Terimakasih Pak Nengah Sudja, rupa nya tulisan Bapak lebih dulu sampai dari pada tulisan saya. Mohon izin saya tambah sedikit, saya percaya engineer PLN mempunyai pengalaman membangun PLTU semenjak Suralaya. Justru swasta yang belum berpengalaman ya? Kepentingan saya semenjak PLTU Paiton adalah Public and Private Partnerships untuk clean coal technology, tapi waktu berubah terlalu cepat, dan GBHN 1993-198 sudah tidak berlaku di negeri sendiri, tapi sudah diadopsi oleh masyarakat internasional.(kapan ya saya bisa jadi international plenner) Wass: Tjahjo-
Nengah Sudja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Yth. Para Peserta Milis LP3B, Informasi yang saya peroleh,dewasa ini sedang dipersiapkan pembangunan PLTU Batubara 2(dua) units @ 65 MW di Celekan Bawang,Buleleng, siap beroperasi 2009. Ijinkan saya menyampaikan pendapat berikut: -Pembangkitan tenagalistrik dari fossil(batubara,gas alam, tapi bukan dari minyak) masih lebih murah dari pembangkit renewable (kecuali plta, dan inipun tergantung dari keadaan, pilihan lokasi plta tsb). Ini dapat dilihat dari porsi pemakaian energi dunia, fossil: non fossil= 85 :15. Pertumbuhan ekonomi dunia masih mengandalkan pada energi fossil yang murah. Karena itu negara kaya batubara seperti Amerika Serikat, Australia tak menanda tangani Protokol Kyoto. -Protokol Kyoto tidak membatasi emisi CO2 bagi negara berkembang. Karena itu tak ada salahnya untuk terus memanfaatkan batubara untuk pembangkitan tenaga listrik di Indonesia. Jadi pembangunan PLTU Batubara di Bali tak patut menuai kritik. Pembatasan emisi CO2 diberlakukan bagi negara industri maju karena mereka adalah kontributor utama CO2, bukan saja dewasa ini, tapi secara kumulatif sejak masa revolusi industri di negara maju. -Sebagai negara berkembang yang tidak dikenakan pembatasan emisi CO2 (yang memacu pemanasan global), tetapi, karena kita hidup bersama dalam satu planit bumi, kita juga wajib memberi sumbangan dalam bentuk: -- pengendalian perkembangan penduduk, karena jumlah penduduk meningkatkan pemakaian energi( akan meningkatkan emisi gas rumah kaca),meningkatkan polusi, -- tingkatkan budaya hemat energi ( seperti untuk listrik biasakan menyalakan listrik hanya saat diperlukan, dan matikan saat tak diperlukan, budaya switch off/ switch on di setiap rumah dan balai banjar; dan kurangi pemakaian kendaraan bila dapat dilakukan),akan hemat bahan bakar, kurangi susut mesin, kurangi polusi, -- jaga hutan tropis, paru-paru dunia penyerap CO2. Dalam konperensi UNFCC di Bali, aspek inilah kiranya yang perlu dan sepatutnya diperjuangkan dan dijadikan posisi tawar Indonesia. Mengenai pembangunan PLTU Batubara 2x 65 MW di Celekan Bawang, perlu dipertanyakan apakah ini merupakan solusi yang optimal (least cost solution ) untuk memenuhi beban listrik di Bali dalam kerangka Sistem Interkoneksi Jawa-Bali? Apakah ini sudah mengacu pada demand oriented dan jangan sampai bermotivasikan pada project oriented mengingat projek ini dikaitkan dengan pembangunan PLTU 10 000 MW (dibangun PLN) dan 10 000 MW ( di bangun perusahaan listrik swasta) yang selesai tahun 2009? Apakah proyek ini direncanakan secara memadai, ditinjau dari persiapan perencanaan proyek dengan persiapan waktu yang memadai, serta sosialisasi kepada masyarakat? Kita menjadi saksi bersama,bagaimana pelaksanaan perencanaan dan pembangunan PLTGU Pemaron dan hasil yang dicapai,apa sesuai dengan yang direncanakan? Untuk mengujinya sudah sepantasnya diadakan post audit pengusahaan PLTGU Pemaron, sehingga bisa diperoleh pelajaran apa yang bisa kita tarik dari perencanaan semula? Untuk sementara ini dulu tanggapan yang bisa saya sampaikan dan kiranya masalah ini perlu terus didiskusikan demi pengembangan listrik di Bali. Untuk tema kelistrikan di Bali patut kiranya diadakan sebuah lokakarya. SALAM. Nengah Sudja. -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana Viebeke Lengkong Sent: Monday, November 26, 2007 1:12 PM To: [email protected] Subject: [bali] Re: Betreff: Re: aksi greenpeace konferensi iklim Yang saya sayangi P Wis, P NSudja, Mas Tjahjo, P Ng Ambara dan semua anggota milis.... juga Widi, apapun deh, kita perlu fokus saja dengan apa yang kita lakukan, oleh sebab itu kita perlu planning process, yang seperti apa yang kita kita lah yang bisa coba diskusikan, tapi fokus ke manfaat dan kebutuhan...kalau kita hanya teriak teriak saja nggak akan ada gunanya. Kita perlu melatih diri untuk melihat project dari beberapa aspek, sosial, ekonomi dan politik; kalau soal listrik kan sebenarnya kalau bukan karena alasan tourism kan kita cukup saja untuk seluruh bali, tapi karena memang kita sudah pilih itu menjadi industri kita,maka kita harus cerdas dan cermat untuk memperjuangkan planning process yang bermanfaat untuk masyarakat. Kalau soal UNFCCC kan sudah jelas kerangka pemerintah 1. menjadi pressure bagi negara negara yang pro / kontra Kyoto Protocol, maka kita perlu meluluskan BALI PROTOCOL - nggak usah BHISAMA lah karena nggak di kenal oleh dunia 2. Jualan carbon balance supaya dapat duit 3. Promosi TOURISM SAFETY Kalau Bali mau perkenalkan NYEPI ya bisa bisa aja tapi nggak akan ada impact yang signifikan, soalnya kalau NYEPI di laksanakan di New York ya keuangan dunia mati, kalau di laksanakan di belahan dunia yang ada 4 musim juga pada mati.... dan maknanya kan hanya bisa untuk orang Bali aja, dan kita nggak bisa GR, Bali itu nggak di kenal sama dunia amat, yang datang ke Bali cuma berapa orang tiap harinya? terus terang aja yang buat Bali jadi terkenal banget itu ya bom bali itu lo....jadi... ya pikir sendiri lah siapa yang buat bali jadi terkenal banget... hehehe... sorry ya... Makna NYEPI di Bali juga tidak bisa digambar dengan warna... na... saya buat sayembara lah kalau ada yang bisa menterjemahkan NYEPI dalam bahasa inggris saya kasi hadiah 1 juta... dan kalau bisa dibuat iklannya dalam bahasa yang bisa memperkenalkan bali seperti Covarubias... apalagi hadiahnya lebih besar lagi....sedangkan orang bali sendiri belum tentu menjalankan nyepi sepenuhnya....; pendapat saya sih sederhana saja ketika itu nyepi hanya libur saja sambil memaknai hidup... soalnya nyepi di desa desa juga berbeda acara kan.... Jadi nggak usah terlalu GR lah; dan yang perlu dipertimbangkan dengan serius adalah selama ini tourism juga tidak sanggup mengkontribusikan FAIR AND JUST bagi masyarakatnya kan... masih banyak gepeng, ada yang nggak ada listrik, air...pendidikan masih asing; jadi bagaimana kita bisa melakukan itu semua pelan pelan karena nggak ada yang mikirin kita... investor makin jauh mikirin kita... jadi planning process itu sangat penting terus ke regulatory body yang independen.... Sekarang banyak sekali program pemerintah yang masuk di Bali, kita coba manfaatkan dengan share dari individu atau kelompok di Bali, dengan sinergy itu saya yakin kita bisa memperbaiki kehidupan Bali, sosialnya, ekonominya, spiritualnya dan politiknya... coba aja kita mulai dengan ngecek siapa siapa saja donor donor asing yang masuk di Bali dan mereka ngapain aja? apakah manfaatnya ada untuk masyarakat atau malahan sebaliknya? terus kemudian kita juga coba untuk mensinergikan upaya upaya itu untuk mewujudkan sustainable living seperti agenda utama dari UNFCCC.... maka nobel perdamaian itu sebenernya milik masyarakat Bali dan Bali..... jadi kita perlu cek diri kita sendiri juga....kita bisa jadi apa sih selain dari diri kita sendiri dan kita bisa melakukan kontribusi apa yang dapat membuat manusia lain merasa cukup di manusiakan? ARE WE, WITHIN OUR OWN ENVIRONMENT 'FAIR AND JUST'? PLEASE DONG AH.... KATA JARWO KUWAT.... Salam sayang untuk semua... vieb ----- Original Message ----- From: "Pan Bima" To: Sent: Sunday, November 25, 2007 9:09 PM Subject: [bali] Re: Betreff: Re: aksi greenpeace konferensi iklim > Dengan adanya konperensi Global Waring & Climate Chnage di Bali, maka > rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara di Celukan > bawang tentu akan mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat. > > Masyarakat akan bertanya, sejauh mana Pak Gubernur konsisten > memperjuangkan pengurangan emisi CO2 untuk mencegah pemanasan global > lebih parah. Pembakaran Batubara kan menghasilkan emisi CO2. > > salam > wisnaya > > On 11/23/07, kubu lalang wrote: >> Here another link untuk aksi ballon...mudah-mudahan mau! >> >> http://www.greenpeace >> org/international/campaigns/climate-change/take_action/send-a-message >> -to-bali >> utm_source=gpi-cyberactivist-list&utm_medium=email&utm_campaign=bali >> >> Trims sebelumnya untuk bertanya Pak Gubernur!!! Please keep us >> updated. >> >> Salam, >> Silvia. >> >> -------Originalmeldung------- >> >> Von: CHPStar >> Datum: 11/23/2007 8:40:51 PM >> An: [email protected] >> Betreff: [bali] Re: aksi greenpeace konferensi iklim >> >> Mana dia koq web nya bilang "Sorry! We couldn't find that page! " >> bisa di ulang? >> >> Yang pasti saya jadi bertanya apakah Pak Gubernur benar benar sedang >> kesulitan memanfaatakan SDM Perencana Pemerintah atau tidak percaya ? >> >> Tjahjo- >> >> kubu lalang wrote: >> >> Dear friends, >> Ayo ikutan aksi Greenpeace di Konferensi Iklim di Bali dengan >> mengirim >> pesan >> pada balon >> >> http://www.greenpeace.org/internatio..._campaign=bali >> >> >> As I heard yesterday that our governor was in Celukan Bawang and >> surroundings confirming a new power plant in Brongbong - di luar >> areal Celukan Bawang, my balloon message is: >> >> Pak Governor - please say NO to coal power plant in Brongbong, North >> Bali!!! >> >> Mereka mau pikin pelabuahan untuk cruise ship dan di sebelas, di desa >> Brongbong, power plant yang akan bakar batu bara dengan modal dari >> Cina... apakah ada teman di mailinglist yang punya informasi lebih >> tetap tentang planning itu? Katanya tanah sudah siap 30 ha di pantai >> yang sebelumnya sudah >> dibeli oleh orang pribadi untuk menjual ke PLN... >> Semua mgomong tentang global warming dan climate change, climate >> conference >> di Bali dekat, bagaimana orang politik di pulau ini??? >> Bingun, >> Silvia. >> >> >> >> >> >> >> >> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. >> > > > -- > Gde Wisnaya Wisna > Jl.Dewi Sartika Utara 32A > Singaraja-Bali > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Publikasi : http://www.lp3b.or.id > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : > Berlangganan : > Henti Langgan : > > -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : Berlangganan : Henti Langgan : __________ NOD32 2685 (20071126) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : Berlangganan : Henti Langgan : --------------------------------- Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
