May 30, 2005

Known Unto God

Read:
Psalm 77:1-15

Has God forgotten to be gracious? Has He in anger shut up His tender mercies? —Psalm 77:9

Bible In One Year: Psalm 148-150

coverWhile visiting a World War I military cemetery in France, I was struck by the number of grave markers bearing only these words:

A SOLDIER OF THE GREAT WAR: KNOWN UNTO GOD

The cemetery was surrounded on three sides by stone panels bearing the names of 20,000 soldiers who fell in nearby battles. Imagining the loneliness of men dying in war and the anguish of families grieving at home was overpowering.

There may be times in life when we feel forgotten and alone. Like the psalmist we cry out: "Will the Lord cast off forever? And will He be favorable no more? . . . Has God forgotten to be gracious? Has He in anger shut up His tender mercies?" (Psalm 77:7,9).

The psalmist's answer to feeling abandoned came in remembering all that God had done in the past, meditating on His wonderful work, and speaking of it to others (vv.11-12).

In our darkest moments, we can remember the words of Jesus: "Are not five sparrows sold for two copper coins? And not one of them is forgotten before God. But the very hairs of your head are all numbered. Do not fear therefore; you are of more value than many sparrows" (Luke 12:6-7).

We are never forgotten by God. —David McCasland

When trials loom or death is near,
In Christ we can confide;
We never need to feel alone—
He's always at our side. —Sper

In every desert of trial, God has an oasis of comfort.

Senin, 30 Mei
Dikenal Allah
Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya (Mazmur 77:10)

Bacaan: Mazmur 148–150

Ketika mengunjungi makam para pahlawan yang gugur pada Perang Dunia I di Prancis, saya heran dengan banyaknya nisan yang hanya bertuliskan kata-kata berikut.

Tentara Perang Besar: Dikenal Allah

Makam itu dikelilingi oleh tiga sisi papan batu yang memuat 20.000 nama tentara yang mati dalam pertempuran tidak jauh dari tempat itu. Membayangkan betapa kesepiannya orang-orang yang tewas dalam perang dan kepedihan keluarga mereka yang berduka di rumah terasa sangat berat. 

Dalam hidup kadang-kadang kita merasa dilupakan dan sendirian. Lalu kita berseru seperti pemazmur, “Untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi? . . . Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?” (Mazmur 77:8,10).

Jawaban pemazmur atas perasaannya yang ditinggalkan datang ketika ia mengingat semua yang telah Allah kerjakan pada masa lampau, merenungkan karya-Nya yang ajaib, dan membicarakannya dengan orang lain (ayat 12,13). 

Pada saat-saat yang paling gelap, kita dapat mengingat kata-kata Yesus: “Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit” (Lukas 12:6,7). 

Kita tidak pernah dilupakan Allah —DCM

DI SETIAP PADANG PENCOBAAN
ALLAH MENYEDIAKAN OASIS PENGHIBURAN



77:8 "Untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi?
77:9 Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun?
77:10 Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?" Sela
77:11 Maka kataku: "Inilah yang menikam hatiku, bahwa tangan kanan Yang Mahatinggi berubah."
77:12 Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.
77:13 Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.
77:14 Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami?
77:15 Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.
77:16 Dengan lengan-Mu Engkau telah menebus umat-Mu, bani Yakub dan bani Yusuf. Sela

 

 

<--------------------------------------------------------------------------->



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke