Dulu pernah baca ulasan salah satu guru besar ekonomi UGM yang mengatakan bahwa penurunan lifting migas Indonesia tidak lepas dari adanya mafia migas. Dibuatlah agar lifting migas punya gap cukup jauh dari kebutuhan nasional supaya para mafia ini untung besar dari tender pengadaan migas dari luar negeri.
Lepas dari benar tidaknya, satu hal yang miris adalah ternyata ada saudara sebangsa kita sendiri yang tidak ingin melihat kemandirian energi nasional, CMIIW ya Pada tanggal 17/10/14, Bhaskara Aji <[email protected]> menulis: > Produksi dan konsumsi mas tatzky, > Produksi 800rb. Kalau konsumsi 1.4 juta. Defisit 600rb barel. > Dari 800rb tersebut masih ada yg diekspor lagi, krn minyaknya ngga sesuai > dngan spek kilang di Indonesia. So impor realnya bisa lebih besar drpd 600rb > barel :D > Skr tambah2 harga minyak turun. So dont expect indonesia akan mendapatkan > revenue seperti tahun2 sebelumnya. > > Mas Avel, itu sebenernya memberikan %APBN thd pengembangan SDM khan? Memang > pendidikan itu penting dan SDM harus diutamain! Jangan SDA nya mulu di > perhatiin. > > Bhaskara Aji > G0001 > > Sent from Yahoo Mail on Android > >
