Suatu bukti, bahwa bentuk federasi memungkinkan kinerja pemerintah yang
lebih baik bagi lingkungan ?
BTW, Hidup GAM !
-----Original Message-----
From: Jamal M. Gawi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 01 Januari 2000 13:51
Subject: [envorum] GAM, TNI, dan Lingkungan
Teman-teman leaders,
Saya ingin berbagi berita terakhir tentang perkembangan politik dan
lingkungan hidup di Aceh, khususnya masalah pengrusakan Taman Nasional
Gunung Leuser (TNGL) yang saat ini semakin parah keadaannya. Ternyata aparat
TNI dan Polri berada dibelakang kegiatan pengrusakan hutan pada
daerah-daerah yang masih dibawah kontrol penuh Pemerintah RI. Kegiatan ini
dilakukan secara sistematis dan terbuka, penebangan disiang hari dan
pengangkutan kayu dimalam hari.
Konstelasi politik Aceh saat ini memperlihatkan bahwa sebagian besar wilayah
Aceh sudah tidak secara penuh berada dibawah kontrol Pemerintah RI. Dari
sekitar 11 Kabupaten, ternyata hanya 2-3 saja yang masih dibawah kontrol
penuh pemerintah RI. Selebihnya pemerintah RI harus berbagi kekuasaan dengan
pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Bahkan pada beberapa kabupaten, keberadaan
GAM sangat dominan.
Yang uniknya, pada daerah-daerah yang keberadaan GAM nya cukup kentara,
kegiatan illegal logging hampir tidak terjadi sama sekali. Apa lagi
baru-baru ini Panglima GAM wilayah selatan membuat pernyataan bahwa mereka
akan memerangi setiap orang/pihak yang merusak hutan Aceh.
Tidak hanya itu, bahkan hampir semua HPH untuk sementara Menghentikan
kegiatannya di wilayah yang ada GAM.
(Perkembangan ini sangat menarik bagi saya, karena hasil anilisis kami
menunjukkan bahwa hampir semua HPH di Aceh ditempatkan oleh Dep. Kehutanan
pada tempat yang tidak semestinya dan dalam operasinya menyalahi peraturan
pemerintah yang berlaku. Dari sekitar 1 juta ha areal HPH di Aceh yang
berada dalam Kawasan Ekosistem Leuser, 88% tidak sesuai untuk dilakukan
penebangan, baik karena slope nya yang tinggi (>40%) maupun karena
berdekatan dengan DAS dan kondisi tanahnya yang sensitif terhadap erosi.
Sehingga luasan yang 88% tersebut semestinya berstatus hutan lindung.)
Sebaliknya, pada Kabupaten yang masih berada sepenuhnya dibawah kontrol
pemerintah RI, contohnya Kabupaten Aceh Tenggara, kegiatan illegal logging
(pencurian kayu) dari hutan (bahkan dari Taman Nasional) berada pada tingkat
yang sangat mengerikan. Setiap malamnya, puluhan truk berisi kayu curian
keluar menuju Medan melewati berbagai POS TNI dan Polisi. Bahkan yang sangat
menjengkelkan, masyarakat melihat sendiri aparat Polisi dan TNI menjadi
mandor penebangan kayu di dalam TNGL.
Kami telah melayangkan surat kepada gubernur, kapolda Aceh, pangdam I Bukit
Barisan, Bupati, Menteri Kehutanan, dll, tetapi sampai sekarang belum ada
tindakan apa-apa. Koran lokal juga ramai memberitakan hal ini, tetapi tidak
punya dampak sama sekali. Kegiatan illegal logging terus berlangsung sampai
saat ini.
Alasan klasik dari pihak yang berwenang adalah: kami sibuk mengurusi situasi
keamanan di Aceh, jadi tidak ada waktu untuk mengurusi hutan dan
lingkungannya.
Kondisi ini membuat jengkel aktifis lingkungan dan sebagian masyarakat yang
daerahnya sedang ditimpa banjir di Aceh Tenggara, sehingga adik-adik kita
ini bersama sebagian masyarakat melakukan unjuk rasa ke DPRD. Tetapi tidak
juga ada jalan keluarnya.
Akhirnya mereka melakukan road block (hanya ada satu jalan keluar menuju
Medan) dan menyita kayu-kayu curian tersebut. Tetapi tidak berapa lama
kemudian, para penebang liar yang jumlahnya ratusan yang tentu saja diatur
oleh pihak tertentu, turun menyerang dengan membawa senjata tajam. Terpaksa
adik-adik aktifis lingkungan lokal bersembunyi menyelamatkan diri. Kayu-kayu
sitaan tersebut kembali diangkut tanpa ada yang menghalangi. Road block yang
dilakukan bukan di tengah hutan, tetapi di tengah kota Kutacane (ibu kota
Aceh Tenggara), jadi mestinya pihak berwenang tahu semua ini.
Kondisi di atas membuat sebagian masyarakat menyimpulkan bahwa sebaiknya GAM
diundang saja ke Aceh Tenggara supaya aparat militer, polri dan penebang
liar takut dan tidak lagi merusak TNGL.
Demikian dulu dari saya, akan di update kalau ada perkembangan baru.
salam,
Jamal
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]