Rakyat tidak akan pernah siap, sudah terlalu banyak makan madu dan janji
manis, jadi lupa kalau yang dipake dari dulu adalah HUTANG, beli BENSIN
DIBAYARIN SEBAGAIN.malu!

 

Klo gak bisa bli bensin mending beli sepeda pancal aja!

 

Hemat energi!

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Nyoman Winardi
Sent: Wednesday, May 07, 2008 2:35 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [bali-bali] RE: [baliblogger] welcome to new dark ages

 

Cuman itung - itungan nak belog to mbok hehehe ...
Lagian, terlalu no brainer kalo langsung naikin harga ...
Seolah - olah tidak ada daya upaya lainne mbok ...
Kayak, batis sakit batise suntik (kaki yang sakit, kaki yang disuntik)
hehehe ...

Pada akhirnya memang subsidi itu harus dicabut / dikurangi ...
Saya juga setuju dengan ini, tapi untuk saat ini saya rasa masyarakat belum
siap ...

Trus kapan siapnya? Pada saat pejabat kita udah mulai mikir kesejahteraan
masyarakat ...

-maaf kalo ada yang salah pendapat saya sebagai nak belog ne-

luh de suriyani wrote: 


hitungannya maut bli. itung2an kaya gini bisanya disembunyikan pemerintah.
saya kasian sama sejumlah ibu2 di rumah yang dipaksa pake gas. apalagi
penyalurannya juga memang korupsi baru. hmm...frustasi terus sama terobosan
pemerintah kita. 

luhde

 

.

 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=20693907/grpspId=1705171464/msgI
d=3602/stime=1210098256/nc1=5028926/nc2=5170414/nc3=3848643> 



 

 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.9/1418 - Release Date: 5/6/2008
5:17 PM


Kirim email ke