Berarti makan sarang Walet juga dihindari ya ? Berarti sama dengan anjuran menghindari makan daging ?
Salam, Suwarno --- In [email protected], "j u n a i d y" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear all, > > menurut saya, salah satu aspek atau kriteria yg berkaitan dgn Mata > pencaharian adalah Pancasila Buddhis. > > saya pikir logis sekali kalau berternak wallet dikaitkan dgn sila > pertama tentang pembunuhan, bro Hartawan mencoba melihat dari sisi > pembunuhan yang sudah jelas tidak sejalan dgn mata pencaharian benar. > > benang merah yg terjalin sudah sangat jelas dan terang, so saya ingin > ikut menyutujui pendapatnya. > > namun ada sisi lain yg saya kurang setuju, karena kita harus > menghindari mata pencaharian yg berkaitan dgn pembunuhan, dan saya > pribadi tidak setuju dgn ternak walet, karena mendatangkan akibat yg > sangat buruk, lagipula kita harus peduli dengan karma buruk yg > tertumpuk semakin banyak > > salam, > > > --- In [email protected], "EasyCoolSmart" <[EMAIL PROTECTED] > > wrote: > > > > Sejak kapan kriteria mata pencaharian dikaitkan dgn Pancasila > Buddhis? > > Di Jalan Tengah Berunsur Delapan, kan dibahas mengenai Mata > Pencaharian Yg Benar [bukan Pancasila Buddhis]. > > Hati² lho, ntar Anda oleh "censored" dicap: CENSORED. He he he. > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: wawan setiawan > > To: [email protected] > > Sent: Wednesday, December 28, 2005 18:11 > > Subject: Re: [Dharmajala] Ternak Walet > > > > > > Namo Buddhaya, > > Saya kebetulan tahu sedikit mengenai berternak walet, > > jadi saya mau sharing sama teman-teman disini. > > Berternak walet itu berbeda dengan berternak hewan > > lainnya, karena berternak walet kita cuma perlu > > menyediakan fasilitas bagi walet untuk tinggal, cuma > > kadang-kadang di dalam menyediakan fasilitas ini > > sebagian orang menyediakan pohon-pohon lamtoro gung > > yang merupakan sarang serangga sehingga dapat > > dijadikan untuk makanan walet, ada juga yang > > menyediakan jerami yang sengaja dibasahi sehingga bisa > > menjadi media tumbuhnya ulat, yang juga menjadi sumber > > makanan bagi walet, kedua hal ini menurut saya > > melanggar sila pertama Buddhis. > > Sedang untuk pengambilan sarang itu sendiri pada waktu > > panen, menurut saya tidak melanggar Pancasila Buddhis, > > cuma bagi sebagian orang itu melangar > > perikebinatangan, karena sarang tersebut merupakan > > tempat tinggal bagi walet tersebut dan tempat bagi > > walet tersebut untuk bertelur. > > Di dalam aturan berternak walet sendiri ada larangan > > untuk mengambil sarang yang masih didiami oleh anak > > burung, karena kalau hal tersebut dilakukan maka si > > walet akan ngambek dan kemungkinan akan tidak mau > > membuat sarang lagi. > > Jadi menurut saya berternak walet sich ok ok saja > > selama kita tidak melanggar Pancasila, soal tega atau > > tidak tega pada waktu pengambilan sarang terserah pada > > orang yang terkait, karena toh mereka juga akan > > membuat sarang baru setelah sarang lama mereka dipanen > > (hukum alam) > > Jadi terserah anda memutuskan. > > > > Salam > > Hartawan S. > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
