|
April 26, 2005
From Worms
To Wars
The Lord said to [Gideon], "Peace be with you;
do not fear." —Judges 6:23
|
![]()
It was 10-year-old
Cleotis' first time fishing, and as he looked into the container of bait he
seemed hesitant to get started. Finally he said to my husband, "Help me,
I-S-O-W!" When my husband asked him what the problem was, Cleotis
responded, "I-S-O-W! I'm Scared Of Worms!" His fear had made him
unable to act.
Fear can
paralyze grown men too. Gideon must've been afraid when the angel of the Lord
came to him as he was threshing wheat in secret, hiding from his Midianite
enemies (Judges 6:11).
The angel told him he had been chosen by God to lead His people in battle
(vv.12-14).
Gideon's
response? "O my Lord, how can I save Israel?
Indeed my clan is the weakest in Manasseh, and I am the least in my father's
house" (v.15). After being assured of the Lord's presence, Gideon still
seemed fearful and asked Him for signs that He would use him to save Israel
as He promised (vv.36-40). And God responded to Gideon's requests. The
Israelites were successful in battle and then enjoyed peace for 40 years.
We all
have fears of various kinds—from worms to wars. Gideon's story teaches us that
we can be confident of this: If God asks us to do something, He'll give us the
strength and power to do it. —Anne Cetas
When
you're afraid of what's ahead,
Remember, God is near;
He'll give you strength and joy and hope
And calm your inner fear. —Sper
To take the fear out of living, put your
faith in the living God.
|
Selasa, 26 April
Dari Cacing Hingga
Perang
Berfirmanlah Tuhan kepada
[Gideon]: “Selamatlah engkau! Jangan takut” (Hakim-hakim 6:23)
|
Bacaan: Mazmur 46-48
Cleotis, 10 tahun, baru
pertama kali memancing. Sewaktu melongok ke dalam kaleng umpan, ia tampak
enggan untuk memulai. Akhirnya ia berkata kepada suami saya, “Tolong, S-T-C!”
Saat suami saya bertanya apa masalahnya, Cleotis menjawab, “S-T-C! Saya Takut
Cacing!” Ketakutan telah membuatnya tidak mampu bertindak.
Ketakutan pun dapat melumpuhkan orang dewasa. Gideon
pasti takut saat malaikat Tuhan datang kepadanya ketika ia sedang mengirik
gandum secara diam-diam, bersembunyi dari musuhnya, yaitu orang Midian
(Hakim-hakim 6:11). Sang malaikat berkata bahwa ia telah dipilih oleh
Allah untuk memimpin umat-Nya di dalam peperangan (ayat 12-14).
Bagaimana tanggapan Gideon? “Ah Tuhanku, dengan apakah
akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang
paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di
antara kaum keluargaku” (ayat 15). Setelah Tuhan meyakinkan bahwa Dia akan
menyertainya, Gideon masih tampak takut dan meminta tanda bahwa Dia benar-benar
akan memakai dirinya untuk menyelamatkan orang Israel seperti yang dijanjikan-Nya (ayat
36-40). Dan Allah menanggapi permintaan Gideon. Bangsa Israel berhasil dalam peperangan dan
kemudian menikmati keamanan selama empat puluh tahun.
Kita semua memiliki berbagai macam ketakutan, mulai dari ketakutan
terhadap cacing hingga ketakutan akan peperangan. Kisah Gideon mengajar kita
untuk meyakini satu hal: Jika Allah meminta kita untuk melakukan sesuatu, Dia
akan memberi kita kekuatan dan kuasa untuk melakukannya —AMC
UNTUK
MENGUSIR KETAKUTAN DARI HIDUP ANDA
PERCAYALAH KEPADA ALLAH YANG HIDUP
6:33. Seluruh orang Midian dan orang Amalek dan orang-orang dari sebelah
timur telah berkumpul bersama-sama; mereka telah menyeberang dan berkemah di
lembah Yizreel.
6:34 Pada waktu itu Roh
TUHAN menguasai Gideon; ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan
untuk mengikuti dia.
6:35 Juga dikirimnya pesan kepada
seluruh suku Manasye dan orang-orang inipun dikerahkan untuk mengikuti dia.
Dikirimnya pula pesan kepada suku Asyer, Zebulon dan Naftali, dan orang-orang
inipun maju untuk menggabungkan diri dengan mereka.
6:36 Kemudian berkatalah Gideon
kepada Allah: "Jika Engkau mau menyelamatkan orang Israel
dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan itu,
6:37 maka aku membentangkan guntingan
bulu domba di tempat pengirikan; apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada
embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka tahulah aku, bahwa
Engkau mau menyelamatkan orang Israel
dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan."
6:38 Dan demikianlah terjadi; sebab
keesokan harinya pagi-pagi ia bangun, dipulasnya guntingan bulu itu dan
diperasnya air embun dari guntingan bulu itu, secawan penuh air.
6:39 Lalu berkatalah Gideon kepada
Allah: "Janganlah kiranya murka-Mu bangkit terhadap aku, apabila aku
berkata lagi, sekali ini saja; biarkanlah aku satu kali lagi saja mengambil
percobaan dengan guntingan bulu itu: sekiranya yang kering hanya guntingan bulu
itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun."
6:40 Dan demikianlah diperbuat Allah
pada malam itu, sebab hanya guntingan bulu itu yang kering, dan di atas seluruh
tanah itu ada embun.
<--------------------------------------------------------------------------->