Ya mudah-mudahan otonomi daerah berjalan lancar..
supaya nggak semua orang kumpul di Jakarta atau di Jawa.
Tapi kalo bangun daerah jangan lupakan Jakarta atau Jawa,
untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
Deni
-----Original Message-----
From: D I T [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 22 Februari 2000 3:01
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [envorum] Pembangunan berkelanjutan - Suatu jerit keluhan
allo..
setau saya moto-moto kayak gitu mah (pembangunan berkelanjutan ..) emang
cuman slogan alias nggak nyambung dan kontradiktif. Kalo anda tau maksudnya
apa, kasih tau saya ya.
kalo maen salah-salahan..saya kurang tau juga siapa yang bertanggung jawab,
buat saya yang domisilinya di jakarta seh yang saya biasa maki (dalem hati)
itu biro tata ruang kota..he he he..yang punya ide gokil bikin kota yang
transportasi publiknya amburadul, tapi pusatnya terkonsentrasi banget.
saking parahnya ampe gue yang betawi aje pengen pindah..:-).
biar ada kemajuan, mungkin LSM-LSM, dept-dept, biro pemerentahan yang nggak
perlu deket-deket pusat pemerentahan di pindahkan keluar, kayak dephutbun,
pariwisata, walhi etc .. kaum urbannya kan nggak pada ke jakarta doank
jadinya (yang nanti jadi pesuruh, tk indomie etc), akhirnya gue kan bisa
beli rumah yang nggak perlu jauh-jauh transportnya, lebih manusiawi en ramah
lingkungan, developer juga kali jadi rala rela bikin fasilitas umum karena
tanahnya nggak mahal-mahal amat.
segitu dulu deh..
bye
On Sat, 19 Feb 2000 15:48:24 +0800 Johnny Anwar
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Nenny R Babo wrote:
>
>> Dear Bung Johnny Anwar,
>>
>> Mengenai RSSSSSSS itu memang sangat menyakitkan khususnya rakyat kecil
>> pengguna RSSSSSS itu.
>> Saya tidak tahu siapa yang salah tapi menurut saya ini kesalahan ada pada
>> Arsitek kita yang memihak kepada pengusaha (developer) ketimbang rakyat
>> kecil (pengguna) yang dengan susah payah mensubsidi sekolahnya (sang
>> arsitek) waktu mereka kuliah.
>> Barangkali Arsitek tuh yang paling banyak dosanya sama rakyat yah?
>> Comment boleh tapi jangan marah, OK
>> Salam,
>> Nenny R. Babo C-8
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
>Dear Nenny,
>
>Terima kasih atas komentarnya !!
>Saya tak menyangka bahwa masih ada orang yang mau peduli pada rakyat kecil
>sebagai pengguna. Setelah sekian lama, tepatnya 14 hari setelah saya coba
>menggelitik dan membangkitkan kesadaran (awareness) tentang arti dan makna
>pembangunan berwawasan lingkungan, para rekan-rekan di Envorum ini baru
anda
>yang mengkomentari tulisan saya. Barangkali disini terlihat jelas bahwa
>gembar-gembor yang dikatakan pembangunan berkelanjutan dengan titik berat
>masyarakat kecil hanyalah slogan dan lip - service saja, apabila tidak ada
>sama sekali usaha untuk mencari akar masalahnya. Saya tidak yakin kinerja
YM
>ibu Menteri Erna W. bisa berhasil kalau tidak mengkaji pengguna lingkungan
>pada akar rumput (grass root), dengan adanya keberpihakan arsitek pada
>developer.
>Saya tidak bermaksud untuk menepis anggapan bahwa dalam hal ini tentang
>kesalahan di pihak arsitek dan disini saya tidak hendak melihat sesuatu itu
>secara hitam atau putih. Akan tetapi saya mau mengajak anda untuk melihat
>lebih jauh kebelakang, yakni pada institusi dimana sang arsitek dibina;
saya
>beranggapan institusinya masih belum siap membentuk arsitek yang manusiawi
>serta bemoral. Sebagai suatu bahan ilustrasi, banyak sekali
>kesalahan-kesalahan yang terjadi pada pranata pembangunan lingkungan
>pemukiman yang dilakukan para pengembang yang direstui oleh pengguna
melalui
>pengambilan rumah bak ibarat diakui bahwa pasangan hidup ini tidak padan
akan
>tetapi surat nikah dibuat jua yang pada akhirnya menjadikan kesengsaraan.
Dan
>banyak lagi kasus-kasus sekaitan dengan ini, akan tetapi rupanya banyak
yang
>tidak peka.
>Sekian sambutan saya, saya tidak bermaksud untuk membuat polemik akan
tetapi
>sekedar untuk membangkitkan awareness rekan-rekan sekalian untuk
menciptakan
>habitable world yang manusiawi.
>Salam,
>Johnny Anwar
>
**************************************************************
Danial Irfachsyad
[EMAIL PROTECTED]
Department of Chemistry
University of Southampton
**************************************************************
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]