allo..
setau saya moto-moto kayak gitu mah (pembangunan berkelanjutan ..) emang cuman slogan
alias nggak nyambung dan kontradiktif. Kalo anda tau maksudnya apa, kasih tau saya ya.
kalo maen salah-salahan..saya kurang tau juga siapa yang bertanggung jawab, buat saya
yang domisilinya di jakarta seh yang saya biasa maki (dalem hati) itu biro tata ruang
kota..he he he..yang punya ide gokil bikin kota yang transportasi publiknya amburadul,
tapi pusatnya terkonsentrasi banget. saking parahnya ampe gue yang betawi aje pengen
pindah..:-).
biar ada kemajuan, mungkin LSM-LSM, dept-dept, biro pemerentahan yang nggak perlu
deket-deket pusat pemerentahan di pindahkan keluar, kayak dephutbun, pariwisata, walhi
etc .. kaum urbannya kan nggak pada ke jakarta doank jadinya (yang nanti jadi pesuruh,
tk indomie etc), akhirnya gue kan bisa beli rumah yang nggak perlu jauh-jauh
transportnya, lebih manusiawi en ramah lingkungan, developer juga kali jadi rala rela
bikin fasilitas umum karena tanahnya nggak mahal-mahal amat.
segitu dulu deh..
bye
On Sat, 19 Feb 2000 15:48:24 +0800 Johnny Anwar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>Nenny R Babo wrote:
>
>> Dear Bung Johnny Anwar,
>>
>> Mengenai RSSSSSSS itu memang sangat menyakitkan khususnya rakyat kecil
>> pengguna RSSSSSS itu.
>> Saya tidak tahu siapa yang salah tapi menurut saya ini kesalahan ada pada
>> Arsitek kita yang memihak kepada pengusaha (developer) ketimbang rakyat
>> kecil (pengguna) yang dengan susah payah mensubsidi sekolahnya (sang
>> arsitek) waktu mereka kuliah.
>> Barangkali Arsitek tuh yang paling banyak dosanya sama rakyat yah?
>> Comment boleh tapi jangan marah, OK
>> Salam,
>> Nenny R. Babo C-8
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
>Dear Nenny,
>
>Terima kasih atas komentarnya !!
>Saya tak menyangka bahwa masih ada orang yang mau peduli pada rakyat kecil
>sebagai pengguna. Setelah sekian lama, tepatnya 14 hari setelah saya coba
>menggelitik dan membangkitkan kesadaran (awareness) tentang arti dan makna
>pembangunan berwawasan lingkungan, para rekan-rekan di Envorum ini baru anda
>yang mengkomentari tulisan saya. Barangkali disini terlihat jelas bahwa
>gembar-gembor yang dikatakan pembangunan berkelanjutan dengan titik berat
>masyarakat kecil hanyalah slogan dan lip - service saja, apabila tidak ada
>sama sekali usaha untuk mencari akar masalahnya. Saya tidak yakin kinerja YM
>ibu Menteri Erna W. bisa berhasil kalau tidak mengkaji pengguna lingkungan
>pada akar rumput (grass root), dengan adanya keberpihakan arsitek pada
>developer.
>Saya tidak bermaksud untuk menepis anggapan bahwa dalam hal ini tentang
>kesalahan di pihak arsitek dan disini saya tidak hendak melihat sesuatu itu
>secara hitam atau putih. Akan tetapi saya mau mengajak anda untuk melihat
>lebih jauh kebelakang, yakni pada institusi dimana sang arsitek dibina; saya
>beranggapan institusinya masih belum siap membentuk arsitek yang manusiawi
>serta bemoral. Sebagai suatu bahan ilustrasi, banyak sekali
>kesalahan-kesalahan yang terjadi pada pranata pembangunan lingkungan
>pemukiman yang dilakukan para pengembang yang direstui oleh pengguna melalui
>pengambilan rumah bak ibarat diakui bahwa pasangan hidup ini tidak padan akan
>tetapi surat nikah dibuat jua yang pada akhirnya menjadikan kesengsaraan. Dan
>banyak lagi kasus-kasus sekaitan dengan ini, akan tetapi rupanya banyak yang
>tidak peka.
>Sekian sambutan saya, saya tidak bermaksud untuk membuat polemik akan tetapi
>sekedar untuk membangkitkan awareness rekan-rekan sekalian untuk menciptakan
>habitable world yang manusiawi.
>Salam,
>Johnny Anwar
>
**************************************************************
Danial Irfachsyad
[EMAIL PROTECTED]
Department of Chemistry
University of Southampton
**************************************************************
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]