Salam hormat,
Tulisan ini saya angkat dengan maksud ingin membangkitkan kesadaran
(conciousness) pengguna lingkungan akan makna dan arti pembangunan
berwawasan lingkungan yang selama ini  di gembar-gemborkan. Yang
dimaksud dalam tulisan ini adalah Lingkungan Binaan yang selayaknya
(What should be of the Built Environment) yang terabaikan. Isu ini
dimulai ketika saya mengamati kondisi permukiman masyarakat khususnya
golongan pendapatan menengah kebawah - lebih khusus lagi lingkungan
perumahan RSSSSSSS - (rumah sangat sempit sekali selonjor saja sudah
susah). Kualitas lingkungannya sangat tidak memenuhi standard dan
terkesan asal jadi; yang membuat lingkungan tersebut tidak manusiawi
(kukayuh sudah bahtera tapi hidupku tetap sengsara). Cemohan! saya
berikan kepada para pengembang lingkungan tersebut yang hanya
memperhatikan keuntungan materi saja tanpa memperhatikan keuntungan
sosial utamanya keuntungan bagi pembangunan berkelanjutan sehingga
membuat Lingkungan Pemukiman (oleh saya permukiman) menjadi kumuh. Tidak
terlihat fasilitas umum dan fasilitas sosial bagi lingkungan tersebut,
yang seyogyanya harus ada menurut kaidahnya sehingga memaksakan para
anak-anak bermain di jalan - dengan dalih tanahnya mahal. Haruskah
mereka menanggung kesalahan yang dilakukan oleh para pengembang?. Bila
demikian pada siapakah mereka harus mengadu? atau haruskah kita
berdalih: barangkali demikian keadaannya bagi masyarakat berkembang.
Yang lebih parah lagi kondisi aksessibilitas kelingkungan tersebut bak
ibarat kubangan kerbau dan banyak lagi.
Padahal ilmu yang mengkaji disiplin ilmu tersebut sudah exist - Housing
as if people mattered ( Markus, C.C. & Wedy Sarkisan, 1986) yang buku
semacamnya ini juga sangat banyak; akan tetapi terabaikan oleh para
pembuat keputusan (decision Maker) dibidang pembangunan perumahan. Oleh
sebab itu saya menganggap pembangunan berkelanjutan dibidang pemukiman
hanyalah lip-service saja.
Akhir kata setuju atau tidak setuju, selebihnya terserah anda.

Hormat saya
Johnny Anwar
Makassar 90141

Kirim email ke