Menurut saya,
Amerika akan kembali terpecah-belah dalam Pilres 2009 ini. Pilpres
2004 yg lalu, bangsa Amerika mengalami 'the great divide', seperti
'Pro Choice Vs Pro Life'; pro-kontra tentang perkawinan sesama jenis
('gay marriage'); & pro-kontra tentang 'stem cell research'.
Pilpres 2009 mendatang, 'the great divide' tampaknya terulang kembali
pada isu ras & gender.
Salam,
Patrick Hutapea
--- In [email protected], Gadis Arivia
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Amerika Berlomba Membuat Sejarah: Perebutan Antara Ras dan Gender
>
> Gadis Arivia
>
> Konvensi Partai Demokrat ditutup oleh Barack Obama pada tanggal 28
Agustus 2008 dengan pidato yang mengguncang rakyat Amerika. Stadium
Denver yang megah menghadirkan 85.000 pendukung Barack Obama. Para
pendukung ini sebelumnya telah disuguhkan oleh pidato-pidato yang
bersejarah mulai dari Michelle Obama, Hillary Clinton, Bill Clinton,
Al Gore (bekas wakil presiden dan pemenang hadiah nobel) serta banyak
tokoh-tokoh inspiratif lainnya seperti Joe Biden, calon wakil presiden
Obama. Konvensi ini bertepatan dengan ulang tahun yang ke-88 hak
perempuan untuk memilih dan ulang tahun yang ke-45, mengenang tokoh
pergerakan hak-hak sipil, pejuang anti rasisme, Dr. Martin Luther King.
>
> Malam itu malam yang indah khususnya bagi keturunan Afrika-Amerika
yang dengan terharu melihat Obama berdiri di atas podium menguraikan
pendapatnya tentang apa yang disebut Amerika di abad ke-21. Amerika
menurut Obama sedang berubah (change), hendak menghentikan cara-cara
politik masa lalu yang tidak memihak rakyat, memperkuat ekonomi kelas
menengah dan memperjuangkan kesehatan universal agar kesehatan
terjangkau untuk semua kalangan. Obama memaparkan latar belakang
keluarganya yang sederhana, diasuh oleh orang tua tunggal (ibunya),
mendapatkan beasiswa hingga ke Harvard dan menampik pekerjaan menjadi
pengacara top, lalu, memilih bekerja di LSM di Chicago untuk
orang-orang miskin dan kini menjadi kandidat presiden Amerikan pertama
yang berkulit hitam, "inilah yang disebut dengan the American
dream!," Obama berkata lantang. Baik Obama dan Michelle berterima
kasih kepada Amerika yang telah memungkinkan mereka (anak dari
keluarga latar belakang
> biasa) bisa mengenyam pendidikan terbaik sehingga bisa menjadi
anggota masyarakat yang berkontribusi pada negaranya. Inilah sebabnya
ia mau dan siap menjadi pelayan rakyat, bekerja untuk rakyat untuk
masa depan Amerika.
>
> "It's time to change America. We Democrats have a very different
measure of what constitutes progress in this country. We measure
progress on how many people can find a job that pays mortgage; whether
you can put a little extra money away at the end of each month so you
can someday watch your child receive college education. We measure
the strength of our economy not by the number of billionaires we have
or the profits of the Fortune 500, but by whether someone with a good
idea can take a risk and start a new business, or whether the waitress
who lives on tips can take a day off and look after a sick kid without
loosing her job-an economy that honors the dignity of work".
>
> Baginya, pemerintah harus bekerja untuk rakyat dan bukan menghambat
rakyat. Baginya pemerintah harus menolong rakyat dan bukan menyakiti
rakyat. Amerika menurutnya adalah negara besar yang harus bebesar
hati menghentikan perang irak. Namun sebagai kepala pemerintahan ia
akan menjamin keamanan rakyatnya, membela negaranya dari segala
ancaman, memberantas al-Queda dan Taliban di Afghanistan serta
menghentikan pembuatan senjata nuklir di Iran dan agresi Rusia. Ia
menjanjikan semua itu tentunya bukan dengan gaya koboi George Bush,
melainkan dengan upaya diplomasi. Ia berjanji:
>
> "I will restore our moral standing, so that America is once again
the last, best hope for all who are called to the cause of freedom,
who long for lives of peace, and who yearn for a better future."
>
> Pidato Obama menggugah hadirin kaum muda yang bangga dengan cara
Obama melihat dunia, mereka adalah generasi X yang telah bercampur
baur berbagai ras, generasi ipod dan apple, memiliki nilai-nilai abad
ke-21 yang inklusif dengan bermacam-macam agama, berbicara berbagai
bahasa dan memiliki orientasi seksual yang bebas. Hingga detik ini
Obama mampu meraih hati generasi muda dan menimbulkan kebanggaan
masyarakat keturunan Afrika-Amerika. Bagaimana dengan perempuan?
>
> Obama sadar bahwa ia harus merebut pendukung Hillary, bukan hanya
itu, istrinya pun pemerhati isu perempuan dan ia memiliki dua anak
perempuan yang tentu harus menjadi pertimbangannya. Maka di dalam
pidatonya tak lupa ia menyebutkan ibunya yang berjuang setiap hari,
bekerja keras dan hanya istirahat 3 jam sehari demi memenuhi kebutuhan
biaya Obama dan adik perempuannya. Ia tak lupa menceritakan neneknya
yang bekerja sebagai sekretaris rendahan yang tak dapat masuk pada
level manajemen hanya karena dia perempuan. Ia tak lupa mengucapkan
terima kasih sebesar-besarnya kepada mereka. Ibu Obama telah tiada,
meninggal karena kanker dan tanpa jasa neneknya ia tak akan berdiri di
atas podium malam ini. Ia berkata lirih:
>
> "She's the one who taught me about hard work. She's the one who put
off buying a new car or a new dress for herself so that I could have a
better life. She poured everything she had into me."
>
> Obama mengajak para laki-laki muda dan tua serta para suami untuk
ikut bertanggung jawab pada ketidakadilan, ikut membangun hidup yang
lebih baik bagi perempuan, bagi istri mereka dan bagi anak-anak
perempuan mereka. "Now is the time to keep the promise for equal pay
of equal day's of work, because I want my daughters to have the exact
same opportunities as your sons."
>
> Puaskah perempuan Amerika dengan pernyataan Obama ini? Para
perempuan yang selama ini "cool" saja terhadap Obama kini mulai
mengembangkan senyum, kini mulai berteriak gembira dan juga menitikkan
air mata.
>
> Obama telah berhasil merebut hati perempuan yang menjadi pemilih
penting dalam pemilu nanti. Ia pun kelihatan senang dan penutupan
Konvensi Partai Demokrat berlangsung sukses dengan kembang api dan
pita-pita merah-putih-biru bertebaran di langit. Tanda sukses untuk
menang melawan McCain di depan mata, siapa yang akan bisa
menyainginya? Ia memiliki karakteristik yang unik; muda usia, ras
campur, berasal dari latar belakang sederhana namun berhasil meraih
pendidikan tinggi dan sekarang berhasil memenangkan pemilih perempuan
serta memiliki calon wakil presiden, Joe Biden, yang berpengalaman,
berumur matang dan dekat dengan politik Washington.
>
> Namun tunggu dulu, jangan terlalu cepat senang dulu. Bukanlah
politik Amerika bila tak ada drama menegangkan bak di film-film
Holywood. Belum sehari kesuksesan Konvensi Partai Demokrat dirayakan
oleh media, keesokan harinya McCain mengumumkan calon wakil
presidennya. Pengumuman McCain mengagetkan kubu partai Demokrat.
Mereka tidak menyangka McCain memilih Sarah Palin, perempuan berumur
44 tahun, gubernur Alaska. Artinya, ia muda namun memiliki pengalaman
eksekutif, lebih dari pengalaman Obama yang hanya mengenyam beberapa
tahun sebagai senator.
>
> Pengumuman ini menjadi "headline" di hampir semua stasiun TV.
Apalagi mengingat McCain berusia 72 tahun maka penunjukkan Sarah
menjadi penting, bisa saja ia menjadi presiden Amerika Serikat.
Sekilas tampak penyesalan di kubu Partai Demokrat yang tidak memilih
Hillary sebagai kandidat presiden mereka atau wakil presiden untuk
Obama. Apalagi Sarah tampil menyakinkan dengan menyebutkan bahwa ia
mengikuti jejak Geraldine Ferraro yang menjadi kandidat wakil presiden
di tahun 1984 dan Senator Hillary Clinton yang telah membuat sejarah
meraih 18 juta pemilih", Sarah menambahkan dengan berapi-api:
>
> "But it turns out the women of America aren't finished yet and we
can shatter that glass ceiling once and for all."
>
> Sarah memberi signal bahwa ia siap menjadi harapan perempuan
Amerika. Sebuah signal yang diharapkan McCain dapat mengambil simpati
pemilih Hillary dan mengantarnya menjadi presiden Amerika. Sarah pun
digambarkan sebagai gubernur Alaska yang tegas berhasil memberantas
korupsi di daerahnya dan berani mengambil keputusan untuk melakukan
pengeboran minyak agar Amerika tidak tergantung lagi dengan
negara-negara asing. Ia pun berani menentang politikus-politikus
Washington DC.
>
> Foto-foto Sarah di CNN menunjukkan ia paham soal permasalahan perang
Irak, ia berfoto dengan para tentara, dan pembahasan Irak bukan saja
dalam tingkat wacana baginya, tapi lebih personal dan riil, karena
anak laki-lakinya mempertaruhkan nyawanya di Irak sebagai serdadu
Amerika Serikat. Sarah pun seorang ibu yang berdedikasi, memiliki 5
anak dengan bayi yang berpenyakit "down syndrome".. Namun, ia tetap
gigih berkarier dan sukses sekaligus sebagai gubernur dan ibu bagi
anak-anaknya.
>
> Sarah memulai karier politiknya secara unik dari peran seorang ibu
yang aktif di kegiatan-kegiatan sekolah anak-anaknya. Ia terlibat
dalam organisasi orang tua murid, lalu menjadi walikota di kota kecil
Wasilla di Alaska dan kemudian merebut kursi gubernur Alaska pada
tahun 2006. Latar belakang Sarah tidak berbeda jauh dari Obama, kedua
orang tuanya juga berasal dari kalangan sederhana, hanya guru Sekolah
Dasar. Bagi McCain inilah yang disebut the American dream, bahwa
bukan saja Sarah datang dari keluarga biasa tapi ia seorang ibu rumah
tangga yang dapat dengan gigih menjadi orang nomer satu di Alaska.
>
> Hingga saya menulis artikel ini, fenomena Sarah Palin terus
dibicarakan dan dibedah oleh media Amerika dan organisasi-organisasi
feminis di Amerika. Partai Republik merasa bangga dengan pilihan
mereka dan menganggap ini strategi yang cerdas untuk memenangkan
pemilu karena akan merebut simpati perempuan.
>
> Benarkah?
>
> Organisai perempuan terbesar Amerika, NOW (National Organization of
Women), pada pukul 14.00, tanggal 29 Agustus 2008, segera mengeluarkan
pernyataan bahwa tidak semua perempuan berjuang untuk hak-hak
perempuan. Perjuangan perempuan harus dibuktikan dengan tindakan dan
kerja keras. Calon wakil presiden McCain, Sarah Palin, meskipun
seorang perempuan memiliki pandangan konservatif tentang perempuan.
Sarah Palin menurut organisasi ini penentang pro choice (hak perempuan
untuk memilih tindakan aborsi). Ia sama sekali berbeda dengan Hillary
Clinton yang memang terbukti bekerja untuk memajukan perempuan di
Amerika dan di sekeliling dunia. Bahkan Senator Joe Biden, calon
wakil presiden Obama, juga telah terbukti banyak mendukung gerakan
perempuan. Biden adalah orang yang mengoalkan undang-undang kekerasan
dalam rumah tangga. NOW mengingatkan bahwa memperjuangkan hak-hak
perempuan bukan berarti semata-mata memiliki jenis kelamin perempuan tapi
> lebih dari itu, membuktikan secara nyata dukungan dan kerja untuk
kemajuan perempuan.
>
> Apakah Sarah Palin telah melakukan hal tersebut? NOW pesimis.
Meskipun demikian nyata benar dari hasil polling, pilihan McCain
memilih Sarah Palin sebagai calon wakil presiden berjenis kelamin
perempuan telah mulai membuahkan hasil yang positif buat McCain.
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>