namo buddhaya,
bolehkah saya tahu sumber referensi anda dari mana??
saya sangat tertarik dengan sejarah yang berhubungan dengan Buddhisme...
saya masih kurang tahu tentang sejarah Buddhisme menurut 'Mahayana'....
thanks,
salam karuna,
willy yandi
--- In [email protected], "sindhu wahyudi"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Buddha Sidharta Gautama hidup di dunia 80 tahun, kotbah Dharma Buddha 49
>
> tahun. Kotbah Sang Buddha terdapat 5 waktu :
> Waktu 1. kotbah tentang kitab
> *Mahayana Lankavatara* (dalam Bahasa Mandarin : Hwa
Yam)digunakan
> orang2 Mahayana
> waktu kotbah pertama ini, jumlah total umat yg mendengar
ada 10ribu
> orang, tapi 3ribu di
> antaranya mundur,karena tidak mengerti kotbah buddha.
> Buddha tahu kalau ada 3ribu orang mundur,karena tidak mengerti
> kotbah buddha mahayana yang
> terlalu tinggi maka terpaksa buddha kotbah tentang *Hinayana
> Cattari Arya Saccani *
>
> Waktu 2. kotbah tentang kitab
> *Hinayana Cattari Arya Saccani* (Empat Kesunyataan Mulia, dalam
> bahasa Mandarin : Se Sen Di)
> kitab ini digunakan oleh orang-orang Thailand yang mayoritas
> Theravada, seperti juga di
> Indonesia ini, sampai sekarang kitab ini kebanyakan sudah
> diubah-ubah
> (ditambah/kurang) oleh orang-orang Theravada sendiri
>
> Tapi bagi 4 kitab Mahayana yang lain, orang-orang tidak mampu
> mengubah-ubah, karena maha
> tinggi dan mendalam sekali
>
> Waktu 3. kotbah tentang kitab
> *Surangama* (dalam bahasa Mandarin : Ling Yam)
> kitab ini digunakan oleh orang-orang Mahayana
>
>
> Waktu 4. *Maha Prajna Paramita* (Kitab Suci Sutra Intan, dalam
> bahasa Mandarin : Cing Kang Cing)
> kitab ini yang paling dijunjungi oleh orang-orang mahayana
>
> Waktu 5. *Sadharma Pundarika* (dalam Bahasa Mandarin : Hwat Hwa)
> kitab ini juga digunakan oleh orang-orang Mahayana
>
> Jadi kesimpulannya titik berat kotbah sang Buddha adalah mengenai
Mahayana,
> bukan tentang Theravadanya, terbukti kitab Buddha tentang Theravada
hanya 1
> kitab saja yaitu Hinayana Cattari Arya Saccani, yang lainnya semua
adalah
> kitab tentang Mahayana
>
> Menurut sejarah,Sejak guru ke 28 yaitu Bodhi Dharma di utus oleh Buddha
> untuk menyebarkan ke RRC (Tiongkok) maka pelajaran Mahayana Buddha
mengalir
> dari India ke Tiongkok, dan sampai sekarang mengalir ke Jepang dan
korea,
> Jadi pemeluk Mahayana saat ini terdapat di India, Tiongkok, Jepang dan
> Korea.
> Sedangkan Thailand dan Indonesia adalah pemeluk Theravada.
>
> Kalau saya analisa, pelajaran temen-temen khususnya di samaggi pala
ini dan
> pada umumnya di Indonesia, semuanya adalah Theravada yang dari Thailand
> yaitu Hinayana Cattari Arya Saccani,
> Tapi saya di sini mengikuti Mahayana dari Tiongkok guru ke 28 Bodhi
Dharma
> itu, maka temen-temen di samaggi pala kesulitan menganalisa
pernyataan dan
> pertanyaan saya, sampai menganggap saya sesat.
> Ya, saya mengerti kenapa kesulitan menganalisanya, karena temen
temen tidak
> pernah mendapat pelajaran tentang Mahayana yang tinggi.
>
> Sang Buddha pernah berkata, sesudah paham mengenai *Hinayana Cattari
Arya
> Saccani*, harus segera melanjutkan kepada pelajaran Mahayana, kalau
hanya
> memegang Hinayana Cattari Arya Saccani maka *tidak bisa maju* dan *sulit
> mencapai ke tingkatan buddha*.
>
> Mohon di analisa sendiri, bila tidak cocok, abaikan saja email saya
ini !!!
> Tapi juga harus dipikirkan kita hidup di dunia ini sangat singkat,
jangan
> sia-sia !!!
>
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
SPONSORED LINKS
| Religion and spirituality | Spirituality |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
