Dear Vieb, saya, DPR, Gubernur dan kita semua tetap butuh BALI Planning Process. Inii "BALI Planning Process" sedang saya amgkat kedalam penugasan saya agar bisa menjadi "Nuclear Threat Reduction" yang jitu. Kembali ke Climate Change, kita harus sadar bahwa UN Climate Change Converence (UN CCC) sudah mengasumsikan bahwa semua negara anggota sudah mengerti tentang the Framework ( UN Framework Convention on Climate Change). Ini hanya masalah trade secret or industrial design. Sesuai dengan UU, membuka rahasia dagang menjadi disain industri, Pemerintah dan Perguruan Tinggi tinggal kita upayakan kerjasama. Ada Forum Rektor kan? Jadi benar, BALI Planning Proses tidak bisa disetop! apa mau seperti dadakan PLTU Batu Bara? Sekarang masalahnya di saya. Pokoknya saya sudah mulai pindah ke Bali. Wass: Tjahjo-
Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Yang saya sayangi P Wis, P NSudja, Mas Tjahjo, P Ng Ambara dan semua anggota milis.... juga Widi, apapun deh, kita perlu fokus saja dengan apa yang kita lakukan, oleh sebab itu kita perlu planning process, yang seperti apa yang kita kita lah yang bisa coba diskusikan, tapi fokus ke manfaat dan kebutuhan...kalau kita hanya teriak teriak saja nggak akan ada gunanya. Kita perlu melatih diri untuk melihat project dari beberapa aspek, sosial, ekonomi dan politik; kalau soal listrik kan sebenarnya kalau bukan karena alasan tourism kan kita cukup saja untuk seluruh bali, tapi karena memang kita sudah pilih itu menjadi industri kita,maka kita harus cerdas dan cermat untuk memperjuangkan planning process yang bermanfaat untuk masyarakat. Kalau soal UNFCCC kan sudah jelas kerangka pemerintah 1. menjadi pressure bagi negara negara yang pro / kontra Kyoto Protocol, maka kita perlu meluluskan BALI PROTOCOL - nggak usah BHISAMA lah karena nggak di kenal oleh dunia 2. Jualan carbon balance supaya dapat duit 3. Promosi TOURISM SAFETY Kalau Bali mau perkenalkan NYEPI ya bisa bisa aja tapi nggak akan ada impact yang signifikan, soalnya kalau NYEPI di laksanakan di New York ya keuangan dunia mati, kalau di laksanakan di belahan dunia yang ada 4 musim juga pada mati.... dan maknanya kan hanya bisa untuk orang Bali aja, dan kita nggak bisa GR, Bali itu nggak di kenal sama dunia amat, yang datang ke Bali cuma berapa orang tiap harinya? terus terang aja yang buat Bali jadi terkenal banget itu ya bom bali itu lo....jadi... ya pikir sendiri lah siapa yang buat bali jadi terkenal banget... hehehe... sorry ya... Makna NYEPI di Bali juga tidak bisa digambar dengan warna... na... saya buat sayembara lah kalau ada yang bisa menterjemahkan NYEPI dalam bahasa inggris saya kasi hadiah 1 juta... dan kalau bisa dibuat iklannya dalam bahasa yang bisa memperkenalkan bali seperti Covarubias... apalagi hadiahnya lebih besar lagi....sedangkan orang bali sendiri belum tentu menjalankan nyepi sepenuhnya....; pendapat saya sih sederhana saja ketika itu nyepi hanya libur saja sambil memaknai hidup... soalnya nyepi di desa desa juga berbeda acara kan.... Jadi nggak usah terlalu GR lah; dan yang perlu dipertimbangkan dengan serius adalah selama ini tourism juga tidak sanggup mengkontribusikan FAIR AND JUST bagi masyarakatnya kan... masih banyak gepeng, ada yang nggak ada listrik, air...pendidikan masih asing; jadi bagaimana kita bisa melakukan itu semua pelan pelan karena nggak ada yang mikirin kita... investor makin jauh mikirin kita... jadi planning process itu sangat penting terus ke regulatory body yang independen.... Sekarang banyak sekali program pemerintah yang masuk di Bali, kita coba manfaatkan dengan share dari individu atau kelompok di Bali, dengan sinergy itu saya yakin kita bisa memperbaiki kehidupan Bali, sosialnya, ekonominya, spiritualnya dan politiknya... coba aja kita mulai dengan ngecek siapa siapa saja donor donor asing yang masuk di Bali dan mereka ngapain aja? apakah manfaatnya ada untuk masyarakat atau malahan sebaliknya? terus kemudian kita juga coba untuk mensinergikan upaya upaya itu untuk mewujudkan sustainable living seperti agenda utama dari UNFCCC.... maka nobel perdamaian itu sebenernya milik masyarakat Bali dan Bali..... jadi kita perlu cek diri kita sendiri juga....kita bisa jadi apa sih selain dari diri kita sendiri dan kita bisa melakukan kontribusi apa yang dapat membuat manusia lain merasa cukup di manusiakan? ARE WE, WITHIN OUR OWN ENVIRONMENT 'FAIR AND JUST'? PLEASE DONG AH.... KATA JARWO KUWAT.... Salam sayang untuk semua... vieb ----- Original Message ----- From: "Pan Bima" To: Sent: Sunday, November 25, 2007 9:09 PM Subject: [bali] Re: Betreff: Re: aksi greenpeace konferensi iklim > Dengan adanya konperensi Global Waring & Climate Chnage di Bali, maka > rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara di Celukan > bawang tentu akan mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat. > > Masyarakat akan bertanya, sejauh mana Pak Gubernur konsisten > memperjuangkan pengurangan emisi CO2 untuk mencegah pemanasan global > lebih parah. Pembakaran Batubara kan menghasilkan emisi CO2. > > salam > wisnaya > > On 11/23/07, kubu lalang wrote: >> Here another link untuk aksi ballon...mudah-mudahan mau! >> >> http://www.greenpeace >> org/international/campaigns/climate-change/take_action/send-a-message-to-bali >> utm_source=gpi-cyberactivist-list&utm_medium=email&utm_campaign=bali >> >> Trims sebelumnya untuk bertanya Pak Gubernur!!! Please keep us updated. >> >> Salam, >> Silvia. >> >> -------Originalmeldung------- >> >> Von: CHPStar >> Datum: 11/23/2007 8:40:51 PM >> An: [email protected] >> Betreff: [bali] Re: aksi greenpeace konferensi iklim >> >> Mana dia koq web nya bilang "Sorry! We couldn't find that page! " >> bisa di ulang? >> >> Yang pasti saya jadi bertanya apakah Pak Gubernur benar benar sedang >> kesulitan memanfaatakan SDM Perencana Pemerintah atau tidak percaya ? >> >> Tjahjo- >> >> kubu lalang wrote: >> >> Dear friends, >> Ayo ikutan aksi Greenpeace di Konferensi Iklim di Bali dengan mengirim >> pesan >> pada balon >> >> http://www.greenpeace.org/internatio..._campaign=bali >> >> >> As I heard yesterday that our governor was in Celukan Bawang and >> surroundings confirming a new power plant in Brongbong - di luar areal >> Celukan Bawang, my balloon message is: >> >> Pak Governor - please say NO to coal power plant in Brongbong, North >> Bali!!! >> >> Mereka mau pikin pelabuahan untuk cruise ship dan di sebelas, di desa >> Brongbong, power plant yang akan bakar batu bara dengan modal dari >> Cina... >> apakah ada teman di mailinglist yang punya informasi lebih tetap tentang >> planning itu? Katanya tanah sudah siap 30 ha di pantai yang sebelumnya >> sudah >> dibeli oleh orang pribadi untuk menjual ke PLN... >> Semua mgomong tentang global warming dan climate change, climate >> conference >> di Bali dekat, bagaimana orang politik di pulau ini??? >> Bingun, >> Silvia. >> >> >> >> >> >> >> >> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. >> > > > -- > Gde Wisnaya Wisna > Jl.Dewi Sartika Utara 32A > Singaraja-Bali > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Publikasi : http://www.lp3b.or.id > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : > Berlangganan : > Henti Langgan : > > -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : Berlangganan : Henti Langgan : --------------------------------- Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.
