wih mariah panjang banget ceritanya, he... maaf mariah menurut q memang wajar km marah dan sakit hati seperti itu pada keluarga mu? itu wajar!! tapi km harus ingat bagaimanapun mereka itu keluarga mu tanpa mereka km tidak akan ada dan tidak mungkin km menjadi seperti mariah yang sekarang ini... mariah dendam yang km berikan ke keluarga km q takut itu akan terulang kembali pada keluarga km nantinya karena sejarah itu pasti akan terulang kembali... q hanya bisa memberikan saran coba lah untuk memaafkan walau q tau hati mu sangat terluka...karena q yakin mereka itu sudah sadar akan kesalahan mereka hanya saja Gengsi... dengan km membantu mereka q yakin km akan menemukan kebahagiaan dan kebaikan yg km berikan kepada keluarga mu itu akan berbalas kesempurnaan hidup karena km berhasil membuat mereka sadar...........
----- Original Message ---- From: Geri Halliwell <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, March 6, 2007 2:07:15 AM Subject: Re: [CuRhAt] menderita curhat ya... panjang banget nih... ceritanya.. aku punya tabungan 32 juta yang udah aku kumpulkan dengan keringat dan air mata selama bekerja... lalu tiba-tiba hari minggu lalu mamaku minta uang 30 juta untuk membayar utang papaku yang lagi kebelit masalah karena "kebodohannya" ... inilah curhat terlengkapku. .. jujur aja, ayahku itu tipikal ayah yang pantas dibenci, nggak pantas dijadikan panutan.... kerjanya hanya main perempuan dan suka membentak serta mengusirku dari rumah kalau sedang marah (kadang marah hanya hal sepele, namun langsung membentak dengan kata2 stress... dalam hati aku miriissss banget dengan sikap ayahku... makanya aku nabung mati2an... supaya bisa meninggalkan rumah yang lebih pantas disebut "neraka" tersebut... aku belum selesai cerita ya mengenai masalahku... hubungan kami sekeluarga sangat tidak harmonis... kami saling membenci satu sama lain... terutama pada ayahku... aku membencinya dengan segenap jiwaku... tapi anehnya meski ayahku tahu aku membencinya, ia memakluminya. .. mungkin ia tahu diri dengan perlakuan kasarnya terhadapku selama ini... aku sangat membencinya. ... amat membencinya. .. dengan ibuku... perasaanku terkadang berubah... kadang aku kasihan sekali padanya... namun kadang aku sangat membencinya. .. bencinya aku bukan tanpa alasan... sama seperti ayahku, ia sangat kasar padaku... kadang seandainya aku berpikir untuk membiarkannya mati karena stress..., rasain! salah sendiri, ngapain bikin anak banyak dan punya suami bajingan... dengan abangku.... aku sangat membencinya. .. ia selalu menghinaku sejak aku kecil hingga kuliah.... tapi roda berputar... lulus kuliah aku langsung bekerja dengan gaji yang besar... dan dia harus menamatkan kuliahnya melebihi batas hingga dua tahun dan saat lulus hanya jadi pengangguran. .. padahal ia lulusan sarjana dari UI... RASAKAN, ia pernah mencoba untuk meminta uang padaku untuk modalnya mencari kerja... mana sudi aku memberinya.. . manusia bajingan yang sombong dan pemalas harus dapat ganjarannya. .. aku nggak mau munafik, aku selalu membalas kebaikan dengan kebaikan dan membalas kejahatan dengan kejahatan... dengan itu aku puas.... kadang aku berpikir.. persetan dengan ajaran agamaku yang mengatakan untuk mengasihi musuhku... MAAF... aku manusia biasa... aku bukan kristus... aku tak sudi mengasihi musuhku... dengan adik2ku... perasaan ku sama... kadang sayang, terkadang benci... tapi lebih sering benci.. karena mereka adalah adik yang tak tahu terimakasih. .. mereka bisanya hanya minta uang padaku tapi tidak berbuat baik padaku... sungguh sangat KURANG AJAR... dan sekarang adikku yang mau kuliah minta aku untuk membiayainya. .. NGAPAIN ?... mana sudi aku... aku berjanji mau membiayainya jika ia lulus S1 di UI... kalau tidak... silahkan menganggur atau melacur untuk biaya kuliah sendiri... Saat ini keluargaku tersebut sedang tertimpa masalah keuangan yang besar... sebenarnya aku bisa membantu mereka dengan uang tabunganku.. . tapi MAAF, aku tak sudi... aku masih menyimpan dendam terhadap mereka... biarkan mereka tahu rasa dan merasakan kepedihan yang sama seperti aku alami.... mobil dijual, rumah dijual... rasakan... aku puas melihat ayahku yang sombong dan angkuh itu menjual harta yang dulu sangat ia banggakan... dan yang lebih menyedihkan. .. ia menjualnya karena "kebodohannya" ... aku masih ingat kata2nya saat mengusirku dari rumah... ia lebih memilih keponakannya daripada aku anak kandungnya sendiri... RASAKAN... biar tahu rasa dia... kini keponakan kesayangan yang ia banggakan tak mampu membantunya. .. RASAKAN... biar ia mati karena stress... ayahku memang bajingan yang tahu diri... meski ia tertimpa masalah keuangan yang hebat dan tahu aku sebenarnya bisa membantunya. .. IA MALU... ia tak berani menelponku untuk meminta bantuan... mungkin ia sadar akan kesalahannya di masa lalu padaku... ia menyuruh mamaku untuk meminta uangnya padaku... tapi aku tak bergeming... aku tetap pada pendirianku untuk mengatakan TIDAK... meski mamaku bilang ayahku bisa mati karena stress... aku tertawa... ha ha ha... memangnya siapa dia?... apa pantas aku berkorban untuk seorang bajingan ?... kalau sudah waktunya mati, ya mati aja... kamu2 yang baca curhatku mungkin mengira aku "sakit"... ya... aku memang sakit, sakit karena dendam terhadap keluargaku yang telah menyakitiku sedemikian hebat... dibalik itu semua... hanya kekasihku yang mampu menentramkan hatiku... ia selalu meredam dendamku dengan lelucon dan tawanya... Mariah Kere Geri Halliwell <mariah_kere@ yahoo.com> wrote: aduhhh.... makasih banget ya buat afif dan linah... masukan dari kalian tersebut sangat menenangkan hati dan perasaan saya... bahkan setelah membaca masukan dari kamu berdua dan merenungkannya. .. saya jadi malu sendiri... tapi yah... saya manusia.... saya berencana menikah dengan pujaan hati saya, punya anak dan berumah tangga.... dan untuk menuju hal itu... Modal adalah salah satu syarat utama... untuk itu saya menabung... tapi... yah, seperti kata afif... saya akan berusaha untuk ikhlas dalam segala hal, ikhlas berkorban demi keluarga, dan ikhlas memberi... saya yakin tuhan akan mengganti berlipat-lipat jika ikhlas dalam memberi... terimakasih, Mariah afif sudiono <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: mba/mas... benar sekali kata mba herlinah. ingatlah, tidak banyak yang seberuntung mba di beri kesempatan berbakti kepada orang tua. Ingat jua, bahwasanya kita bisa sekolah, bekerja dan mapan bukan karena kita pintar atopun kita lebih.. tapi aku yakin sekali bahwasanya sang anak bisa berhasil karena Doa dan keikhlasan Orangtua mengasuh dan memberikan kehidupan kepada anaknya. Jika perasaan marah itu muncul, segera tepislah dengan air tobat seraya ber doa pada Tuhan" Oh Tuhan, Tmbahkanlah Rizqi yang ada dengan penuh keberkahan.. alangkah mulianya manakala Qita mampu membanggakan Orang tua. Ingatlah ketika kita marah dengan ingatan akan Air Susu Ibu yang telah di berikan kepada kita. Ingatlah bagaimana beliau mengandung kita selama sembilan bulan, membelikan kita pakaian dan yang lainnya. kalo masalah menabung... Insya Alloh, dari keberkahan dan keridoan yang mba/mas berikan akan bertambah dan mba/mas bisa segera menabung Linah Herlinah <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: Buat kamu Mariah Sebetulnya yang kamu alami itu sama dengan aku, yah dari keluarga pas-pasan dan harus mencukupi kebutuhan semua, tapi bedanya kalau aku enggak pernah mengeluh dan perasaan di hatiku selalu bangga karena aku bisa membantu kedua orang tua,asal kamu tahu aja setiap bulan orang tuaku, saudara-saudaraku selalau datang kerumahku, dan setiap mereka pulang aku harus memberikan uang, tapi saja tidak benci dengan kenyataan semua, malah aku tabah menghadapinya dan selalu berdoa semoga di tambah segala nya dari yang maha kuasa. dan saya pun selalu jujur ke Ortu ku, berapa gajiku, namun prinsipku aku selalu bangga kepada mereka, dan inilah kesempatanku untuk berbakti. yah jadi janganlah sekali-kali kamu membenci mereka hanya karena masalah sepele seperti itu,masih banyak yang lebih menderita dari kamu. jadi syukurilah Nikmat yang Tuhan berikan mariah_kere <mariah_kere@ yahoo.com> wrote: saya terlahir dari keluarga yang pas-pas bahkan terbilang kekurangan. hanya karena karunia dari tuhan saja, maka keluarga kami bisa hidup. saya mengalami permasalah dan dilema, semenjak lulus kuliah. saya langsung bekerja hingga saat ini, dan dari kakak dan adik saya hanyalah saya saja yang sudah bekerja. dari awal hingga sekian tahun bekerja, saya selalu mengirimkan uang untuk keluarga dari gaji saya. saya akui saya salah karena terlalu jujur pada orangtua mengenai penghasilan yang saya peroleh dari bekerja, sehingga orangtua menjadi kebablasan dan dengan gampangnya melempar tanggung jawab terhadap adik-adik saya yang masih kecil kepada saya untuk menyekolahkannya. . jujur saja, saya sangat benci dengan kenyataan ini... di satu sisi saya ingin menabung untuk masa depan dan hidup mandiri nanti.. di sisi lain, keluarga saya terus merong-rong saya untuk terus mengirimkan uang demi mencukupi kebutuhan dan sekolah adik2 saya... dalam hal ini, saya membenci ayah dan kakak saya dengan teramat sangat karena mereka tidak mau bertanggung jawab.. terbersit dalam hati saya untuk memutuskan hubungan dengan keluarga saya... dengan kata lain saya tidak mau berhubungan dengan ayah, ibu, dan saudara2 saya lagi untuk selamanya.. tapi saya percaya hukum karma... saya takut sial seumur hidup karena membenci keluarga saya... aduuuhhhh... apa yang harus saya lakukan ya... stresssss sekali rasanya.... Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates. Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited. Never Miss an Email Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile. Get started! Need a quick answer? Get one in minutes from people who know. Ask your question on Yahoo! Answers. ____________________________________________________________________________________ Never miss an email again! Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/

