Dear Bung Johnny Anwar,

Mengenai RSSSSSSS itu memang sangat menyakitkan khususnya rakyat kecil
pengguna RSSSSSS itu.
Saya tidak tahu siapa yang salah tapi menurut saya ini kesalahan ada pada
Arsitek kita yang memihak kepada pengusaha (developer) ketimbang rakyat
kecil (pengguna) yang dengan susah payah mensubsidi sekolahnya (sang
arsitek) waktu mereka kuliah.
Barangkali  Arsitek tuh yang paling banyak dosanya sama rakyat yah?
Comment boleh tapi jangan marah, OK
Salam,
Nenny R. Babo C-8

----- Original Message -----
From: Johnny Anwar <[EMAIL PROTECTED]>
To: Envorum <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, February 05, 2000 3:52 PM
Subject: [envorum] Pembangunan berkelanjutan - Suatu jerit keluhan


>Salam hormat,
>Tulisan ini saya angkat dengan maksud ingin membangkitkan kesadaran
>(conciousness) pengguna lingkungan akan makna dan arti pembangunan
>berwawasan lingkungan yang selama ini  di gembar-gemborkan. Yang
>dimaksud dalam tulisan ini adalah Lingkungan Binaan yang selayaknya
>(What should be of the Built Environment) yang terabaikan. Isu ini
>dimulai ketika saya mengamati kondisi permukiman masyarakat khususnya
>golongan pendapatan menengah kebawah - lebih khusus lagi lingkungan
>perumahan RSSSSSSS - (rumah sangat sempit sekali selonjor saja sudah
>susah). Kualitas lingkungannya sangat tidak memenuhi standard dan
>terkesan asal jadi; yang membuat lingkungan tersebut tidak manusiawi
>(kukayuh sudah bahtera tapi hidupku tetap sengsara). Cemohan! saya
>berikan kepada para pengembang lingkungan tersebut yang hanya
>memperhatikan keuntungan materi saja tanpa memperhatikan keuntungan
>sosial utamanya keuntungan bagi pembangunan berkelanjutan sehingga
>membuat Lingkungan Pemukiman (oleh saya permukiman) menjadi kumuh. Tidak
>terlihat fasilitas umum dan fasilitas sosial bagi lingkungan tersebut,
>yang seyogyanya harus ada menurut kaidahnya sehingga memaksakan para
>anak-anak bermain di jalan - dengan dalih tanahnya mahal. Haruskah
>mereka menanggung kesalahan yang dilakukan oleh para pengembang?. Bila
>demikian pada siapakah mereka harus mengadu? atau haruskah kita
>berdalih: barangkali demikian keadaannya bagi masyarakat berkembang.
>Yang lebih parah lagi kondisi aksessibilitas kelingkungan tersebut bak
>ibarat kubangan kerbau dan banyak lagi.
>Padahal ilmu yang mengkaji disiplin ilmu tersebut sudah exist - Housing
>as if people mattered ( Markus, C.C. & Wedy Sarkisan, 1986) yang buku
>semacamnya ini juga sangat banyak; akan tetapi terabaikan oleh para
>pembuat keputusan (decision Maker) dibidang pembangunan perumahan. Oleh
>sebab itu saya menganggap pembangunan berkelanjutan dibidang pemukiman
>hanyalah lip-service saja.
>Akhir kata setuju atau tidak setuju, selebihnya terserah anda.
>
>Hormat saya
>Johnny Anwar
>Makassar 90141
>
>


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke