curhat ya... panjang banget nih...
   
   
  ceritanya.. aku punya tabungan 32 juta yang udah aku kumpulkan dengan 
keringat dan air mata selama bekerja... lalu tiba-tiba hari minggu lalu mamaku 
minta uang 30 juta untuk membayar utang papaku yang lagi kebelit masalah karena 
"kebodohannya"... 
   
  inilah curhat terlengkapku...
   
   
  jujur aja, ayahku itu tipikal ayah yang pantas dibenci, nggak pantas 
dijadikan panutan.... kerjanya hanya main perempuan dan suka membentak serta 
mengusirku dari rumah kalau sedang marah (kadang marah hanya hal sepele, namun 
langsung membentak dengan kata2 stress... dalam hati aku miriissss banget 
dengan sikap ayahku... makanya aku nabung mati2an... supaya bisa meninggalkan 
rumah yang lebih pantas disebut "neraka" tersebut...
   
  aku belum selesai cerita ya mengenai masalahku... hubungan kami sekeluarga 
sangat tidak harmonis... kami saling membenci satu sama lain... terutama pada 
ayahku... aku membencinya dengan segenap jiwaku... tapi anehnya meski ayahku 
tahu aku membencinya, ia memakluminya... mungkin ia tahu diri dengan perlakuan 
kasarnya terhadapku selama ini... aku sangat membencinya.... amat 
membencinya... 
   
  dengan ibuku... perasaanku terkadang berubah... kadang aku kasihan sekali 
padanya... namun kadang aku sangat membencinya... bencinya aku bukan tanpa 
alasan... sama seperti ayahku, ia sangat kasar padaku... kadang seandainya aku 
berpikir untuk membiarkannya mati karena stress..., rasain! salah sendiri, 
ngapain bikin anak banyak dan punya suami bajingan... 
   
  dengan abangku.... aku sangat membencinya... ia selalu menghinaku sejak aku 
kecil hingga kuliah.... tapi roda berputar... lulus kuliah aku langsung bekerja 
dengan gaji yang besar... dan dia harus menamatkan kuliahnya melebihi batas 
hingga dua tahun dan saat lulus hanya jadi pengangguran... padahal ia lulusan 
sarjana dari UI... RASAKAN, ia pernah mencoba untuk meminta uang padaku untuk 
modalnya mencari kerja... mana sudi aku memberinya... manusia bajingan yang 
sombong dan pemalas harus dapat ganjarannya... aku nggak mau munafik, aku 
selalu membalas kebaikan dengan kebaikan dan membalas kejahatan dengan 
kejahatan... dengan itu aku puas.... kadang aku berpikir.. persetan dengan 
ajaran agamaku yang mengatakan untuk mengasihi musuhku... MAAF... aku manusia 
biasa... aku bukan kristus... aku tak sudi mengasihi musuhku...
   
  dengan adik2ku... perasaan ku sama... kadang sayang, terkadang benci... tapi 
lebih sering benci.. karena mereka adalah adik yang tak tahu terimakasih... 
mereka bisanya hanya minta uang padaku tapi tidak berbuat baik padaku... 
sungguh sangat KURANG AJAR... dan sekarang adikku yang mau kuliah minta aku 
untuk membiayainya... NGAPAIN ?... mana sudi aku... aku berjanji mau 
membiayainya jika ia lulus S1 di UI... kalau tidak... silahkan menganggur atau 
melacur untuk biaya kuliah sendiri...
   
  Saat ini keluargaku tersebut sedang tertimpa masalah keuangan yang besar... 
sebenarnya aku bisa membantu mereka dengan uang tabunganku... tapi MAAF, aku 
tak sudi... aku masih menyimpan dendam terhadap mereka... biarkan mereka tahu 
rasa dan merasakan kepedihan yang sama seperti aku alami.... mobil dijual, 
rumah dijual... rasakan... aku puas melihat ayahku yang sombong dan angkuh itu 
menjual harta yang dulu sangat ia banggakan... dan yang lebih menyedihkan... ia 
menjualnya karena "kebodohannya"... aku masih ingat kata2nya saat mengusirku 
dari rumah... ia lebih memilih keponakannya daripada aku anak kandungnya 
sendiri... RASAKAN... biar tahu rasa dia... kini keponakan kesayangan yang ia 
banggakan tak mampu membantunya... RASAKAN... biar ia mati karena stress...
   
  ayahku memang bajingan yang tahu diri... meski ia tertimpa masalah keuangan 
yang hebat dan tahu aku sebenarnya bisa membantunya... IA MALU... ia tak berani 
menelponku untuk meminta bantuan... mungkin ia sadar akan kesalahannya di masa 
lalu padaku... ia menyuruh mamaku untuk meminta uangnya padaku... tapi aku tak 
bergeming... aku tetap pada pendirianku untuk mengatakan TIDAK... meski mamaku 
bilang ayahku bisa mati karena stress... aku tertawa... ha ha ha... memangnya 
siapa dia?... apa pantas aku berkorban untuk seorang bajingan ?... kalau sudah 
waktunya mati, ya mati aja...
   
  kamu2 yang baca curhatku mungkin mengira aku "sakit"... ya... aku memang 
sakit, sakit karena dendam terhadap keluargaku yang telah menyakitiku 
sedemikian hebat... 
   
  dibalik itu semua... hanya kekasihku yang mampu menentramkan hatiku... ia 
selalu meredam dendamku dengan lelucon dan tawanya... 
   
   
  Mariah Kere
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
  

Geri Halliwell <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            aduhhh.... makasih banget ya buat afif dan linah...
   
  masukan dari kalian tersebut sangat menenangkan hati dan perasaan saya... 
bahkan setelah membaca masukan dari kamu berdua dan merenungkannya... saya jadi 
malu sendiri...
   
  tapi yah... saya manusia.... saya berencana menikah dengan pujaan hati saya, 
punya anak dan berumah tangga.... dan untuk menuju hal itu... Modal adalah 
salah satu syarat utama... untuk itu saya menabung... 
   
  tapi... yah, seperti kata afif... saya akan berusaha untuk ikhlas dalam 
segala hal, ikhlas berkorban demi keluarga, dan ikhlas memberi... saya yakin 
tuhan akan mengganti berlipat-lipat jika ikhlas dalam memberi...
   
  terimakasih,
  Mariah
   
  

afif sudiono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        
mba/mas... benar sekali kata mba herlinah.
  ingatlah, tidak banyak yang seberuntung mba di beri kesempatan berbakti 
kepada orang tua.
  Ingat jua, bahwasanya kita bisa sekolah, bekerja dan mapan bukan karena kita 
pintar atopun kita lebih.. tapi aku yakin sekali bahwasanya sang anak bisa 
berhasil karena Doa dan keikhlasan Orangtua mengasuh dan memberikan kehidupan 
kepada anaknya.
  Jika perasaan marah itu muncul, segera tepislah dengan air tobat seraya ber 
doa pada Tuhan" Oh Tuhan, Tmbahkanlah Rizqi yang ada dengan penuh keberkahan..
  alangkah mulianya manakala Qita mampu membanggakan Orang tua.
  Ingatlah ketika kita marah dengan ingatan akan Air Susu Ibu yang telah di 
berikan kepada kita. Ingatlah bagaimana beliau mengandung kita selama sembilan 
bulan, membelikan kita pakaian dan yang lainnya.
  kalo masalah menabung... Insya Alloh, dari keberkahan dan keridoan yang 
mba/mas berikan akan bertambah dan mba/mas bisa segera menabung
   
   
  
Linah Herlinah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Buat kamu Mariah
  Sebetulnya yang kamu alami itu sama dengan aku, yah dari keluarga pas-pasan 
dan harus mencukupi kebutuhan semua, tapi bedanya kalau aku enggak pernah 
mengeluh dan perasaan di hatiku selalu bangga karena aku bisa membantu kedua 
orang tua,asal kamu tahu aja setiap bulan orang tuaku, saudara-saudaraku 
selalau datang kerumahku, dan setiap mereka pulang aku harus memberikan uang, 
tapi saja tidak benci dengan kenyataan semua, malah aku tabah menghadapinya dan 
selalu berdoa semoga di tambah segala nya dari yang maha kuasa. dan saya pun 
selalu jujur ke Ortu ku, berapa gajiku, namun prinsipku aku selalu bangga 
kepada mereka, dan inilah kesempatanku untuk berbakti. yah jadi janganlah 
sekali-kali kamu membenci mereka hanya karena masalah sepele seperti itu,masih 
banyak yang lebih menderita dari kamu. jadi syukurilah Nikmat yang Tuhan berikan
mariah_kere <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      saya terlahir dari keluarga yang pas-pas bahkan terbilang 
kekurangan. hanya karena karunia dari tuhan saja, maka keluarga kami 
bisa hidup.

saya mengalami permasalah dan dilema, semenjak lulus kuliah. saya 
langsung bekerja hingga saat ini, dan dari kakak dan adik saya 
hanyalah saya saja yang sudah bekerja. dari awal hingga sekian tahun 
bekerja, saya selalu mengirimkan uang untuk keluarga dari gaji saya.

saya akui saya salah karena terlalu jujur pada orangtua mengenai 
penghasilan yang saya peroleh dari bekerja, sehingga orangtua 
menjadi kebablasan dan dengan gampangnya melempar tanggung jawab 
terhadap adik-adik saya yang masih kecil kepada saya untuk 
menyekolahkannya..

jujur saja, saya sangat benci dengan kenyataan ini... di satu sisi 
saya ingin menabung untuk masa depan dan hidup mandiri nanti.. di 
sisi lain, keluarga saya terus merong-rong saya untuk terus 
mengirimkan uang demi mencukupi kebutuhan dan sekolah adik2 saya... 
dalam hal ini, saya membenci ayah dan kakak saya dengan teramat 
sangat karena mereka tidak mau bertanggung jawab..

terbersit dalam hati saya untuk memutuskan hubungan dengan keluarga 
saya... dengan kata lain saya tidak mau berhubungan dengan ayah, 
ibu, dan saudara2 saya lagi untuk selamanya..

tapi saya percaya hukum karma... saya takut sial seumur hidup karena 
membenci keluarga saya... aduuuhhhh...

apa yang harus saya lakukan ya... stresssss sekali rasanya....




    
---------------------------------
  Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.   




    
---------------------------------
  Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.   




    
---------------------------------
  Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile. Get started!  

         

 
---------------------------------
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know. Ask your question 
on Yahoo! Answers.

Kirim email ke