalian.....
Pemda Bali kelihatannya terbelenggu dengan birokrasi
pusat, jadi tidak
bergerak karena secara protocol di coordinasi oleh
DEPLU, jadi karena
propinsi masih di bawah kementrian, ya hasilnya bengong
aja.... gubernur
juga kurang kreatif.... ya beginilah sistem di negeri
yang kucintai ini.....
tapi tidak ada salahnya kalau lewat jalur lain yang bisa
dorong dorong
sedikit kan....
tahun 2002 ketika prepcom di bali, saya masuk dalam fgd
lingkungan proyek
proyek jepang dan disana bikin kisruh sedikit kedengan
kementrian keuangan
jepang tentang proyek penanganan pantai di bali terutama
di kuta... dan
berhasil lo... di dukung oleh ngo jepang ntuk demokrasi
indonesia, akhirnya
proyek penanganan pantai yang tadinya mau di samakan
dengan apa yang telah
dan tengah di bangun di nusa dua dan sanur tidak jadi
dan beralih ke proyek
yang cocok untuk kuta melalui participatory proses
dengan masyarakat
kuta....
jadi mungkin kita harus sanggup untuk bisa bersuara....
ayo perjuangkan BALI
PROTOCOL atau ke masuk ke UN CHARTER nya sekalian.....
jadi upaya untuk
mencegah global warming di south east asia bisa lebih
pakem.... gitu lo.
salam global warming,
vieb
--
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>