Namo Buddhaya, 
Saya kebetulan tahu sedikit mengenai berternak walet,
jadi saya mau sharing sama teman-teman disini.
Berternak walet itu berbeda dengan berternak hewan
lainnya, karena berternak walet kita cuma perlu
menyediakan fasilitas bagi walet untuk tinggal, cuma
kadang-kadang di dalam menyediakan fasilitas ini
sebagian orang menyediakan pohon-pohon lamtoro gung
yang merupakan sarang serangga sehingga dapat
dijadikan untuk makanan walet, ada juga yang
menyediakan jerami yang sengaja dibasahi sehingga bisa
menjadi media tumbuhnya ulat, yang juga menjadi sumber
makanan bagi walet, kedua hal ini menurut saya
melanggar sila pertama Buddhis.
Sedang untuk pengambilan sarang itu sendiri pada waktu
panen, menurut saya tidak melanggar Pancasila Buddhis,
cuma bagi sebagian orang itu melangar
perikebinatangan, karena sarang tersebut merupakan
tempat tinggal bagi walet tersebut dan tempat bagi
walet tersebut untuk bertelur.
Di dalam aturan berternak walet sendiri ada larangan
untuk mengambil sarang yang masih didiami oleh anak
burung, karena kalau hal tersebut dilakukan maka si
walet akan ngambek dan kemungkinan akan tidak mau
membuat sarang lagi.
Jadi menurut saya berternak walet sich ok ok saja
selama kita tidak melanggar Pancasila, soal tega atau
tidak tega pada waktu pengambilan sarang terserah pada
orang yang terkait, karena toh mereka juga akan
membuat sarang baru setelah sarang lama mereka dipanen
(hukum alam)
Jadi terserah anda memutuskan.

Salam 
Hartawan S.  

--- perdana hadisantoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Rekan2 semua;
>   salam sejahtera.
>    
>   Mengenai ternak walet kan sama saja dengan ternak
> ayam potong,telor ayam dan tambak udang dls,semuanya
> dibunuh untuk konsumsi,satu boleh semuanya jadi
> boleh,jadi materi diskusi tidak lagi pakai
> walet,tapi semua hewan.
>    
>   Dari sudut agama memang tidak ada larangan,tapi
> saya pribadi ada merasa bersalah kalau melakukan hal
> itu.
>    
>   Dari Hadi.
> 
> Yamin Prabudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Saya tidak mengatkan hal tersebut baik atau
> jelek,....
> 
> Tapi coba dilihat dari sisi Walet tersebut... iya
> dia
> bersusah payah membuat sarang dengan mengumpulkan
> bahan-bahan serta menggunakan air liur untuk
> merekatkan bahan tersebut
> 
> Sesudah selesai, mulailah dia bertelur di sarang
> tersebut....
> 
> Pada saat sebagian dari telur2 tersebut baru
> mentetas...kita yang menyebut diri sebagai manusia
> merampas kehidupan sang telur dan sang anak yang
> baru
> mau mendapatkan cahaya kehidupan.
> 
> belum lagi karena ada beberapa sarang buatan
> (rumah-rumah/dibuat bangunan khusus) yang
> menggunakan
> pelet (bisa menyebabkan kesehatan lingkungan
> terganggu) untuk memancing para Walet mampir di
> tempat
> kita
> 
> baik atau buruk, hmm yah tergantung dari siapa dan
> sudut pandang apa yang digunakan....
> kalau saya sih dari sudut pandang walet.....
> 
> 
> metta,
> 
> yamin
> 
> --- komar_wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Saya ingin tanya, bagaimana Pandangan Buddhis
> > mengenai ternak burung 
> > Walet?
> > Apakah baik atau jelek?
> > 
> > Yang saya dengar, bahwa ketika 'panen' kita
> > mengambil sarang2 mereka 
> > yang dengan susah payah dibuat dari air liur
> burung2
> > tersebut..
> > artinya bahwa kita telah melakukan karma buruk
> > dengan mengambil 'rumah 
> > mereka'.
> > 
> > terima kasih.
> > Amitabha.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
> 
> 
>             
> __________________________________________ 
> Yahoo! DSL – Something to write home about. 
> Just $16.99/mo. or less. 
> dsl.yahoo.com 
> 
> 
> 
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi
> SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya
> **
> 
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang
> menakjubkan; tuk menanami taman hati kami
> benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi
> pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
> 
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk
> melihat dan memahami secara mendalam agar mampu
> melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
> dari belenggu kelahiran dan kematian **
> 
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta
> kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian
> terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, 
> membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
> membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk
> menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang
> tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
> 
> 
>     
> ---------------------------------
>   YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
>     
>     Visit your group "Dharmajala" on the web.
>     
>     To unsubscribe from this group, send an email
> to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>     
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> Yahoo! Terms of Service. 
> 
>     
> ---------------------------------
>   
> 
>   
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Yahoo! Shopping
>  Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo!
> Shopping 



        
                
__________________________________ 
Yahoo! for Good - Make a difference this year. 
http://brand.yahoo.com/cybergivingweek2005/




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke