mencuba untuk urun pendapat.

bagi saya tak ada salahnya seseorang memproklamirkan dirinya sebagai
penganut keras (baca : garis keras) atas sebuah keyakinan, baik itu
hindu, islam, budha atau pun kristen protestan maupuun kristen katolik. 

tidak salah kesalahan setitik pun, karena kristalisasi iman telah
terbentuk dengan sedemikian rupa sehingga seseorang dengan
sangat-sangat teguh sekeras baja mengimani suatu agama sebagai suatu
kebenaran mutlak baginya. 

bagi saya pun tak pernah ada yang salah dengan fundamentalis suatu
keyakinan, karena setiap (pemimpin) agama mana pun didunia ini ingin
umatnya benar-benar kadar imannya teguh seteguh batu karang dan sekuat
sebening batu berlian. fundamentalis sejati akan kembali menggali
nilai-nilai kebenaran yang sah dari suatu ideologi. 

keyakinan seperti itu mutlak ada untuk menjaga intensitas hubungan
manusia dengan Tuhan-nya, kualitas moral dan tingkah laku kehidupan
keseharian yang sejalan dengan ajaran agama.

nah, yang menjadi persoalan kemudian adalah : a) bagaimana dan seperti
apa pemahaman yang ia bangun; b) bagaimana implementasi kesehariannya.
apakah proses pemahaman itu dengan dasar interpretasi yang benar atau
tidak, apakah implementasinya berubah menjadi pemaksaan ideologi atau
tidak dan apakah keteguhan iman tersebut membawa kebaikan bagi
sesamanya, baik dilingkungan internal maupun keluar atau tidak. 

tolok ukurnya mudah, apakah ada penghargaan terhadap manusia sebagai
sesama ciptaan Tuhan atau malah menisbikan orang lain dan apakah orang
tersebut bisa menjadi pembawa damai atau pembawa perang atau bahkan
kemudian menjadi nabi-nabi palsu yang membawa prahara ?

bersyukur dan berbanggalah jika ada teman kita yang dengan keimanan
yang teguh kemudian dalam kesehariannya bersungguh-sungguh dengan
keras membuat kehadirannya mendatangkan kedamaian dan suka cita bagi
sahabat-sahabatnya, bukan kehancuran. karena demikianlah inti ajaran
semua agama adalah kasih dan saling menolong.

kalo karena keyakinannya kemudian ia menyebar kekerasan, ketakutan,
peperangan dan kehancuran boleh disebut sebagai "domba berbulu serigala" !


matur suksma,


yos kebe
mosalaki.multiply.com


--- In [email protected], ancak ramone <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Emang 'hindu garis keras' anda arahnya kemana?
> Memangnya siapa yang meninginjak kepala anda sehingga anda harus
berteriak sebagai 'hindu garis keras'?
> 'keras' atau 'fundamentalis' itu adalah benih-benih untuk
menegasikan kelompok yang lain. (entah itu dengan golok, kata-kata,
atau alat yang lain)
> jika memang hindu garis keras itu adalah versi individualistik
anda..mengapa anda jadikan blog yang dapat dibaca orang lain untuk
menunjukkan identitas anda?
> karena apa yang coba kita keluarkan adalah upaya untuk menunjukkan
identitas. suatu hal yang individualistik (privasi) tidak akan
dikeluarkan oleh seseorang untuk menunjukkan identitasnya.
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: I Nengah Sumerta <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, June 4, 2008 11:00:12 AM
> Subject: RE: [baliblogger] Tentang FPI
> 
> 
>>>>>>>>>>>deleted>>>>>>>>>


Kirim email ke