Sekuntum teratai untuk anda semua para calon Buddha,

Apa yang disampaikan oleh Bro. Yamin itu benar, apa yang disampaikan 
oleh Bro. Juned, juga benar. Kalau dari cerita Bro. Erik, dan saya 
adalah Bro. Erik, apabila saya melihat "ke dalam" maka motivasi saya 
untuk berdana kepada bhikkhu adalah karena saya ingin karma baik yang 
lebih besar, jadi bukan karena untuk melatih "melepas", bukan juga 
karena benar-benar ingin men-support mereka yang berlatih (hidup) di 
jalan spiritual dan berlatih. Sedangkan kalau saya berada di posisi 
teman Bro. Erik, maka pada saat itu pikiran saya adalah bahwa dana 
yang akan saya berikan kepada bhikkhu ini, apakah benar-benar 
dibutuhkan oleh para bhikkhu-bhikkhu yang akan saya akan berikan dana 
nanti, atau orang yang didepan saya yang lebih menderita yang lebih 
membutuhkannya?Jadi disini tidak ada lagi pertimbangan mana karma 
baik yang lebih besar, tapi lebih karena berasa didorrong oleh rasa 
iba, belas kasih. Untuk menutup thread dari Bro Erik, mungkin ini 
bisa jadi perenungan, jadi manakah yang anda atau saya pilih? Saya 
yang lobha akan karma baik, atau saya yang memiliki metta-karuna? 
Saya yang lebih mementingkan diri sendiri, atau saya yang 
mendahulukan kebutuhan orang lain? Manakah pula jalur yang anda/saya 
pilih, jalur dewa, atau jalur bodhisatva?

Dari yang penuh dengan lobha, hanya ingin jadi lebih baik.

--- In [email protected], "Erik" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Bravo Bro Yamin!!
> 
> Itulah yang dinamakan "Kesadaran Etika Otonom", lawannya adalah
> "Kepatuhan Etika Heteronom". Demikian kata Emanuel Kant, seorang 
filsuf
> dari tradisi Smith (Samawi).
> 
> Otonom, artinya bisa menentukan sendiri tindakan apa yang 
sepatutnya, 
> sebaiknya dan sepantasnya saya lakukan pada situasi tertentu, dengan
> pertimbangan-pertimbangan yang sepenuhnya dilakukan diri sendiri, 
tahu
> dan mengerti alasan mengapa tindakan tsb harus dilakukan serta sadar
> akan kemungkinan dari akibat tindakan yang dilakukan tsb.
> 
> Heteronom, artinya melakukan sebuah tindakan pada situasi tertentu
> melulu berdasarkan apa yang dikatakan (diajarkan) oleh orang lain, 
tanpa
> mengerti mengapa tindakan itu harus dilakukan, dan juga tidak sadar
> kemungkinan-kemungkinan akibat tindakan yang dilakukan itu 
(Pokoknya,
> begitulah diajarkan Bhante !!)
> 
> Sebenarnya, pemikiran dan ide-ide tentang Etika dari barat banyak 
yang
> berasal dan secara inplisit terkandung dalam ajaran Timur (termasuk
> Buddhisme).  Hanya sayangnya para ulama kita banyak yang tidak 
sanggup
> menggali dan mengaktualisasikan nilai-nilai itu dalam kehidupan 
nyata
> kita sehari-hari.
> 
> Jadinya, banyak manusia-manusia munafik seperti saya yang memutuskan
> untuk berdana kepada Sangha (bukan kepada Gembel jorok dan dekil) 
karena
> demikianlah diajarka oleh Bhante Pannavaro dalam kotbah-kotbah 
beliau,
> bahwa objek berdana yang paling baik dan menghasilkan pahala paling
> besar adalah anggota Sangha.
> 
> Berarti saya masih sangat sangat heteronom dalam beretika, dan Anda
> sudah mencapai otonomitas dalam kesadaran etika.  Bravo, ternyata 
masih
> ada umat Buddha yang sadar dan mau menghayati dan mengamalkan 
kembali
> makna asali dari agamanya sendiri. !!! Saya salut dan akan berusaha
> belajar dari Anda!!
> 
> Salam,
> 
> Erik
> 
> --------------------------------------------------------------------
----\
> -----------------------------------------------
> 
> In [email protected], Yamin Prabudy <yaminp@> wrote:
> Bro Erik,
> 
> Benar sih apa yang Anda utarakan..  memang itulah yang terjadi "pada
> masa dulu"
> 
> Benar juga apa yang Anda katakan, itu kata ulama dari agama 
lain,... dan
> kata dari ulama agama kita...  tapi apa kata diri kita sendiri ?
> terlepas dari kata-kata dan wejangan para ulama ?
> 
> Buddhism tidak memaksa kita hanya mendengarkan kata-kata dari para
> ulama... Buddhism mengajak kita menjadi kritis... tidak dogmatis.. 
dan
> tidak menerima begitu saja
> 
> 
> metta
> 
> yamin
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke