Bang Jamal dkk para leaders...
Saya kira perlu sekali ditekankan bahwa kalimat "ternyata aparat TNI dan Polri berada 
di belakang pengrusakan hutan..." bukan lah sama sekali penemuan baru (saya khawatir 
kata "ternyata" memberi kesan seolah-olah Bang Jamal dkk pejabat-pejabat di Leuser 
baru sadar akan hal itu. Padahal tidak kan?). Fenomena ini sudah diketahui umum sejak 
lamaaaaaa....Bahkan sudah ditulis oleh para peneliti asing sejak 80-an.

Yang sebenarnya terjadi adalah, peningkatan yang luar biasa proses pengrusakan yang 
didalangi TNI/Polri akhir-akhir ini. Saya terus terang jadi curiga, jangan-jangan ini 
adalah salah satu taktik "bumi-hangus" TNI/Polri seperti yang pernah dilakukannya di 
Tim-Tim. Sehingga Aceh benar-benar tinggal puing jika secara "de jure" nantinya bisa 
berdiri sendiri. 
Gas dan minyak sudah habis dikuras, Leuser yang tak ternilai pun hendak di habiskan...
Siapa tahu...Wallahualam bishawab...

Maka, walaupun mungkin cara saya dulu mengingatkan para Leaders untuk tidak bicara 
lingkungan an sich tidak tepat (terus-terang waktu itu saya rada emosi, dan saya minta 
maaf untuk itu), tetapi sekali lagi saya ingin himbau para leaders memberi perhatian 
penuh pada masalah Aceh. Dan kalau bicara Aceh berarti bukan sekedar bicara Leuser 
atau "lingkungan" SDA lainnya, tapi yang lebih penting adalah manusia Aceh-nya. Bicara 
Aceh juga tak mungkin lepas dari TNI/Polri dengan keganasan DOM-nya. Bicara Aceh juga 
bicara tentang GAM dan realitas tuntutan referendum. 

Nah, apa yang bisa diberikan para leaders?
Atau bisakah teman-teman para leaders memberikan sedikit informasi mengenai pandangan 
"holistik" dalam issue lingkungan yang mungkin salah saya persepsikan...

Terimakasih,

Saiful Mahdi
College of Engineering and Math.
University of Vermont, Burlington


 
--

On Sat, 1 Jan 2000 13:54:48    Jamal M. Gawi wrote:
>Teman-teman leaders, 
>
>Saya ingin berbagi berita terakhir tentang perkembangan politik dan lingkungan hidup 
>di Aceh, khususnya masalah pengrusakan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang saat 
>ini semakin parah keadaannya. Ternyata aparat TNI dan Polri berada dibelakang 
>kegiatan pengrusakan hutan pada daerah-daerah yang masih dibawah kontrol penuh 
>Pemerintah RI. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan terbuka, penebangan 
>disiang hari dan pengangkutan kayu dimalam hari. 
>
>Konstelasi politik Aceh saat ini memperlihatkan bahwa sebagian besar wilayah Aceh 
>sudah tidak secara penuh berada dibawah kontrol Pemerintah RI. Dari sekitar 11 
>Kabupaten, ternyata hanya 2-3 saja yang masih dibawah kontrol penuh pemerintah RI. 
>Selebihnya pemerintah RI harus berbagi kekuasaan dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka 
>(GAM). Bahkan pada beberapa kabupaten, keberadaan GAM sangat dominan. 
>
>Yang uniknya, pada daerah-daerah yang keberadaan GAM nya cukup kentara, kegiatan 
>illegal logging hampir tidak terjadi sama sekali. Apa lagi baru-baru ini Panglima GAM 
>wilayah selatan membuat pernyataan bahwa mereka akan memerangi setiap orang/pihak 
>yang merusak hutan Aceh. 
>
>Tidak hanya itu, bahkan hampir semua HPH untuk sementara Menghentikan kegiatannya di 
>wilayah yang ada GAM. 
>
>(Perkembangan ini sangat menarik bagi saya, karena hasil anilisis kami menunjukkan 
>bahwa hampir semua HPH di Aceh ditempatkan oleh Dep. Kehutanan pada tempat yang tidak 
>semestinya dan dalam operasinya menyalahi peraturan pemerintah yang berlaku. Dari 
>sekitar 1 juta ha areal HPH di Aceh yang berada dalam Kawasan Ekosistem Leuser, 88% 
>tidak sesuai untuk dilakukan penebangan, baik karena slope nya yang tinggi (>40%) 
>maupun karena berdekatan dengan DAS dan kondisi tanahnya yang sensitif terhadap 
>erosi. Sehingga luasan yang 88% tersebut semestinya berstatus hutan lindung.)
>
>Sebaliknya, pada Kabupaten yang masih berada sepenuhnya dibawah kontrol pemerintah 
>RI, contohnya Kabupaten Aceh Tenggara, kegiatan illegal logging (pencurian kayu) dari 
>hutan (bahkan dari Taman Nasional) berada pada tingkat yang sangat mengerikan. Setiap 
>malamnya, puluhan truk berisi kayu curian keluar menuju Medan melewati berbagai POS 
>TNI dan Polisi. Bahkan yang sangat menjengkelkan, masyarakat melihat sendiri aparat 
>Polisi dan TNI menjadi mandor penebangan kayu di dalam TNGL. 
>
>Kami telah melayangkan surat kepada gubernur, kapolda Aceh, pangdam I Bukit Barisan, 
>Bupati, Menteri Kehutanan, dll, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan apa-apa. 
>Koran lokal juga ramai memberitakan hal ini, tetapi tidak punya dampak sama sekali. 
>Kegiatan illegal logging terus berlangsung sampai saat ini. 
>
>Alasan klasik dari pihak yang berwenang adalah: kami sibuk mengurusi situasi keamanan 
>di Aceh, jadi tidak ada waktu untuk mengurusi hutan dan lingkungannya. 
>
>Kondisi ini membuat jengkel aktifis lingkungan dan sebagian masyarakat yang daerahnya 
>sedang ditimpa banjir di Aceh Tenggara, sehingga adik-adik kita ini bersama sebagian 
>masyarakat melakukan unjuk rasa ke DPRD. Tetapi tidak juga ada jalan keluarnya. 
>
>Akhirnya mereka melakukan road block (hanya ada satu jalan keluar menuju Medan) dan 
>menyita kayu-kayu curian tersebut. Tetapi tidak berapa lama kemudian, para penebang 
>liar yang jumlahnya ratusan yang tentu saja diatur oleh pihak tertentu, turun 
>menyerang dengan membawa senjata tajam. Terpaksa adik-adik aktifis lingkungan lokal 
>bersembunyi menyelamatkan diri. Kayu-kayu sitaan tersebut kembali diangkut tanpa ada 
>yang menghalangi. Road block yang dilakukan bukan di tengah hutan, tetapi di tengah 
>kota Kutacane (ibu kota Aceh Tenggara), jadi mestinya pihak berwenang tahu semua ini.
>
>Kondisi di atas membuat sebagian masyarakat menyimpulkan bahwa sebaiknya GAM diundang 
>saja ke Aceh Tenggara supaya aparat militer, polri dan penebang liar takut dan tidak 
>lagi merusak TNGL. 
>
>Demikian dulu dari saya, akan di update kalau ada perkembangan baru.
>
>salam, 
>
>Jamal
>
>


LYCOShop is now open. On your mark, get set, SHOP!!!
http://shop.lycos.com/

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke