_____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of ancak ramone
Sent: Wednesday, May 07, 2008 4:48 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [baliblogger] welcome to new dark ages

 


Saya sepakat dengan Bli Artana

terkadang kita memandang remeh apa yang orang lain lakukan.

 

Untuk Ngurah Beni,

Anda bertanya, apakah orang yang turun ke jalan melakukan penghematan?? 

Saya bekerja di WALHI dan mengkampanyekan penghematan konsumsi SDA dan
energi lewat World SIlent Day...dan saya bersama organisasi telah
melakukannya jauh hari sebelum BBM direncanakan untuk naik

[I Nengah Sumerta] Efektifitas world silent day??saya tidak tahu bli, berapa
orang yang ngikutin anjuran itu

Jadi anda tidak perlu sangsikan lagi...jika anda tidak percaya silahkan
datang ke WALHI Bali sendiri...

[I Nengah Sumerta] Yup saya tidak sangsi kok! Saya tahu WALHI seperti apa.no
worry .

Namun tentang kenaikan BBM adalah prihal yang berkaitan dengan tanggung
jawab negara terhadap pemenuhan hak-hak dasar warga negaranya..tidak mungkin
menaikkan harga BBM tanpa memberi pilihan-pilihan bagi warga negara...

[I Nengah Sumerta]   SEHARUSNYA Negara memang berusaha memberikan pilihan
kepada warga negaranya. Tapi saya lihat mereka dalam posisi terjepit dan
tidak punya alternative lain. Jika saya menjadi president saat ini pun, saya
mungkin juga tidak akan mampu mencari solusi yang lebih baik dari ini.
Efisiensi penyelenggara Negara sangat kecil bisa dilakukan, meskipun kita
atahu bahwa belanja Negara tidak butuh dana sebesar itu, tengok saja uang
bensin tiap instansi..korupsi sudah mengakar sperti benalu, jangan berharap
banyak..Lagian rakyat sudah terlalau lama dimanjakan dengan subsidi..kapan
mandirinya??

misalnya kita yang hidup di urban bisa saja melakukan penghentikan
penggunaan motor atau mobil pribadi jika kita diberikan pilihan berupa jalur
sepeda dan transportasi publik...begitu juga nelayan, usaha rumah tangga,
tukang ojek, supir truk, harus diberikan pilihan energi pengganti yang
membuat mereka tetap dapat berproduksi...

[I Nengah Sumerta] nah ini saya sepakat. Mungkin Pemerintah bisa menyediakan
kredit tanpa aguanan untuk beli sepeda listrik, trus untuk listrik
pemerintah bisa Bantu daerah berlairan sungai untuk buat PLTA sendiri.
semacam RT-RW listrik, saya kira bisa kok, di Indonesia banyak orang jebius,
masak bikin pembangkit listrik yang murah gak bisa, lha wong carding aja
sudah biasa.
Karena memang tanggung jawab dari negara ini untuk memfasilitasi warga
negaranya...karena kita telah bayar mahal mereka untuk melayani kita,...jika
mereka tidak becus, kenapa harus punya NEGARA???

[I Nengah Sumerta] Subversif bli Agung! Saya rasa keberadaan Negara is out
of questions. Kita membutuhkan keberadaan sebuah organisasi yang di sebut
Negara.

Tapi celakanya kita malah diperbudak oleh system yang kita buat, 

Sederhananya, kita tidak akan bisa merubah situasi jika berada diluar
system. Bli Ancak pastilah sudah baca buku psikologi macam Leo Tolstoi dan
yang lainya:

Ide yang berseberangan hanya akan menambah konflik.

 

ANcak

[I Nengah Sumerta] 

 


--- On Mon, 5/5/08, Artana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Artana <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [baliblogger] welcome to new dark ages
To: [email protected]
Date: Monday, May 5, 2008, 12:21 PM

Setiap orang punya cara yang menurut pribadinya cocok. 

Kita hargai semua itu, toh semua bertujuan untuk kebaikan kita bersama.
Walau sekecil apapun tindakan dan perilaku kita, (sepanjang arahnya benar)
BUKANLAH suatu pekerjaan yang SIA-SIA (termasuk turun ke jalan). Efektifitas
dan kebenaran suatu tindakan tidak bisa kita ukur dari kacamata kita sendiri
yang (mungkin) punya jalan dan idealisme  yang berbeda. Tidak perlu kita
mempertanyakan, apalagi apriori pada cara yang ditempuh orang lain, karena
itu adalah sebuah pilihan.

Satu hal,

Kita harus sadari bahwa pilihan turun kejalan diambil tidak terlepas dari
budaya kita yang masih perlu tekanan untuk bisa berubah. Perubahan tidak
akan pernah terjadi tanpa sebab. Jadi menurut saya hal itu masih PERLU
walaupun itu semua ada konsekuensinya, sama seperti pilihan atau cara lain
yang  kita yakini benar.

 

Salam damai,

Wayan Artana.

 

 

----- Original Message ----- 

From: ngurah beni setiawan <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

To: baliblogger@ yahoogroups. com <mailto:[email protected]>  

Sent: Tuesday, May 06, 2008 6:22 PM

Subject: Re: [bali-bali] RE: [baliblogger] welcome to new dark ages

 

Kawan,

 

Hemat energi seperti salah satu poin yang disampaikan asn adalah salah satu
gerakan yang kerap kita lupakan.

Turun ke jalan dan demo anti kenaikan BBM tidak pernah efektif selama ini.

 

kenapa tidak mulai dari diri sendiri untuk ber-Hemat. Selama ini kita selalu
sibuk memikirkan sesuatu yang menjadi kewajiban orang lain. Kita berusaha
mati-matian mengubah sebuah sikap dan kita lupa akan kewajiban kita sendiri.
Ya, berhemat itu maksudnya.

 

to be honest, saya selalu mengusahakan hemat energi sejak kuliah dulu sampai
sekarang.

Apakah anda juga hemat energi? termasuk kawan-kawan yang turun ke jalan


salam, 

ngurah beni setiawan

P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to

 

.

 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=20693907/grpspId=1705171464/msgI
d=3599/stime=1210069359/nc1=3848640/nc2=3848583/nc3=5349272> 

 

  _____  

Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http:/mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8H
DtDypao8Wcj9tAcJ%20>  it now. 

 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.9/1418 - Release Date: 5/6/2008
5:17 PM


Kirim email ke