Rekan2 semua;
salam sejahtera.
Mengenai ternak walet kan sama saja dengan ternak ayam potong,telor ayam dan tambak udang dls,semuanya dibunuh untuk konsumsi,satu boleh semuanya jadi boleh,jadi materi diskusi tidak lagi pakai walet,tapi semua hewan.
Dari sudut agama memang tidak ada larangan,tapi saya pribadi ada merasa bersalah kalau melakukan hal itu.
Dari Hadi.
Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya tidak mengatkan hal tersebut baik atau jelek,....
Tapi coba dilihat dari sisi Walet tersebut... iya dia
bersusah payah membuat sarang dengan mengumpulkan
bahan-bahan serta menggunakan air liur untuk
merekatkan bahan tersebut
Sesudah selesai, mulailah dia bertelur di sarang
tersebut....
Pada saat sebagian dari telur2 tersebut baru
mentetas...kita yang menyebut diri sebagai manusia
merampas kehidupan sang telur dan sang anak yang baru
mau mendapatkan cahaya kehidupan.
belum lagi karena ada beberapa sarang buatan
(rumah-rumah/dibuat bangunan khusus) yang menggunakan
pelet (bisa menyebabkan kesehatan lingkungan
terganggu) untuk memancing para Walet mampir di tempat
kita
baik atau buruk, hmm yah tergantung dari siapa dan
sudut pandang apa yang digunakan....
kalau saya sih dari sudut pandang walet.....
metta,
yamin
--- komar_wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya ingin tanya, bagaimana Pandangan Buddhis
> mengenai ternak burung
> Walet?
> Apakah baik atau jelek?
>
> Yang saya dengar, bahwa ketika 'panen' kita
> mengambil sarang2 mereka
> yang dengan susah payah dibuat dari air liur burung2
> tersebut..
> artinya bahwa kita telah melakukan karma buruk
> dengan mengambil 'rumah
> mereka'.
>
> terima kasih.
> Amitabha.
>
>
>
>
>
>
__________________________________________
Yahoo! DSL Something to write home about.
Just $16.99/mo. or less.
dsl.yahoo.com
Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
