Hi...mariah_kere
coba deh kamu jujur sama hati kamu, bahwa kamu bisa seperti sekarang ini 
adalah karena keluarga kamu. kamu bisa sekolah dari SD - kuliah itu tentunya 
kan atas biaya orang tua kamu,
so aku rasa kamu bisa menjadi seorang yang "bijaksana" dengan berbalas budi 
kepada orang tua (siapa dan bagaimanapun keadaan mereka)
jangan sampe menjadi 'kacang lupa kulitnya'. jadilah seseorang yang bisa 
berguna bagi orang lain terlebih keluarga kita sendiri.
ingat.. di balik Rizki yang kita peroleh ada hak2 mereka loh, 
jangan menjadi sombong karena keadaan kamu sekarang (karena bisa jadi ini  
berkat doa keluarga kamu juga)
dan kalo kamu ikhlas untuk berbagi pasti deh bukan beban ato stress yang 
dirasakan, but the satisfacation (KEPUASAN).
aku juga yakin kamu masih bisa menabung (meskipun sedikit) dan masa depan 
memang perlu di pikirkan tapi bukan dengan mengorbankan orang2 yang telah 
sangat sangat berjasa dalam kehidupan kita..apalagi sampe berniat memutuskan 
silaturahmi dengan mereka.
Semoga Tuhan selalu memelihara kesucian dan keikhlasan hati kamu dan menjaga 
kamu untuk tidak terlalu mencintai kehidupan dunia. Amien


  ----- Original Message ----- 
  From: mariah_kere 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, February 22, 2007 3:56 AM
  Subject: [CuRhAt] menderita


  saya terlahir dari keluarga yang pas-pas bahkan terbilang 
  kekurangan. hanya karena karunia dari tuhan saja, maka keluarga kami 
  bisa hidup.

  saya mengalami permasalah dan dilema, semenjak lulus kuliah. saya 
  langsung bekerja hingga saat ini, dan dari kakak dan adik saya 
  hanyalah saya saja yang sudah bekerja. dari awal hingga sekian tahun 
  bekerja, saya selalu mengirimkan uang untuk keluarga dari gaji saya.

  saya akui saya salah karena terlalu jujur pada orangtua mengenai 
  penghasilan yang saya peroleh dari bekerja, sehingga orangtua 
  menjadi kebablasan dan dengan gampangnya melempar tanggung jawab 
  terhadap adik-adik saya yang masih kecil kepada saya untuk 
  menyekolahkannya..

  jujur saja, saya sangat benci dengan kenyataan ini... di satu sisi 
  saya ingin menabung untuk masa depan dan hidup mandiri nanti.. di 
  sisi lain, keluarga saya terus merong-rong saya untuk terus 
  mengirimkan uang demi mencukupi kebutuhan dan sekolah adik2 saya... 
  dalam hal ini, saya membenci ayah dan kakak saya dengan teramat 
  sangat karena mereka tidak mau bertanggung jawab..

  terbersit dalam hati saya untuk memutuskan hubungan dengan keluarga 
  saya... dengan kata lain saya tidak mau berhubungan dengan ayah, 
  ibu, dan saudara2 saya lagi untuk selamanya..

  tapi saya percaya hukum karma... saya takut sial seumur hidup karena 
  membenci keluarga saya... aduuuhhhh...

  apa yang harus saya lakukan ya... stresssss sekali rasanya....



   

Kirim email ke