Teman-teman aktivis lingkungan,

Menyikapi keadaan saat ini kita hendaknya perlu banyak belajar dan bukan hanya 
mengkritik Gus Dur sebagai Presiden yang telah dipilih secara konstitusional. 
Jelek-jelek begitu dia juga adalah mahluk Tuhan yang tidak boleh dihinakan. Sebagai 
associates dan fellows dari LEAD seharusnya mampu menunjukkan kepiawaiannya .. kalau 
memang piawai ... Kita terlalu lama menelan mentah-mentah informasi dari pemerintah 
selama dibawah kekuasaan SUHARTO, bahkan saat ini masih nampak dalam milis-milis yang 
menunjukkan bahwa alam pemikiran kita masih berada di era orde baru namun jasad kita 
ada pada era reformasi..... ?????? Fakta toh ..

Seharusnya saat ini kita belajar memulai berfikir kritis dan demokratis dalam 
berhadapan dengan era pemerintahan Gus Dur, dan memang beliau saat ini mengajak kita 
berfikir kritis, tidak begitu saja menerima informasi dari pemerintah.. karena 
pemerintah bukan segala-galanya.. bahkan pemerintah perlu dikontrol bersama oleh 
rakyat.

Silahkan masukkan segala keinginan dari keluarga LEAD kalau memang mampu tidak perlu 
lewat Tim Pembisik, karena hal itu tidak kredibel. Gus Dur tidak perlu dibisiki .. 
karena anggapan adanya tim bisik itu adalah upaya untuk pelecehan terhadap ciptaan 
Tuhan. Atheis-kah .. kita saat ini, tidak percaya pada ciptaan Tuhan. Atau memang 
sudah terlalu lama kita ber-Tuhan pada benda-benda dan keuasaan yang ada selama ini. 
(perlu renungan teologis).

Salam

Amrullah



-----Original Message-----
From:   Nenny R Babo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Saturday, March 11, 2000 3:00 PM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        [envorum] Dicari Pembisik Lingkungan

Gus Dur bisa saja berhipotesis tentang skenario besar yang akan menjatuhkan 
pemerintahan yang sah melalui bentuk KUDETA apa saja, terserah !!!!! Hipotesis inilah 
yang menjadi acuan diterapkannya SIAGA SATU. Dari sudut strategi politik, sah saja, 
tidak haram, demi melindungi dan mencegah pemerintahan yang legitimasi hancur oleh 
kekuatan-kekuatan anti demokrasi. Namun dampak strategi ini yang perlu dicermati lebih 
dalam, bukan pada tataran elit politik melainkan pada level rakyat.

Pernyataan-pernyataan Gus Dur sebelumnya berdampak besar pada elit politik dan kecil 
dampaknya bagi rakyat, namun SIAGA SATU sebagai tindakan preventif pemerintah 
berpengaruh besar pada lapisan bawah seperti para pekerja jasa dibidang parawisata. 
Orang-orang yang bekerja di sektor ini harus melakukan social marketing ulang dan 
harus ulet hanya gara-gara hipotesis pemerintah yang tingkat signifikansinya (harus 
diartikan secara statistik) sangat... sangat.... sangat.......sangat diragukan. 

Sebenarnya ada tindakan preventif pemerintah/Gus Dur yang sangat besar dampaknya bagi 
rakyat jika dibanding tindakan preventif KUDETA dan SIAGA SATU, yaitu menjaga 
kelestarian lingkungan. Bukankah ekosistem di kawasan freeport telah rusak berat, 
hancurnya taman nasional Kutai, terumbu karang yang baik sisa 6%, banyak kasus2 
lingkungan yang kandas. Kelihatannya dalam wacana Gus Dur hal tersebut bukan prioritas 
? Dapatkah menteri LH menjadi pembisik/intel yang handal ? atau mungkin dicari 
pembisik/intel lingkungan yang tangguh dan lebih tangguh dari pembisik/intel politik 
!!!!

Nenny Babo, Cohort-8
Ingat diam adalah emas tetapi diam bisa menjadi suatu kejahatan atau suatu bentuk 
kejahatan?

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke