Halo mbak,
Masih ada kesempatan untuk si kecil mengurangi
obesitasnya, apalagi nanti kalau sudah sekolah. Kalau
bisa carikan sekolah yang banyak melakukan gerakan
fisik. 
Menurut saya tujuan mengatur pola makan saat ini
jangan ditujukan untuk mengurangi beratnya, tetapi
lebih untuk menjaga agar beratnya tidak naik terus,
kalau beratnya tetap sementara tingginya bertambah
nanti akan sampai pada titik ideal, minimal tidak
tergolong ke obesitas lagi.
Saya pernah membaca (tapi sumbernya lupa) bahwa
obesita mengakibatkan kerja otak tidak optimal karena
terlalu banyak lemak yang menempel pada jaringanya.
Tetapi masalah yang lebih besar dari penderita
obesitas adalah perkembangan kepribadian, kalau dia
berada di lingkungan yang kondusif mungkin tidak
terlalu bermasalah, tetapi jika lingkungan tidak bisa
menerima maka anak jadi tertekan, minder dll sehingga
perkembangannya tidak optimal.
Mungkin untuk diet yang baik ibu bisa konsultasi
dengan ahli gizi, berapa kalori yang dibutuhkan oleh
anak ibu dan bagaimana menyusun menunya, selain itu
perlu dukungan keluarga untuk anak yang sedang diet,
misalnya tidak menyediakan makanan berlemak/berkalori
tinggi di rumah, tidak sering jajan di luar dll.
Saya rasa mengencerkan susu bukan solusi yang tepat,
karena susu tidak mengandung lemak berlebihan. Yang
perlu dikurangi justru cemilan diantara waktu makan
dan jenis menu pada saat makan.

Mamanya Dafi


--- Fitri Yanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Netters,
> Saya adalah anggota milis pasif yang sudah cukup
> lama ikutan bergabung di
> milis ini. Kali ini saya ingin sekali minta saran
> kepada netters sekalian,
> begini..... 
> Anak Saya Alif 2 th 2 bln dengan berat 22.5 kg, saat
> ini dia sudah
> dikategorikan obesitas dan diharuskan diet oleh DSA
> nya dengan cara
> mengurangi minum susu (biasa takaran 3 sendok hanya
> boleh 1 sendok saja
> dengan perbandingan air 100 cc)  sementara untuk
> makan nasi seperti biasa
> saja, saya sudah menerapkan hal yang demikian pd
> putra saya namun saya belum
> melihat hasilnya yaitu penurunan berat badan. 
> Yang ingin saya tanyakan : 
>  -    Apakah dengan cara pengurangan takaran susu yang
> diberikan, tidak
> akan  mengurangi nilai gizi   yang dikandung oleh
> susu tsb (soalnya saya
> baca di       labelnya tidak boleh encer dan juga tidak
> boleh kental) trus
> kenapa yach berat     badan anak saya tidak turun juga.
> 
> -     Bagaimana sebenarnya diet yang baik (yang tentunya
> sehat) buat anak
> batita        seperti anak saya. 
> -     Apakah benar anak yang kegemukkan akan terganggu
> perkembangan
> otaknya       yang mengakibatkan kurangnya daya ingat
> (tidak pintar)?....
> Untuk saat ini saya belum melihat tanda-tanda yang
> mencurigakan pada anak
> saya tetapi saya khawatir banget klu ini
> berkelanjutan sampai dia besar
> untuk itu saya berharap sekali masukkan dan saran
> netters atas masalah saya
> ini, terlebih dahulu saya minta maaf karna
> kepanjangan dan saya ucapkan
> terima kasih atas sumbang sarannya.
> Wassalam,
> BUNDA ALIF


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Movies - coverage of the 74th Academy Awards�
http://movies.yahoo.com/


>> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke