Dear Pak Victor,
Piye kabare nih?
Aku seneng sekarang Victor sering muncul di milis...dulu kita meski se 
cohort kan rasanya jarang ketemu ya...tapi maklum sih Victor kan sibuk kerja 
ya..oya, sekarang di lembaga mana nih?


>Ibu Neny, masyarakat kecil mana yang ibu wakili? Biarlah Gus Dur bekerja 
>karena kami ikhlas. Sekarang keadaan koq rasanya lebih baik dari jaman 
>Suharto dulu (meskipun kami tidak terlalu perduli), karena Engkoh Acai yang 
>punya warung sekarang bisa ketawa dan anak-anak bisa merayakan barongsai 
>gonjreng gonjreng dua kali dalam sebulan ini, waktu imlek dan cengbeng, 
>dapet kue dan permen yang muanniiiiis banget. Paling engga untuk orang 
>kampung tu menyenangkan, karena hiburan jarang disini, tidak seperti dunia 
>edpertaising dan parawisata yang katanya serba wah, mobil mersi, kacamata
>guci dan vercace.

Soal Gus Dur saya jadi pengen nimbrung nih Vic...
Konon, Gus Dur itu kan tokoh demokrat tapi juga sekaligus 
kontroversial...tapi kalau omong-omong soal kondisi sekarang dibandingkan 
suharto dulu ya bisa macam-macam sih pendapat orang, lain kepala lain isi 
pikirannya...ada yg bilang lebih baik jaman suharto, meski pak harto 
otoriter kata sebagian orang kecil (lagi-lagi orang kecil yg mana dulu 
kan..) yg penting bisa beli beras murah, minyak murah, nggak dikit-dikit 
demo jadi nggak bisa jualan gorengan, biar banyak pungli yg penting bisnis 
jalan terus, de-el-el deh....jadi biarlah setiap orang berpendapat...tapi 
kritik itu pasti sangat perlu, wong Gus Dur sendiri minta dikritik ama pak 
Habibie kok:-))pakai acara sowan segala malah :-).

>Ah, rekan-rekan, mari kita lebih arif membuka mata batin kita, dan lebih 
>peka mengajak diri bercermin untuk bertanya apa yang bisa kita lakukan 
>untuk bangsa ini katimbang menyindir sitir mengejek jelek sang penguasa 
>yang rasanya memang sedang berusaha bebenah dari kerusakan moral sistematis 
>drastis selama 32 taun Pak harto dulu. mari kawan, bantu adik-adik di 
>kampung baca tulis supaya bangsa ini pinter. Kalo pinter kan bisa ngomong 
>di dunia internasional pake bahasa perancis inggris jerman belanda cas cis 
>cus brong breng....
>gitu ya.... mari bercermin ramai-ramai....

Aku setuju Vic...cuman persoalannya gimana bisa peka kalau tidak ada empati 
dalam diri kita...sehingga masih ada jarak antara realitas dan ideal kita. 
Salah satu modal dari kepekaan sosial biasanya ya tercermin dari daya 
kritisisme juga meski orang yg kritis belum tentu juga punya praksis yg sama 
dalam dirinya untuk mendekati realitas masyarakat yg dibelanya...tapi nggak 
apalah itu sudah ada modal meski masih harus dibarengi dengan sikap dan 
komitmen nurani.
Usulan untuk bercermin atau introspeksi ini bagus sekali and mari kita mulai 
dari diri kita masing-masing...
Salam,
Dewi-C3 juga
>victor
>katanya cohort 3 lho.

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke