Tapi solusi dari HR filtering itu bukan dengan diskriminasi. Salah satunya bisa dengan phone screening, atau interview test lewat e-mail, etc. It's cheap, dan cukup efektif untuk filtering.
Bahkan dengan diskriminasi-pun, tukang jamu juga bisa ikut-ikutan lamar jadi programmer. Bagaimana dengan nasib mereka yang mengubah karir, atau melanjutkan sekolah di usia tua? Sudah merupakan tugas HRD untuk menyaring mana yang layak dan mana yang tidak. Dan itu semua boils down to technical and attitude. KOkon. 2008/2/22 Yudi Setia H <[EMAIL PROTECTED]>: > Ehm gak make sense aja ntar ada lowongan programmer for fresh graduate.. Yang > lamar bapak2 umur 40 thn... Ok... Dari sisi manusia why not... Dari sisi > orang HRD wedeh siap nerima ini orang?? Gue rasa syarat dalam lowongan itu > bukan deskriminasi, tapi filter buat menyaring calon pelamar.... Gak ada > filter atau syarat ya siap2 aja ada lowongan yang isinya everyone welcome :) > ntar ada tukang jamu ikut2an lamar jadi programmer bisa keringetan tuh HRD :) > > *just mu 2 cents*
