sejak kapan satpol, babinsa nerapin ajaran nabi?
kita memang punya dillema. pkl yang seenak perutnya,
sementara itu pengelola kota makin tak tahan dan tak
mampu menciptakan ruang bagi pkl untuk berkembang,
dan hanya berpihak kepada kapital gede.





________________________________
From: Zulkifli Harahap <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, October 10, 2009 8:00:21 AM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] PENGGUSURAN di KOTA


Anda hanya melihat kejadian dalam beberapa detik tayangan di TV. Melihat 
keprihatinan Anda, kemungkinan besar Anda bukanlah pengguna angkot/bis kota. 
Coba sekali-sekali naik angkot/bis kota: Nyawa Anda akan diancam oleh setan 
jalanan yang menyorobot sana-sini. Trotoar sudah dikuasai oleh PKL, calon 
penumpang terjepit di antara angkot/bis kota yang kalau ada setan lewat calon 
penumpang harus mengelak agar tidak ditabrak. Trotoar adalah hak pejalan kaki 
BUKAN hak PKL; PKL adalah penyerobot yang harus dibasmi.

Anda tidak lihat betapa barbarnya PKL yang menutup (dulu) semua wajah pertokoan 
yang ada di Jatinegara dan Pancoran (Kota) yang dibiarkan karena pada setiap 
Pemilu spanduk berwarna kuning menghiasi daerah PKL tersebut. Untuk masuk ke 
toko-toko yang mereka tutup sangat susah dan harus beradu pantat.

Nabi saw berkata bahwa dia akan membelah perut orang kalau sekiranya perut 
orang bersangkutan menghalangi jalan (dls) yang menjadi hak umum. Tindakan 
petugas itu sudah sesuai dengan ajaran Nabi saw.

Zul

Kirim email ke