Jika rekan rekan milis ingin tahu lebih banyak tentang senam berfungsi
memperlancar kelenjar getah
bening bisa menghubungi saya di nomor 081314645932. karena senam ini
berbeda dari aerobic atau fitness.
 
Mulyadi.

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of IBNU TAUFAN
Sent: Tuesday, September 11, 2007 1:30 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Bicara] Re: Innalillahi wa inna illaihi rajiun.



Bung Mulyadi,
 
Terima kasih perhatian dan simpati, doa-nya ...
Semoga semua berbalas pahala untuk Anda sekeluarga ...
Setelah mengetahui suspect  MM .. anak2 saya rajin browsing
untuk mengenal MM .. dan memang benar penyembuhan paling
eefektif ialah dengan terapi, atau transplatasi sel ... konon sel dari
placenta menjadi pilihan yang banyak dilakukan ..
 
mengenai senam yang berfungsi memperlancar kelnjar getah bening 
menarik juga ... mendiang isteri saya termasuk aktif mengikuti fitness,
bahkan trermasuk kategori maniac (seminggu 4 kaliaerobic, kadang2
ditambah
dengan dengan jalan cepat) ... 
 
anak2 saya sedang merampungkan catatan mereka seputar pengobatan dan
tindakan medis (ada juga yang tidak manusiawi) terhadap ibunya ... serta
hasil 
dari berbagai sumber yang sempat kita jadikan referensi dan argumen
untuk 
mendekat dokter ...  Insya Allah segera rampung akan kami sebar-luaskan
untuk
diambil hikmahnya ..
 
Sekali lagi terima kasih dan 
 
Salam ...
 
 
 

        ----- Original Message ----- 
        From: PTMI Facility - P2 <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
        To: [email protected] <mailto:[email protected]>  
        Sent: Saturday, September 08, 2007 8:40 AM
        Subject: RE: [Bicara] Re: Innalillahi wa inna illaihi rajiun.


        
        Innalillahi wa inna illaihi rajiun
         
        Saya turut berduka pada bapak yang telah ditinggal istri
tercinta semoga tabah menghadapi cobaan 
        saya yakin ada hikmah di balik musibah yang di alami setiap
orang.
        Cuma kadang kadang orang kurang mendapat informasi yang lengkap
tentang derita yang dialami si
        penderita dalam hal ini CA .
        Sebenarnya ada konsep yang bisa mencegah bahkan bisa
menyembuhkan CA itu sendiri misal dengan
        terapi sel atau dengan senam yang berfungsi untuk memperlancar
kelenjar getah bening.Menurut informasi
        yang saya dapat terjadinya CA.Diakibatkan kurang optimalnya
kelenjar getah bening.
         
        Mulyadi

________________________________

        From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Ikhwan Sopa
        Sent: Wednesday, August 29, 2007 8:01 PM
        To: [email protected]
        Subject: [Bicara] Re: Innalillahi wa inna illaihi rajiun.
        
        

        Innalillahi wa inna illaihi rajiun.
        
        Yth Pak Taufan. Saya kaget sekali menerima posting ini, sebab
sampai 
        hari ini memang tidak ada yang memberitahu tentang musibah yang
Pak 
        Taufan alami.
        
        Dalam kesempatan ini, saya secara pribadi dan keluarga, dan
sekaligus 
        mewakili keluarga besar Milis Bicara, ikut berduka cita. Semoga
arwah 
        almarhumah di terima di sisi Allah SWT, dan Pak Taufan serta
keluarga 
        lain yang ditinggalkan, diberi kekuatan untuk bisa bersabar dan 
        ikhlas. Amiieen.
        
        Ikhwan Sopa
        Moderator Milis Bicara.
        
        --- In [email protected] <mailto:bicara%40yahoogroups.com>
, "IBNU TAUFAN" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        >
        > Ibu Lies yang tegar ...
        > 
        > Luar biasa ! 
        > 
        > Saya pikir pengalaman Bu Lies dapat menjadi "knowledge" yang
akan 
        membantu bukan cuma dokter, tetapi juga penderita (pasien) dan
lebih-
        lebih juga keluarga penderita ... seperti yang baru saja saya
alami !
        > 
        > Saya baru saja kehilangan, ditinggal pergi oleh isteri saya, 
        Shermine atau Cherry (sempat juga bertemu dengan Bu Lies) .. 
        persisnya tanggal 17 Agustus 2007, pukul 22.45.. Ketika
meninggal 
        dunia, kami keluarga besar belum percaya dengan indikasi suspect

        multiple myeloma ...CA pada plasma darah.... Kamis 16/8 pagi
masih 
        bisa mandi sendiri, bahkan sekitar pukul 13.00 masih sempat 
        mengubungi saya per telpon mengabarkan kesulitan bernafas ...
Minta 
        agar saya menghubungi dokter ahli pernafasan yang merujuk kami
untuk 
        observasi ke RS PELNI ... Sayangnya, --meskipun saya ikhlas dan 
        menilai ini adalah keputusan Allah-- pihak rumah sakit atau tim 
        dokter terlambat mengambil tindakan .. Bayangkan keluhan semakin

        sesak sejak menjelang siang (pk 11 - 12) ..kok baru ditangani
sekitar 
        pukul 21.00. Itu pun gagal karena perlu guided CT scan yang 
        Alhamdulillah karena 17/8 hari libur (dokter dan sistem
pelayanan di 
        RS juga libur !!??) ..katanya baru bisa dilakukan hari Sabtu
18/8 .. 
        Sekali lagi, mungkin ini juga karena sudah keputusan Allah,
tengah 
        malam (pk 24,00) ternyata ruang/petugas CT Scan bisa membantu
dan 
        dokter bedah pun siap untuk melakukan tindakan (memasang selang
semi 
        permanen guna mengeluarkan cairan dari rongga paru & diafragma)
.. 
        Memang hasilnya tidak banyak menolong, bahkan Almarhumah semakin

        merosot kondisinya setelah masuk ICU pada pkl 02.00 dinihari,
dan 
        bertahan sampai pukul 22.45 WIB. Innalillahi wa inna illaihi
rajiun
        ! Mohon doanya ...
        > 
        > Hikmah yang ingin saya sharing, karena tidak puas dengan
penjelasan 
        dokter, --makanya saya ingin mendorong Bu Lies untuk menuliskan 
        pengalaman hebat-nya menghadapi CA dengan sangat luarbiasa--,
ketika 
        mendapat kabar isteri suspect MM ... saya dan anak2 saya setiap
malam 
        browsing internet. Menelusuri semua situs yang bisa menjelaskan 
        "what, why, when, how" tentang MM ... sumber2 di negeri kita
memang 
        sangat sedikit .. Alhamdulillah kami belajar sangat banyak, dari

        tidak tahu sama sekali, sampai mengenai cukup banyak semua
gejala 
        awal, symptom dan keluhan2 yang sering ditemukan, berbagai tes
klinik 
        dan lab yang harus dilewati, stadium dan setiap
implikasinya..sampai 
        pengobatan yang hanya memberikan "perpanjangan waktu" saja ... 
        BAHKAN, ini yang sangat menjadi inspirasi kami ... kami
menemukan 
        banyak sekali (sekitar 150-an) tulisan dari beberapa situs dan
blog 
        para survivor MM .. yang menceritakan indikasi awal, masa 
        penderitaan, masa pengobatan ..dan yang melewati vonis waktu
secara 
        klinis tetapi masih bertahan hidup ... apa saja yang mereka
lakukan, 
        bagaimana upaya untuk menjaga kondisi tubuh dan metabolismanya,
diet 
        dan suplemen2 yang mereka pergunakan .. Pokoknya kami belajar
banyak
        ..meski pun pelajaran tersebut tidak dapat kami lakukan untuk
isteri/
        ibu kami tercinta, karena Allah lebih menyayangi-Nya dan
memanggil 
        lebih dahulu ...
        > 
        > NAH, Ibu Lies yang super ... saya sudah dua-tiga kali
mendengar dan 
        juga membaca cuplikan cerita tentang perjuangan Ibu Lies
memerangi CA
        ... Alangkah bagus-nya seperti yang Ibu sampaikan untuk menyusun

        CHICKEN SOUP tentang CA itu .. Ibu sudah memulainya, mohon untuk

        diteruskan serta dilengkapi dengan sisi human interest-nya .. 
        termasuk atau yang paling penting menguraikan gejala awal yang
Ibu 
        alami ... juga peran keluarga untuk memotivasi sampai Ibu
bertekad 
        untuk terus berjuang .. Semoga Allahu Rabbi memberikan
hidayah-Nya
        ..dan karena Dia yang memiliki semua penyakit, maka pasti Dia
juga 
        punya Penawar terbaik ..dan dengan ridha-Nya juga mengangkat 
        penyakit Ibu ..serta tentu menyembuhkan dengan
sesembuh-sembuhnya .. 
        Amin.
        > 
        > Sekedar catatan ... yang saya pahami, untuk jenis penyakit 
        tertentu, seperti CA yang serius dan pasti punya pengaruh
psikologis 
        kepada penderita mau pun keluarga, sebaiknya disampaikan kepada 
        keluarga terdekat ....untuk kemudian dengan bijakasana
disampaikan 
        kepada penderita, pertimbangnya keluarga yang tahu persis
kondisi 
        psikologis penderita... TETAPI dalam kasus Almarhumah isteri
saya, 
        justru disampaikan langsung oleh dokter kepada isteri saya ...
dan 
        bayangkan stress yang dihadapi, dampaknya menghadapi kami semua
.. 
        sampai tidak mengijinkan kami menunggui di rumah sakit, kecuali
yang 
        diijinkan hanya pada hari Kamis 16/7 karena esoknya adalah hari
libur 
        nasional ..dan akhirnya hari itulah hari terbaik dia pergi 
        meninggalkan kami semua, --terutama saya bersama tiga puteri
saya
        ... 
        > 
        > Ibu Lies ... terus tegar... !!
        > Saya dan saya pikir kita semua ingin Ibu terus berjuang dan
Insya 
        Allah semua perhitungan akan dilakukan oleh Allahu Rabbi sesuai 
        dengan kemampuan dan ikhtiar Ibu .. Dan doa kami, agar Ibu terus

        sehat dan disempatkan menuliskan/melengkapi semua pengalaman
tersebut
        ... Saya juga sedang mencoba menuliskan pengalaman kami berempat

        "mengenali dan memahami serta mendampingi penderita MM" ...
        > 
        > Salam dan Doa dari saya,
        > 
        > Ibnu Taufan
        > 
        > 
        > ----- Original Message ----- 
        > From: Lies Sudianti 
        > To: [EMAIL PROTECTED]
<mailto:theprofec%40yahoogroups.com>  ; milis Bicara ; lintas milis ; 
        lintasmilis ; KemahmarComm ; [EMAIL PROTECTED]
<mailto:mc-ers%40yahoogroups.com>  ; hobby club ; 
        Komunikasi Empati ; mayapadaprana 
        > Cc: Dede Farhan ; Yetti ; tevy ambara ; muhammad ridwan 
        > Sent: Tuesday, August 28, 2007 5:24 PM
        > Subject: [Bicara] BAGAIMANA CARA MENGHADAPI SEBUAH VONIS
        > 
        > 
        > 
        > 
        > VONIS...... dalam bidang apapun seringkali merupakan sesuatu
yang 
        sangat tidak menyenangkan, apakah itu menderita suatu penyakit
yang 
        mematikan, dipecat atau diputus kontrak, dituduh melakukan
kejahatan 
        yang membuat seseorang harus mendekam di penjara, ditolak, 
        dicerai..... atau vonis dibidang apapun termasuk kegagalan dalam

        bidang pendidikan, semuanya sangat tidak menyenangkan dan
terkadang 
        bisa mempengaruhi kestabilan fisik maupun mental.
        > 
        > Aku ingat sembilan tahun lalu aku divonis menderita kanker
mulut 
        rahim stadium 3 B dimana waktu itu dokter memberikan bayangan
bahwa 
        aku tidak perlu dioperasi yang membuat aku berpikir penyakit ku 
        ternyata tidak parah dan hatiku terasa besar karena dibebaskan
dari 
        penyakit yang menakutkan itu. Tapi apa yang sebenarnya terjadi? 
        ternyata aku tidak jadi dioperasi justru karena sel kankerku
sudah 
        menyebar kemana mana sehingga tidak ada gunanya dioperasi. Yang 
        membuat aku merasa semakin down justru karena aku merasa
penyakitku 
        tidak berbahaya.... seandainya aku tidak merasa diberi harapan 
        kemungkinan aku tidak se-shock saat itu. Ada kemarahan,
ketakutan dan 
        nyaris putus asa yang menyelimuti akal sehatku yang membuat aku 
        merasa kematian sudah sangat dekat.
        > Tapi dengan serta merta aku melawan pikiran yang mengharu biru

        yang nyaris membuatku benar benar putus asa dan apatis karena
merasa 
        sudah tidak mungkin ada harapan. aku memang marah kepada suami
dan 
        adikku yang menerima message dari sang dokter yang tidak mau 
        menyampaikan langsung pada pasien karena alasan keluarga lebih 
        mengenal watak pasien sehingga diharapkan lebih mampu
menyampaikan 
        berita yang kurang menggembirakan tsb. ternyata penanganan
seperti 
        itu justru membuatku marah, tidak ada seorang pun di dunia ini
yang 
        lebih berhak tahu tentang nasib seseorang selain orang itu
sendiri 
        apalagi kalau menyangkut hidup dan mati.
        > Dengan segera kulawan semua pikiran dan perasaan negatip yang 
        melemahkan itu, aku segera bangkit dan berkata pada diriku
sendiri 
        bahwa umur di tangan Tuhan, tidak ada seorang pun yang bisa 
        menentukan kapan kita mati ... walau seorang dokter ahli
sekalipun. 
        Aku yakin sakit tidak berbanding lurus dengan kematian, sakit 
        berbanding lurus dengan sehat sebagai bentuk hukum alam tentang 
        keseimbangan karena itu sampai ajal menjemput kita tidak boleh 
        menyerah separah apapun penyakit yang kita derita. Dan pada saat
itu 
        aku menanamkan pada diriku sendiri bahwa kalaupun sel sel kanker
itu 
        akan merenggut nyawaku maka dia harus bekerja keras untuk
menaklukkan 
        tubuhku karena aku tidak akan membiarkannya menaklukkan aku
dengan 
        mudah. Yang aku lakukan selanjutnya adalah bertanya langsung
pada 
        dokter tentang kondisi penyakitku serta kansku untuk sembuh
sekecil 
        apapun itu layak diperjuangkan dan waktu itu aku memperjuangkan 
        peluang hidup yang 25%. Yang mengherankan saat aku mengembalikan

        segalanya kepada realita tiba tiba semua rasa takut hilang yang
ada 
        justru semangat untuk melawan, semangat untuk menjalani proses 
        kehidupan baru yang belum pernah kubayangkan sebelumnya, bahkan
walau 
        sering mendengar tentang kanker aku sendiri tidak punya bayangan

        seperti apakah bentuknya.
        > 
        > Aku mencari bahan referensi tentang kanker dan membaca banyak 
        tulisan tentang mereka yang sukses melawan kanker salah satunya 
        adalah CHICKEN SOUP buat penderita kanker, aku terus menerus 
        berkomunikasi dengan semua dokter yang menangani aku, aku
membuat 
        catatan dari semua peristiwa yang kujalani obat yang kumakan, 
        kemoterapi, radiasi, sinar dalam, penderitaan yang harus
kujalani 
        selama 4 bulan di rumah sakit, doa dan sholat yang menjadi
sangat 
        nikmat karena jelas yang diminta, aku menjalani semuanya dengan 
        santai, tanpa rasa takut, dan rasa sakit yang luar biasa pun
tidak 
        membuatku mau menelan morfin karena aku yakini ini adalah proses

        mengurangi dosa dosaku yang menggunung. Aku ikhlaskan semuanya
hanya 
        kepada Allah. Aku melakukan meditasi, visualisasi untuk bisa
membunuh 
        dan melawan sel sel kanker yang bersarang ditubuhku, setiap hari
aku 
        olah raga dan olah napas di rumah sakit dan yang pasti aku tidak
mau 
        merasa seperti pasien yang sedang menunggu kematian, aku makan
apa 
        saja seperti orang sehat. Dan aku akan marah sekali kalau ada 
        pengunjung yang menangis karena buatku justru itu membuat aku
menjadi 
        lemah, aku juga menolak mereka yang sakit karena kondisiku
sangat 
        rentan akibat kemoterapi sehingga anti bodiku tidak akan sanggup

        melawan penyakit seringan flu sekalipun. Dengan segala daya
akhirnya 
        aku terbebas dari penyakit itu, walau dokter wanti wanti agar
aku 
        tetap kontrol karena katanya tidak ada istilah sembuh buat
pasien 
        kanker yang ada sel kankernya sudah tidak aktif tapi bisa saja
kambuh 
        lagi jika ada pemicunya yang salah satunya adalah STRESS selain
hidup 
        yang tidak teratur, kita harus kembali ke alam seperti yang
memang 
        sudah dirancang oleh Tuhan agar layak untuk menjadi tempat hidup

        makhluk ciptaanNya, sayangnya tangan tangan jail dan ambisi
manusia 
        yang seringkali justru merusaknya.Kini sembilan tahun sudah
berlalu 
        tapi aku tetap tidak berani takabur karena banyak orang yang
kukenal 
        pernah menderita kanker sekarang ini terjangkit lagi dengan
stadium 
        yang lebih parah. Aku hanya ingin menekankan di sini bahwa VONIS

        apapun yang kita terima jangan langsung membuat kita terpuruk, 
        percayalah segala sesuatu terjadi untuk sebuah alasan karena
tidak 
        ada yang sia sia di alam semesta ini.
        > 
        > Hari ini aku baru saja mendapat VONIS ke dua yang aku anggap 
        cukup berat yaitu KONTRAK KERJA ku di NISSAN akan berakhir bulan

        depan, aku sempat shock, gamang, sedih, merasa dicampakkan
setelah 
        pengabdianku selama ini, belum lagi membayangkan ke 3 anakku
yang 
        masih sekolah yang membutuhkan banyak biaya tapi kemudian aku
sadar 
        semua perasaan negatip itu justru akan membuat aku semakin lemah
dan 
        tidak berdaya karena itu langsung aku switch off. Aku tanamkan
pada 
        diriku bahwa WE ARE THE MASTER OF OURSELVES..... SO NEVER LET 
        ANYTHING TAKE THE CONTROL.
        > 
        > Aku percaya Tuhan tidak akan mencoba umatNya di luar 
        kemampuannya, pasti ini hanya merupakan proses tertutupnya
sebuah 
        pintu untuk memberi kesempatan terbukanya pintu pintu lain yang 
        lebih menjanjikan.
        > 
        > Beruntung aku kini punya PROFEC yang memberi sebuah arti
buatku 
        semoga aku bisa punya lebih banyak waktu untuknya. Akupun yakin 
        keberadaan milis ini pasti bukan tanpa alasan, karena tak ada
satupun 
        kejadian di alam semesta ini tanpa ijin Tuhan bahkan sebuah daun

        kering pun berjatuhan karena ijin Nya.
        > 
        > Salam EPOS,
        > 
        > Lies Sudianti
        > Founder & Moderator the Profec
        > 0816995258
        > [EMAIL PROTECTED]
        >
        
        

         
        
________________________________

        This message (including any attachments) is only for the use of
the person(s) for whom it is intended. It may contain Mattel
confidential, proprietary and/or trade secret information. If you are
not the intended recipient, you should not copy, distribute or use this
information for any purpose, and you should delete this message and
inform the sender immediately. 

        

 

Kirim email ke