Dear Binusian setelah baca-baca saya jadi tertarik untuk menyumbang sedikit
pendapat saya :)

Kadang-kadang kita tidak bisa melihat hanya dari sisi pelamar pekerjaan
(pencari pekerjaan). Kita sekali-kali harus survei dan mengetahui dari sisi
perusahaan, baik dari Owner mapun HRD Manager/Director (pemberi pekerjaan).

Di indonesia banyak aturan dan pajak yg harus dibayar untuk hire seorang
karyawan, dari THR, santunan , jamsostek dll. Untuk perusahaan mereka
kadang-kadang mendapatkan karyawan yang tidak sesuai dengan harapan setelah
bekerja 1-2 tahun si karyawan cari-cari supaya di pecat dan dapet pesangon (
ini tidak semua karyawan lho :D ).
Atau karyawan sudah terlalu tua jadi masa bakti cuma sebentar tahu-tahu
sudah minta pensiun, atau karyawan kurang sehat nanti minta biaya pengobatan
terus-menerus dan pekerjaan tidak selesai-selesai, mau dikeluarin takut kena
tuntut dll.
Dan untuk yang punya perusahaan mereka pasti kuatir dengan westing money dan
time, karena kalau mereka sudah dibikin pusing dengan urusan karyawan,
perusahaan tidak akan bisa perform baik dari segi penjualan dan produksi.

Dan sedikit clue soal pajak, perusahaan kalau sudah pernah lapor punya 4
karyawan ke kantor pajak dan pada saat lapor berikutnya ke kantor pajak
karyawan tinggal 3 akan jadi pertanyaan oleh kantor pajak. Dan Mereka akan
datang periksa, biasanya ini akan ada biaya tambahan untuk bikin semua
lancar :)

Selain itu buat perusahaan kalau sampai salah hire karyawan itu bisa
merupakan suatu kesalahan dari HRD atau Owner, karena pekerjaan sudah di
depan mata tidak bisa ditunda karena karyawan tidak perform. Dan urusannya
si perusahaan akan kena pinalty yg tidak mungkin dibebankan kekaryawan. Dan
gawatnya lagi kredibilitas perusahaan juga dipertaruhkan, bisa-bisa
kehilangan calon customer atau bahkan customer lama.

Jadi menurut saya saat perusahaan memberikan banyak batasan di depan
wajar-wajar saja. Karena mereka tidak mau salah hire karyawan.  Misal untuk
sekelas developer mereka membutuhkan karyawan berumur 25-30, karena dimasa
itu biasa developoer masih perform. Dan sesudah itu biasa otak manusia mulai
agak berkurang untuk berpikir sebagai developer ( walau tidak semua begitu
). Dan untuk sekelas manager mereka mencari yg 30-35 tahun, karena
pengalaman hidup sudah membentuk kepribadian, juga  untuk direktur sering
cari yg umur diatas 40 tahun. Hal ini semua cuma sebagai perumpamaan, tetapi
saya juga banyak bertemu dengan orang-orang yg masih muda, tetapi cara
berpikir dan pengalaman lebih matang daripada yg berumur.
Malah banyak yg masukin minimum GPA, padahal belum tentu yg GPA kecil tidak
mempunyai kemampuan kerja lebih jelek dari yg tinggi. Saya ada beberapa
kawan yg cuma lulus SMA atau Drop out atau GPA kecil tetapi mereka berhasil
dalam berusaha atau bekerja.
Tetapi para perusahaan tetap beranggapan yg GPA tinggi pasti mereka orang yg
rajin belajar, jadi pasti nggak masalah kalau disuruh belajar untuk kerja :)

sebenernya masih banyak parameter lain yg akan jadi panjang kalau
diceritakan disini, saya mendapatkan ini karena sering tukar pikiran dengan
para owner, direktur, HRD dari suatu perusahaan, mereka memang harus
berhati-hati dalam hire karyawan, karena banyak aturan yg harus dijalankan
setelah se-orang karyawan diterima. Oleh karena itu kenapa ada independent
company yg bergerak khusus dibidang hire perusahaan sampai ke psychotest,
untuk mendapatkan atitude dari sang karyawan. Juga mereka suruh calon
karyawan untuk melakukan test kesehatan sebelum diterima sebagai karyawan,
padahal itu semua cost yg harus dikeluarkan oleh perusahaan sebelum calon
karyawan diterima sebagai karyawan. Buat perusahaan besar, cost itu lebih
kecil dibanding resiko setelah karyawan diterima tetapi diluar ekspektasi

Diluar semua itu memang ada perusahaan yg memang agak kurang ajar
memperlakukan karyawan atau calon karyawan dengan tidak wajar.

 Jadi menurut saya, kita harus melihat dari 2 sisi, dari sisi pencari
pekerjaan dan pemberi pekerjaan khususnya untuk kondisi di Indonesia,
sehingga kita bisa lebih bijaksana menanggapi segala aturan yg dikelurakan
oleh perusahaan. Mohon jangan dibandingkan dengan negara lain yag aturan
ketenaga kerjaan dan aturan pajak juga lain :), apalagi dibandingkan dengan
negara maju.

Mohon maaf kalau saya menyinggung binusian atau salah memberikan informasi.

Cheers
Handy


On 2/23/08, Chun Khu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau menurut saya ada baiknya juga sebuah perusahaan menyampaikan secara
> detail kriteria orang yang dia inginkan. dari pada dia menutupi dengan
> alasan takut menyinggung usia, jenis kelamin dan sebagainya.
> Kasihan kita yang keluar waktu dan tenaga nulis lamaran, keluar ongkos
> kirim, ongkos fotokopi serta ongkos perasaan karena harap - harap cemas
> "gue
> dipanggil ngak ya ?". padahal tidak akan pernah dipanggil untuk interview.
>
> Dari sisi lain kasihan juga orang HRDnya karena harus sortir lamaran yang
> tidak sesuai dengan kriteria tetapi tidak dapat mereka filter karena
> alasan
> tadi diatas...
>
> Dari sisi environment, dapat mengurangi kertas yang dipergunakan, berarti
> berkurang juga hutan yang harus ditebang ...
>
> just my 2 cents
> Chun Khu
>
>
>
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Yudi Setia H" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "Binusnet" <[email protected]>
> Sent: Saturday, February 23, 2008 1:46 AM
> Subject: Re: [BinusNet] [diskusi] Lowongan Pekerjaan dan Diskriminasi
>
>
> > Ehm gak make sense aja ntar ada lowongan programmer for fresh graduate..
> Yang lamar bapak2 umur 40 thn... Ok... Dari sisi manusia why not... Dari
> sisi orang HRD wedeh siap nerima ini orang?? Gue rasa syarat dalam
> lowongan
> itu bukan deskriminasi, tapi filter buat menyaring calon pelamar.... Gak
> ada
> filter atau syarat ya siap2 aja ada lowongan yang isinya everyone welcome
> :)
> ntar ada tukang jamu ikut2an lamar jadi programmer bisa keringetan tuh HRD
> :)
> >
> > *just mu 2 cents*
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "Eko Prasetya" <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> > Date: Thu, 21 Feb 2008 21:17:00
> > To:[email protected]
> > Subject: Re: [BinusNet] [diskusi] Lowongan Pekerjaan dan Diskriminasi
> >
> >
> > It's sad, but it's true.
> >
> >  Di US tidak ada batasan umur. Perusahaan saya sebelumnya punya
> >  engineer yang umur-nya 60,
> >  and he's good.
> >  Dan mengenai gaji, itu kan relatif. Tapi jika dibandingkan dengan gaji
> >  di Indo, hampir dipastikan jauh
> >  lebih besar.
> >  Sebagai perbandingan, berdasarkan masukan dari rekan-rekan Binusian,
> >  gaji fresh-graduate ~Rp. 2 juta setahun,
> >  kira-kira sama dengan gaji 2 hari kerja di US (atau 1 hari kerja,
> >  kalau diterima di perusahaan yang bagus).
> >
> >  KOkon.
> >
> >  2008/2/21 Yudi Setia H <yudish.milisgadget@
> <mailto:yudish.milisgadget%40gmail.com> gmail.com>:
> >  > Emang kalo di luar indo ngga ada batasan umur? Emang kalo di luar
> indo
> ada perusahaan yang bilang kalo kerja di sini gaji bakal gede... I don't
> think so... :D
> >
> >
> > "We cannot all do great things.But we can do small things
> > with great love." - Mother Teresa
> > ---------------------------------------------------------
> >
> > BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> > Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
> >
> > Stop or Unsubscribe: send blank email to
> [EMAIL PROTECTED]
> > Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
>
>
>
>
> "We cannot all do great things.But we can do small things
> with great love." - Mother Teresa
> ---------------------------------------------------------
>
> BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
>
> Stop or Unsubscribe: send blank email to
> [EMAIL PROTECTED]
> Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke