Cahyo FYI lifting memang sudah diusahakan maksimal. Jadi apa yang ada saat ini memang itu yang ada. Bahkan seringkali karena bos2 itu mgkn mau buat impress menteri dkk nya. Maka target yang sngat besar di berikan kepada perusahaan ybs, mereka menyetujui... Sehingga nilai yg terlihat skr sbg angka APBN itu sbnrnya angka politis... :D
1 juta barel 2014? Hehhehe... Tatzky, bener tuh memang harus kaya gitu. Jadi bagaimana caranya mengurangi cost recovery. Makanya sering kali diberlakukan CAP COST REVOVERY yg dimana ada di RAPBN. Tentunya itu akhirnya utk menentukan revenue negara... Oh iya mas tatzky itu 800rb yg diproduksikan itu adalah minyak yg dihasilkan dari kegiatan2 yg secara individual pekerjaan menjadi untunf sehingfa 800rb itu pasti untung. Tapi yah spt yg tadi aku bilang. Kalau misalkan mau bahas migas ga bs lepas dr konsumsinya juga (impor). Karena skemanya gini Produksi: 800rb Kebutuhan: 1.4 juta Tombok produksi: 1.4 juta - 800rb = 600rb Kapasitas dan jenis minyak yg bisa diproses di kilang = 400rb Export minyak yang ga bs diproses di dalam negeri: 800rb-400rb = 400rb Jadi actual impor= 600rb(tombok produksi) + 400rb (mengganti minyak yang ga bs diproses di dalam negeri) = 1 juta. Jadi hitung2annya adalah 400rb (minyak dijual dalam negeri) + 400rb (minyak di ekspor karena tidak bisa diolah di dalam negeri) Dikurangin impor minyak 1 juta. Hehehe... sàlàm Koko Sent from Yahoo Mail on Android
