|
Sdr Yamin; sy setuju.
Yg lucu, ntar muncul lagi statement: lha kita khan ambil
sarang atau perah susu sapinya dgn penuh metta. He he he.
Bisa2 lagi ntar ada yg bikin doa/syair perenungan ambil sarang
walet dan perah susu sapi.
Disensor gak nih? Was2.
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 29, 2005
13:42
Subject: Re: [Dharmajala] Re: Ternak
Walet
Bagaimana kita bisa tahu Si Walet atau si Sapi
tidak menderita ? Apakah ada yang pernah nanya ke si Walet apakah
dia bersedia sarangnya diambil sebagai makanan manusia ? trus dia bikin
yang baru lagi ?
bukankah itu hanya sekedar persepsi kita
saja menyatakan si walet ngak akan menderita koq kalau rumahnya saya
ambil... la wong anaknya tidak mati.. kalaupun ngebet pengen ambil..si
telur di pindahkan ke sarang yang lain
pernahkah kita membalikkan
posisi ? jika rumah kita diambil/digusur oleh tuan tanah ?? trus kita
bangun rumah di tempat lain.. konteks mungkin berbeda.. tapi coba liat
maknanya lebih mendalam....
coba deh download beberapa movie di www.petatv.com
bukan kah di Indonesia
ada ungkapan "Sapi Perah" yang biasanya diajukan untuk orang2 yang bekerja
mati2an tapi hasil yang didapat tidak sesuai dengan keringat yang
dikeluarkan ? jadi coba kita lihat lagi sapi yang diperah untuk
kita ambil susunya.....
with metta,
yamin
--- Rudi
<[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Namo Buddhaya, > > Seru juga mengikuti diskusi
topik ini. Pengen > sharing sedikit. > > IMHO, ternak walet
tidak melanggar Pancasila kok. > Apanya yang dibunuh ? Saat >
panen sekalipun, peternak tidak akan mengambil atau > mengosongkan
semua > sarang yang ada. Bila tidak dipanen malah akan > membuat
sumpek karena > biasanya walet akan membuat sarang lainnya. Jadi >
hemat saya, mengambil > sarang walet tidak masalah, toh walet secara
alamiah > akan membuat sarang > baru. Memang akan lebih capek,
tapi tidak terbunuh > kan ?! > > Saya lebih suka
mengasosiasikan ternak burung walet > dengan ternak sapi. Bila >
kita ternak sapi untuk mengambil susu-nya, ngak > apa-apa kan ?! Apa
itu > menyiksa sapi ? Kalau kita beternak sapi untuk > dagingnya,
saya setuju bahwa > itu melanggar sila. > > Asosiasi ini
juga menjawab pertanyaan apakah makan > liur walet boleh atau >
tidak. > > > Salam, > Rudi >
__________________________________________ Yahoo! DSL -
Something to write home about. Just $16.99/mo. or less. dsl.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
--------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured
and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam
diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam
kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami
mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara
mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari
belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara
dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap
pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke
banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan
penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami
** Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go
to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*>
To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED]
<*>
Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
|