Yth. Sdr. Sang (A man from Minangkabau)
Saya sangat Consent dan sedikit tergugah dengan yang pernah anda lontarkan di
media ini...
Kalau boleh saya tahu, apa latar belakang anda melontarkan permasalahan
tersebut.. karena menurut saya pernyataan tersebut sangat menarik... Kita bukan
ingin mencari kesalahan dokter, namun mencari sedikit keseimabngan antara
dokter dan pasien/ Konsumen...
Saya sangat berterima kasih bila anda mau sedikit berbagi tentang latar
belakang hal tersebut.. apalagi bila anda sudi untuk memberikan sedikit
pencerahan beserta data ...
Sebelumnya Maaf, saya bukanlah dokter walau sedikit mengetahui tentang
masalah kesehatan.. namu saya melihat perbedaan yang jauh antara posisi pasien
dan dokter... atau apa yang dilakukan dokter terhadap anak2 negeri ini...
Korupsi kah ? Kemiskinan kah ?
Mohon maaf... namun saya sangat butuh data dibalik hal tersebut..
Terima Kasih..
kalo boleh sedikit saya tulis " Tapuak babaleh, sayang baganti, itu nan
batuah...
Sang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
For All of my Docters,
Saya rupanya telah bikin banyak dari dokter-dokter kita jadi alergi
dan gatal-gatal panas dingin tersebab uraian dan ulasan saya yg
sedikit menyengat bak lebah hutan... padahal Lebah si penyengat juga
berguna lho buat terapi alternatif...
Saya pikir tidak ada salahnya, dokter-dokter kita perlu tahu sedikit
penilaian dari para konsumen dan pasien pengguna jasa Dokter.. Ada
banyak hal yg perlu diketahui oleh Dokter-dokter semua ttg apa yg ada
dalam pemikiran pasien dan masyarakat awam ttg para dokter..
Saya mungkin telah bikin resah sebagian pak dan buk dokter, betulkan
demikian parah persepsi seorang dokter dimata stakeholder pengguna
jasa???
Mungkin saya adalah kecualian, dimana memang demikianlah kesimpulan yg
terangkum selama saya dialog dgn kebanyakan pasien terutama yg tidak
mampu, yg butuh biaya bukan hanya buat berobat,tetapi juga bagi
pendidikan bocah dan anak anaknya,juga bagi yg tidak punya cukup biaya
buat menambah kekayaan dokter-dokter,sehingga dgn terpaksa bertanya
pada tukang-tukang obat diberbagai tempat jual obat umum ttg penyakit
yg diderita dan bercerita dgn jerih bahwa dia tidak mampu berobat
kedokter umum dan spesialist, sementara puskesmas dgn obat-obat
subsidi dan peralatan ala kadarnya tidak cukup mampu mengenyahkan
penyakit dari badannya.. Dan akhirnya dia pulang membawa obat dari
toko obat tsb dgn harapan ada kesembuhan...
Saya tahu ada berbagai persoalan interen dalam badan Departemen
Kesehatan sendiri yg begitu amburadul dalan hal pengurusan penempatan
Dokter PTT, juga seabrek kerumitan lain ttg surat Izin Prakter,
danjuga mungkin gaji teramat kecil bagi sebagian dokter tertentu.. Ini
memang perlu diangkat kepermukaan dan Saya kira Dokter-dokter berhak
bicara secara lugas dan jelas pada Dep kesehatan..
Tetapi bahwa biaya berobat sebegitu besarnya, siapa yg akan
membantah.. mungkin barangkali bagi penyakit pilek, gatal-gatal
korengan ringan, batuk flu biasa bisalah ditangani dgn biaya murah,
bahkan cukup dgn bertanya pada si tukang obat diberbagai toko obat
biasa, tetapi yg spesifik dan amat butuh spesialisasi pengobatan, nah
ini yg begitu mahalnya bagi kebanyakan pasien-pasien kita..
Kesehatan itu mahal, bahkan lebih mahal lagi dari beberapa suap nasi..
sementara penyakit itu murah sekali datangnya bahkan bagi yg selalu
menjaga dirinya sekalipun.. tidak ada seorangpun yg steril dari
penyakit...
Saya hanya berharap janganlah sampai para dokter kita begitu
leluasanya menekan pasien berpenyakitan menahun untuk mengorek isi
dompetnya lebih dan lebih dalam lagi sehingga yg tersisa hanyalah
harapan agar malaikat maut segera memulangkannya kealam baka!!!
Artinya kesembuhan total hanya akan terjadi dalam peristirahatan total
dalam perut bumi , bukan dalam olahan racikan obat dokter.. sayang
sekali..
Dalam hari-hari nan fitri ini, saya tidak bisa tidak, sebagaimana
manusia-manusia lain punya banyak kesalahan dan kekhilafan dan dgn ini
mohon maaf yg sebesar-besarnya atas berbagai ketidak laziman dan
selamat berlebaran bagi dokter-dokter kita yg muslim, mohon maaf lahir
dan Bathin. juga bagi yg non Muslim saya ucapkan salam Damai selalu..
Semoga kita semua selalu dalam LindunganNya.. Amin
I am sorry.. soo sorry, but it's my way... thankyou for all...
Sang
A man From Minangkabau
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/