April 27, 2005

The Teacher's Legacy

Read:
2 Corinthians 6:1-10

We commend ourselves as ministers of God . . . by kindness, by the Holy Spirit, by sincere love. —2 Corinthians 6:4,6

Bible In One Year: Psalm 49-51

coverPastor Paul Walker shared this story of his salvation experience: "During my lifetime I was instructed by many different Sunday school teachers, but only one stands out in my memory. He was a big, red-faced ex-Marine, who probably broke every rule and technique of good teaching. The thing I remember best about him is how much he loved us. . . .

"At the end of each session he would say, 'Boys, let's take time to kneel and talk to the Lord.' Then he would try to put his big arms around all nine of us as we huddled together, and he would pray for each of us by name. Are you surprised that seven of those boys are now in the ministry, and that I am one of them?"

If you have a Sunday school class, small group, or some other teaching responsibility, do you take a warm, personal interest in your students? The apostle Paul said he commended himself as a minister of God "by kindness, by the Holy Spirit, by sincere love" (2 Corinthians 6:6).

The exact methods employed by the one who taught Paul Walker do not need to be duplicated, but the earnest attention he gave and the spiritual concern he showed toward each pupil is a beautiful example of the importance of teaching by love. —Henry Bosch

A Sunday school teacher, I don't know his name,
Was a wonderful person who never found fame;
Yet he shaped my whole life far more than he knew,
For his loving example has helped me be true. —Anon.

To love to teach is one thing—to love those you teach is quite another.

Rabu, 27 April
Warisan Guru
Kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah … dalam kemurahan hati, dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik (2 Korintus 6:4,6)

Bacaan: Mazmur 49-51

Pendeta Paul Walker membagikan kisah tentang pengalaman keselamatannya: “Sepanjang hidup saya, saya diajar oleh banyak guru Sekolah Minggu, namun hanya satu yang saya ingat dengan jelas. Ia adalah seorang mantan Marinir yang berbadan besar, berwajah merah, yang mungkin melanggar setiap aturan dan teknik mengajar yang baik. Satu hal yang paling saya ingat tentang dirinya adalah betapa ia sangat mengasihi kami ….

“Pada akhir dari setiap sesi Sekolah Minggu, ia akan berkata, ‘Anak-anak, marilah kita berlutut dan bercakap-cakap dengan Tuhan.’ Kemudian ia akan merangkul kami bersembilan dengan tangannya yang besar sementara kami membentuk lingkaran. Lalu ia akan berdoa bagi kami satu per satu. Dan apakah Anda terkejut apabila tujuh dari kesembilan anak laki-laki itu sekarang melayani Tuhan, dan saya adalah salah seorang dari antara mereka?”

Jika Anda memiliki kelas Sekolah Minggu, kelompok kecil, atau tanggung jawab mengajar lainnya, apakah Anda memberikan perhatian yang hangat bagi setiap murid Anda secara pribadi? Rasul Paulus berkata bahwa ia menunjukkan dirinya sebagai pelayan Allah “dalam kemurahan hati, dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik” (2 Korintus 6:6).

Metode yang digunakan oleh guru Paul Walker tidak perlu ditiru secara persis, namun perhatian tulus yang diberikannya dan kepedulian rohani yang ditunjukkannya kepada setiap muridnya adalah sebuah contoh indah mengenai pentingnya mengajar dengan kasih —HGB

MENCINTAI TUGAS MENGAJAR DAN MENCINTAI MEREKA YANG ANDA AJAR
ADALAH DUA HAL YANG BERBEDA



6:5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;
6:6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
6:7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
6:8 ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
6:9 sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;
6:10 sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

 

 

<--------------------------------------------------------------------------->



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

<<image001.jpg>>

Kirim email ke