Terima kasih buat Mamanya Dafi, Mba' Diah, Mba' Vinke, Mba' Kania dan Mba' Viena atas masukan dan sarannya,... tetapi saya ingin menambahkan, Bahwa anak saya tidak saya beri makanan cemilan yang mengandung manisan dan karbohidrat yang tinggi dan saya liat dia juga aktif ngga' suka malas mungkin dengan aktifitasnya yg banyak bisa menggantikan olahraga karna memang anak saya belon bisa olahraga spt. renang ato tennis paling juga jalan pagi dengan aktifitasnya aja saya liat dia udah mengeluarkan keringat yg banyak mungkin karna gemuk kali yach, namun yang saya takutkan bahwa nafsu makannya memang sangat baik setelah pagi makan nasi beberapa saat setelah itu dia sudah sanggup menghabiskan susu sebanyak 200 ml. klu cemilan saya sering membuatkan bakwan, risoles, lumpia, tahu goreng soalnya dia memang lebih suka makanan yang gurih daripada yang manis hanya sesekali saja saya memberikan snack lain. Untuk makan malam hari saya sudah mengurangi porsinya, dia suka makan sayuran cuman ngga' suka dengan buah-buahan, padahal jeruk katanya bagus buat anak yang gemuk. Yang ingin saya tanyakan lagi, Kalau memang takaran susunya ngga usah dikurangi, gimana cara menyiasati/mengurangi frekuensi minum susu anak?.....soalnya saya rada bingung, klu susu encer yg saya berikan dia tidak akan mendapatkan nilai gizi yg baik dari susu (rasanya percuma saja dia minum susu) sementara klu di berikan menurut takaran, dia begitu sering minum susu sehari bahkan bisa sampai 7X 200 ml. mungkin netters tau susu apa yang kurang zat lemaknya dan yang baik buat anak yang gendut soalnya anak saya bisa minum segala macam susu ngga ada pantangan sama sekali. Satu lagi yang membuat saya khawatir sekarang ini saya melihat klu kaki Alif agak berbentuk O apakah itu hanya karna pahanya yg bertemu karna gemuk apalagi Alif juga sering saya pakaikan popok kain. Please dong kasih saran lagi, soalnya khawatir banget nich,...tolong yach,...sekali lagi makasih atas saran dan masukkannya.
BUNDA ALIF, -----Original Message----- From: mamanya Dafi [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Thursday, March 28, 2002 8:57 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [balita-anda] Diet untuk anak batita Halo mbak, Masih ada kesempatan untuk si kecil mengurangi obesitasnya, apalagi nanti kalau sudah sekolah. Kalau bisa carikan sekolah yang banyak melakukan gerakan fisik. Menurut saya tujuan mengatur pola makan saat ini jangan ditujukan untuk mengurangi beratnya, tetapi lebih untuk menjaga agar beratnya tidak naik terus, kalau beratnya tetap sementara tingginya bertambah nanti akan sampai pada titik ideal, minimal tidak tergolong ke obesitas lagi. Saya pernah membaca (tapi sumbernya lupa) bahwa obesita mengakibatkan kerja otak tidak optimal karena terlalu banyak lemak yang menempel pada jaringanya. Tetapi masalah yang lebih besar dari penderita obesitas adalah perkembangan kepribadian, kalau dia berada di lingkungan yang kondusif mungkin tidak terlalu bermasalah, tetapi jika lingkungan tidak bisa menerima maka anak jadi tertekan, minder dll sehingga perkembangannya tidak optimal. Mungkin untuk diet yang baik ibu bisa konsultasi dengan ahli gizi, berapa kalori yang dibutuhkan oleh anak ibu dan bagaimana menyusun menunya, selain itu perlu dukungan keluarga untuk anak yang sedang diet, misalnya tidak menyediakan makanan berlemak/berkalori tinggi di rumah, tidak sering jajan di luar dll. Saya rasa mengencerkan susu bukan solusi yang tepat, karena susu tidak mengandung lemak berlebihan. Yang perlu dikurangi justru cemilan diantara waktu makan dan jenis menu pada saat makan. Mamanya Dafi --- Fitri Yanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Netters, > Saya adalah anggota milis pasif yang sudah cukup > lama ikutan bergabung di > milis ini. Kali ini saya ingin sekali minta saran > kepada netters sekalian, > begini..... > Anak Saya Alif 2 th 2 bln dengan berat 22.5 kg, saat > ini dia sudah > dikategorikan obesitas dan diharuskan diet oleh DSA > nya dengan cara > mengurangi minum susu (biasa takaran 3 sendok hanya > boleh 1 sendok saja > dengan perbandingan air 100 cc) sementara untuk > makan nasi seperti biasa > saja, saya sudah menerapkan hal yang demikian pd > putra saya namun saya belum > melihat hasilnya yaitu penurunan berat badan. > Yang ingin saya tanyakan : > - Apakah dengan cara pengurangan takaran susu yang > diberikan, tidak > akan mengurangi nilai gizi yang dikandung oleh > susu tsb (soalnya saya > baca di labelnya tidak boleh encer dan juga tidak > boleh kental) trus > kenapa yach berat badan anak saya tidak turun juga. > > - Bagaimana sebenarnya diet yang baik (yang tentunya > sehat) buat anak > batita seperti anak saya. > - Apakah benar anak yang kegemukkan akan terganggu > perkembangan > otaknya yang mengakibatkan kurangnya daya ingat > (tidak pintar)?.... > Untuk saat ini saya belum melihat tanda-tanda yang > mencurigakan pada anak > saya tetapi saya khawatir banget klu ini > berkelanjutan sampai dia besar > untuk itu saya berharap sekali masukkan dan saran > netters atas masalah saya > ini, terlebih dahulu saya minta maaf karna > kepanjangan dan saya ucapkan > terima kasih atas sumbang sarannya. > Wassalam, > BUNDA ALIF __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Movies - coverage of the 74th Academy Awards� http://movies.yahoo.com/ >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
