Saya setuju dengan Bli Heru, Memang usaha pembatasan jumlah kendaraan dan kepemilikan kendaraan harus dikendalikan. Sedih jika pergi ke POM Bensin dan menemukan fakta Mobil mewah parkir di premium. Loh, bukannya seharusnya mobil mewah itu pake pertamax dan sekelasnya yang bukan subsidi?! Yah, itulah negera kita. Mengutip bli asn, bahwa kita lebih sering menang gaya bawa mobil mewah. Bli Ancak ramone akan tetap berjuang untuk turun ke jalan, Bli asn dan win dengan solusi jangka panjang untuk mengatur produksi. dan tyang dengan usaha untuk hemat. Dan tentu kawan-kawan lain punya cara untuk mengatasi lingkaran setan ini. Saya pikir itu kombinasi yang bagus, jika setiap orang berjuang dengan cara nya sendiri. Tidak ada yang salah dengan satu usaha diatas. Kolaborasi selalu menjadi hal penting yang kerap dibelokkan menjadi pro-kontra. Satu hal lagi, jika usaha-usaha itu dilaksanakan dan pemerintah mampu menaikkan produksi MIGAS. maka kita akan kembali menjadi negara yang surplus.
salam, ngurah beni setiawan P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to ----- Original Message ---- From: siapa_heru <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, May 8, 2008 10:05:39 AM Subject: Re: [bali-bali] RE: [baliblogger] welcome to new dark ages kalau pemecahan jangka panjang untuk transportasi, ya tranpsortasi publik. saya sepakat pembatasan kendaraan. setau saya gak sesederhana dengan membatasi per KK hanya boleh punya sekian motor atau sekian mobil. bisa dengan harga BBM yang tinggi, bisa dengan pajak masuk, bisa dengan pajak tahunan, bisa dengan mempersulit perolehan kendaraan. sayang, pemerintah cukup takut dengan produsen maupun distributor otomotif. belum lagi pihak-pihak yang mengambil untung dari masuknya produk otomotif ini. padahal mudah saja, kendaraan pribadi diatas 2000 cc kasih aja pajak 10 juta setahun. trus tiap tahunnya kasih peningkatan 30%-50%. biaya masuk boleh murah, pajak tahunan kasih selangit. beres deh. tapi, rata-rata pengguna kendaraan diatas 2000cc ternyata para pembuat kebijakan. atau orang yang dekat si pembuat kebijakan. mana mau mereka hidup gak enak, hehe... periode 1997-2002 (kalo gak salah), pemda bali punya konsultan yang perorangnya dibiayai diatas 20 juta rupiah. program mereka melakukan perencanaan bali urban infrastructure project. salah satu yang diurusi masalah transportasi publik ini. entah bagaimana hasilnya, karena sampai sekarang daerah urban di bali toh sama saja. karena studinya sudah begitu lama berlalu. mau jangka panjang berapa tahun lagi? salam, heru http://kataheru. com --- In baliblogger@ yahoogroups. com, "Made Suryawan" <made.suryawan@ ...> wrote: > Anyway, back to the topic. Saya ga tau apa benar naiknya harga minyak > dunia bisa sampai membobol APBN negara ini sampe sedemikian parahnya. > Yang jelas kalaupun iya, saya pikir pemerintah ga hanya mencari jalan > keluar dengan jalan pintas seperti menaikkan harga BBM. Okelah, anggap > saja tidak bisa dihindari. Saya pikir harus dipikirkan juga solusi > jangka panjangnya! > > > > Penghematan adalah jalan keluar yang sebenarnya paling mudah, kalau mau > berusaha dilakukan. Jangan salahkan orang punya mobil banyak, karena > pemerintah sendiri tidak pernah mengatur berapa jumlah mobil yang boleh > dimiliki warga negaranya. Memang sih itu kembali ke diri sendiri yang > punya mobilnya, tapi at least pemerintah ada niat untuk mengatur hal > ini. Misal saja dengan meningkatkan pajak untuk mobil2 mewah, dsb! ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

