Tatkala konflik antara penentang perbudakan dan pendukungnya merebak di abad 
yang lalu di Amerika, di bawah permukaan yang terjadi adalah konflik 
antara kelas menengah di  kawasan yang makmur dengan kawasan yang lainnya. 
Kawasan makmur justru makmur karena perbudakan. Namun kemudian, perbudakan 
dinyatakan terlarang, dan mereka kemudian berpacu menjadi negara modern, yang 
mengembangkan ilmu manajemen.
 
Konflik di atas berakhir karena perbudakan dihapuskan. Namun tidak berarti kaum 
budak kemudian menepuk dada berkeliling kota. Justru pihak yang menang 
membiarkan hal-hal positif dari pihak yang kalah, dan kemudian sintesisnya 
membuat mereka semakin kokoh, yang ditandai dengan praktik manajemen modern dan 
kemudian ditiru seluruh dunia.
Indikasinya, adanya perbedaan yang diterima semua pihak saat ini antara 
otoritas manajemen dan buruh di satu pihak, dan otoritas pemilik di lain 
pihak.   
 
Ketika pemihak dan penentang konsep federal bertikai, akhirnya dimenangkan oleh 
kaum pendukung federalis. Namun jangan lupa, federalis mengadopsi sebanyak 
mungkin nilai-nilai atau pandangan yang diperjuangkan oleh kalangan 
penentangnya.
 
Amerika tumbuh dengan semangat rasional yang tinggi, semangat pragmatis. 
Sehingga, hal yang dilakukan pemenang ialah menghargai dan mengadopsi 
nilai-nilai yang diperjuangan oleh pihak yang kalah.
 
Apa yang mereka sebut sebagai konflik, bukan seperti yang ada di dalam mind-set 
kita. Sebagai bangsa yang berabad-abad terjajah, bagi kita setiap kemenangan 
politik berarti peluang untuk menginjak pihak yang kalah. Sebaliknya, 
perjuangan yang kalah adalah menghibisi sampai ke akar-akar potensi pihak lain.
.
 
 

 

--- On Sat, 8/30/08, Patrick Hutapea <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Patrick Hutapea <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Amerika Berlomba Membuat Sejarah: Perebutan 
Antara Ras dan Gender
To: [email protected]
Date: Saturday, August 30, 2008, 2:58 PM






Menurut saya,

Amerika akan kembali terpecah-belah dalam Pilres 2009 ini. Pilpres
2004 yg lalu, bangsa Amerika mengalami 'the great divide', seperti
'Pro Choice Vs Pro Life'; pro-kontra tentang perkawinan sesama jenis
('gay marriage'); & pro-kontra tentang 'stem cell research'.

Pilpres 2009 mendatang, 'the great divide' tampaknya terulang kembali
pada isu ras & gender.

Salam,

Patrick Hutapea

Kirim email ke