Sang Yth,
saya tertarik dg tulisan anda sendiri, "TAKE THE SELF 
CRITICS...Kritiklah diri sendiri...".
Tanggapan rekan2 dokter di milis ini sebenarnya bukan bermaksud ingin 
membela diri atau membela sesama dokter,tetapi ingin menanggapi cara 
anda "menampar" dan "alasan anda menampar".
Anda sendiri menulis, masih banyak dokter yg jadi "pahlawan 
kemanusiaan", lalu kenapa anda menggeneralisasi semua dokter 
materialistis?
Banyak dokter dg tarif yg cukup murah, bahkan di daerah saya masih 
banyak dokter bertarif 5000-10.000 rupiah (bahkan ada yg tarif segitu 
sudah plus obatnya), lalu kenapa anda pergi ke dokter yg tarifnya 500 
ribu rupiah? Kenapa anda tidak pergi ke puskesmas? Tarifnya kan 
murah? Apakah anda ikut asuransi kesehatan (Askes/Jamsostek?) Kenapa 
tidak memanfaatkan asuransi yg anda ikuti? Kalau anda merasa tarif 
berobat mahal, kenapa juga tidak ikut asuransi kesehatan?
Jadi yang lucu siapa sih sebenarnya? Tidak ada kan yang memaksa anda 
untuk datang ke "dokter 500ribu rupiah" itu? Anda sendiri yang 
memilih si dokter tsb untuk berobat?*smile*
Anda sebenarnya juga dapat pergi berobat ke rumah sakit pemerintah, 
terutama yg berupa rumah sakit pendidikan. Masuklah ke kelas III, itu 
tarifnya murah sekali.Jika kasusnya "sulit", ada mekanisme "konsul" 
& "kerjasama" antar spesialis yg terkait. Tapi tentu saja, jangan 
mengharapkan anda dapat kamar ber-ac,1 orang 1 kamar,ada perawat 
pribadi,dll, kalau anda berobat di kelas III... Yg penting,jika Tuhan 
mengijinkan, penyakit anda sembuh, dengan biaya seminim mungkin. Ini 
kan yg anda inginkan?
Masalah ada dokter menentukan tarif tinggi...wah,anda ini lucu 
juga.Kalau ada dokter spesialis senior dengan jam terbang 
tinggi,pasien melimpah,kenapa pula dia dilarang menentukan tarif 
tinggi?Punya pasien banyak itu capek,Mas.Beliau menentukan tarif 
tinggi itu kan dalam rangka "menyeleksi" pasiennya,biar yg datang 
tidak terlalu banyak. Lha terus,kalau anda butuh pelayanan si dokter 
tsb bagaimana? Ya datanglah ke rumah sakit tempat dia bertugas,masuk 
ke kelas III, kalau perlu bawa surat keterangan tidak mampu biar ada 
keringanan biaya. Kalau penyakit anda dianggap cukup sulit sehingga 
membutuhkan penanganan si dokter senior tsb,anda bakal dirujuk ke 
dokter senior tsb kok!So,dengan mekanisme ini, anda dapat berobat 
ke "dokter 500ribu" dg biaya murah.Lucu juga kalau anda datang ke 
tempat praktek pribadinya minta harga semurah biaya berobat 
dipuskemas... 
Analoginya gini mas. Kalau misal anda pengen pake jasa arsitek, kalau 
anda datang ke arsitek senior dg jam terbang tinggi-klien banyak-dst, 
apa ya mungkin sih anda ditarif tarif 100ribu rupiah buat gambarnya?
Atau misal anda pengen pake jasa pengacara kondang yg sering menang 
kasus2 besar kelas nasional-internasional,apa ya mungkin sih tarifnya 
cuman 1-2 juta rupiah?
Satu lagi,betul anda sudah telanjur bayar 500ribu rupiah dan ternyata 
hasilnya tidak spt yg anda harapkan.Lha kalau anda,misal punya 
masalah di bidang hukum, minta bantuan pengacara kelas nasional dg 
tarif sekian dolar perjam, setelah keluar fee sekian ribu dolar buat 
si pengacara, apa ya harus menang di pengadilan sih?
Anda mungkin akan bilang, bahwa dokter 500ribu anda tsb bukan dokter 
kelas nasional dst-dsb.But intinya,kenapa juga anda datang ke dokter 
tsb? Anda kan bisa tanya2 dulu,siapa sih dokter yg paling 
murah,sebelum memutuskan datang ke salah satu dokter? Sama kalau kita 
mau bawa mobil ke bengkel-lah....tanya2 dulu, mana sih bengkel paling 
murah yg pelayanannya paling bagus.
Anda tu lucu,tidak mau melihat dokter sebagai suatu profesi,seperti 
profesi yg lainnya.
Karena itu,kritiklah diri anda sendiri yg lucu itu. Kalau yg jadi 
masalah adalah anda tidak mampu secara finansial untuk berobat dg 
tarif mahal,carilah cara berobat dg tarif murah. Banyak cara untuk 
berobat dg tarif murah, kenapa anda tidak manfaatkan cara2 tsb? Saya 
sendiri pakai Askes kok kalau berobat,dan nggak segan2 ikutan antri 
ndaftar di rumah sakit.
So, jangan salahkan bila tanggapan untuk mail anda nggak enak 
dibaca.Jika anda share dg cara simpatik tentu saja tanggapan untuk 
anda juga simpatik.Tapi anda "menampar" dengan "alasan menampar" yang 
sama sekali tidak berdasar.Yg lebih lucu lagi,yg membuat anda kesal 1 
orang,tapi yang anda tampar semua orang...wah..wah....


-afie-
Note:bagaimana dg kepedulian anda sendiri saudara Sang yth?Apakah 
anda peduli dg rekan2 anggota milis yg harus bayar internet mahal 
gara2 anda malas memotong ekor mail?



--- In [email protected], "Sang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dr. Aris yg arif dan dokter saya lainnya
> 
> Saya mohon maaf, sebetulnya tujuan saya mendaratkan tamparan keras
> pada pihak Dokter, itu tujuannya baik, bukan upaya pendiskeditan
> profesi Dokter yg pada dasarnya mulia, berguna dan penuh arti bagi
> kesejahteraan bersama.. Siapakah diplanet ini yg tdk butuh Dokter?
> saya yakin semua akan jawab butuh sekali... Dulu dukun, paranormal 
dst
> dicari orang, sekarang alternatif berobat yg pertama sekali 
didatangi
> adalah Dokter, baru berikutnya tempat alternatif lain..
> 
> Saya angkat topi bagi banyak Dokter kita yg telah bekerja tanpa 
pamrih
> diberbagai wilayah pedalaman termasuk wilayah Perang, juga daerah
> bencana dan mungkin juga masuk wilayah tak tersentuh peradaban.. 
Saya
> menggelari mereka ini sebagai PAHLAWAN KEMANUSIAAN.... Yaitu
> orang-orang yg berjuang menanamkan nilai-nilai persaudaraan,
> tolong-menolong dan rela berkorban demi manusia...
> 
> Hanya saja, mungkin Dokter juga adalah manusia, ini yg membikin ada
> pihak-pihak Dokter yg bekerja dgn insting manusianya terutama 
insting
> materi dan insting kelebihan... Siapa yg ingin kurang???
> 
> Saya kira keinginan untuk lebih itulah yg membikin ada dokter-dokter
> kita yg berlaku sebagi penghisap... Ini yg saya kira harus dikontrol
> oleh Institusi Dokter kita yaitu IDI... 
> 
> kemarin-kemarin biaya berobat Ibu saya didaerah Bekasi hampir-hampir
> 500ribu sekali berobat dgn kondisi yg masih tetap sama dgn yg semula
> yaitu sakit hingga sekarang!!!.. 
> 
> Argumen Saya mungkin banyak kesalahan, tetapi ini adalah sebuah
> pandangan lain bagi dokter-dokter kita bahwa kesembuhan tidak dapat
> dibeli dgn uang dan mengapa mesti menetapkan tarif tinggi bagi 
sebuah
> penyakit pasien...
> 
> Saya hanya berharap Dokter-dokter kita akan lebih murah hati dari
> sebelumnya... Terima kasih dgn segala tanggapan dan saya mungkin 
akan
> saya akhiri polemik ini dgn setitik saran: TAKE THE SELF CRITICS...
> Kritiklah diri sendiri... 
> 
> 
> Sang
> 
> 
> 

>>>> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>





Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke